Story Maya

Story Maya
Perjanjian


__ADS_3

"Kamu yakin dengan keputusanmu dek?" tanya Rio yang sudah tau akan keputusan Maya untuk tinggal bersama Aldo lagi.


"Aku yakin kak," jawab gadis itu sembari mengatur pakaiannya kedalam koper dibantu dengan Vina.


"Kalau kamu ada apa-apa jangan sungkan buat langsung telfon kakak," ucap Vina.


"Pasti kak,"


Setelah selesai membereskan pakaiannya, Maya pun turun dengan Vina, dan Rio yang membawa kopernya.


"Jagain Maya dengan baik yah, Aldo, jangan mengecewakan kami lagi, terutama Maya," kata Rico.


"Insya Allah, aku tidak akan mengecewakannya lagi,"


"Apa kalian akan langsung pergi?, nggak makan malam disini dulu?" tanya Rico lagi membuat semua orang menatap kearah sepasang suami istri itu.


"Aku dan Maya akan dinner diluar untuk merayakan perbaikan hubungan kami, mungkin lain kali saja lagi makan malam disini," tolak Aldo secara halus membuat Maya tersenyum.


"Baiklah, hati-hati dijalan," ucap Rio.


Didalam mobil Aldo terus genggaman tangan Maya dan sesekali mereka bercanda bersama.


"Kita ngapain kesini?" tanya Maya karena mobil Aldo berhenti ditempat foto copy, Aldo tak menjawab pertanyaan itu dan langsung turun dari mobil setelah memberi tanda agar Maya tetap didalam mobil saja.


"Kakak beli apa sih?" tanya Maya penasaran saat melihat Aldo membawa kantong plastik hitam.


"Ada deh, nanti kamu juga tau,"

__ADS_1


***


"Silahkan duduk tuan putri," ucap Aldo sambil menarik kursi disebuah restoran saat mereka sudah sampai.


"Terima kasih,"


Setelah memesan makanan, Aldo mengambil kertas HVS dari kantong plastik hitam yang dibelinya tadi lalu menuliskan sesuatu disana.


"Kamu nulis apa sih?"


"Nanti kamu juga baca, sabar yah," ujar Aldo membuat Maya cemberut, dia kan juga penasaran, kenapa Aldo malah main rahasia-rahasiaan.


Itu yang ditulis kak Aldo apa sih sebenarnya, kok dipakaiin matrei segala, batin Maya. Dia sudah malas bertanya lagi karena pasti Aldo akan menjawab 'Nanti kamu juga tau'.


"Nih silahkan dibaca, terus tanda tangani, kamu juga bisa nambahin kalau mau. Btw kamu semakin cantik loh kalau cemberut gitu," ucap Aldo sembari mencolek hidung Maya. Maya pun mulai membaca apa yang sudah ditulis Aldo itu, dan Aldo juga sudah menandatangani surat itu.


PIHAK 1: ALDO (Suami)


PIHAK 2: MAYA (Istri)



PIHAK 1 BERJANJI TIDAK AKAN MENGECEWAKAN PIHAK 2.


JIKA ADA MASALAH DALAM PERNIKAHAN, AKAN DIBICARAKAN BERDUA TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN. DIUSAHAKAN UNTUK TIDAK MENGAMBIL KEPUTUSAN SENDIRI.


PIHAK 1 DAN 2 BERJANJI UNTUK TIDAK SALING MENINGGALKAN DALAM KEADAAN APAPUN, KECUALI PERMASALAHAN ITU SUDAH SANGAT FATAL.

__ADS_1


JIKA SALAH SATU PIHAK MELANGGAR MAKA PIHAK LAINNYA BOLEH MEMINTA APA SAJA.



YANG BERTANDA TANGAN DIBAWAH INI


PIHAK 1 PIHAK 2


SUAMI ISTRI


"Kamu yakin dengan perjanjian ini?" tanya Maya.


"Iya. Aku hanya ingin pernikahan kita lebih baik lagi kedepannya, dan kalau ada perjanjian seperti itu mungkin akan lebih baik,"


"Aku mau nambahin!"


"Oke, apa?"


"Dilarang melakukan hubungan suami istri kecuali pihak 2 mengizinkan," ujar Maya membuat Aldo terkejut, bukankah melakukan hal itu akan membuat hubungan mereka semakin harmonis.


"Kenapa?"


"Aku belum siap, bahkan aku takut sama kamu, malam itu kamu mengambilnya secara paksa dan dengan kekerasan," ujar Maya dengan mata berkaca-kaca, dia jadi ingat malam itu dan itu membuatnya sedih, sedih karena kesuciannya harus diambil dengan suaminya dalam keadaan mabok.


"Oke, aku setuju, please jangan nangis," ujar Aldo. Maya pun menuliskan tambahan perjanjian itu, lalu menandatanganinya. "Aku akan fotocopy perjanjian ini besok supaya aku dan kamu bisa sama-sama menyimpannya,"


Sesampainya dirumah, ternyata Maya memilih untuk pisah kamar dengan Aldo, dan Aldo berusaha mengerti keadaan istrinya itu, yah setidaknya sudah ada kemajuan pada hubungan mereka dengan Maya mau tinggal kembali dirumah mereka. Perlahan, Aldo akan membuat kepercayaan Maya kembali, dia akan berusaha untuk hal itu.

__ADS_1


__ADS_2