
"Surprise, selamat satu bulan pernikahan sayang!!" ucap Aldo saat Maya membuka pintu rumah. Maya dapat melihat ruang tamu rumah itu terdekor sederhana, dan ada kue dimeja sofa.
"Bukannya kak Aldo bilang, kakak akan pulang jam delapan?" tanya Maya dengan ekspresi datar.
"Sayang," ucap Aldo sambil memegang pundak Maya. "Kakak cuman pengen kasih kamu surprise, dan kakak berhasil, kamu senang nggak?" lanjut Aldo.
Surprise yang aku terima dirumah kak Rio tadi sudah membuatku terluka kak, batin Maya.
"Kakak punya kado buat kamu," ucap Aldo sambil mengambil kadonya yang memang terletak disamping kuenya tadi, lalu memberikannya kepada Maya.
Maya dengan perlahan membuka kado itu dan ternyata isinya berupa kalung berliontin love setengah, wanita itu pun menatap heran kearah Aldo, dan dia jadi mengerti saat Aldo juga memakai kalung berliontin setengah love.
"Kita couplean?"
"Iya sayang, gimana?, kamu suka nggak?" tanya Aldo disertai senyuman bahagia menunggu jawaban Maya.
"Aku nggak tau mau bilang apa kak, sekarang aku juga nggak tau maksud dari semua yang kakak lakuin itu apa," ujar Maya membuat Aldo bingung.
__ADS_1
"Maksud kamu apa?, aku nggak ngerti sayang,"
"Satu bulan yang lalu, kita menikah karena dijebak, kakak tau siapa penjebaknya?!" tanya Maya menatap tajam Aldo.
"Aku..aku nggak taulah sayang, aku kan juga korban disini, tapi aku bahagia karena kita bisa bersama,"
"Kalau dari awal udah salah, pasti kedepannya juga akan salah,"
"May, ini kamu kenapa sih?, aneh tau,"
"Kenapa kak?, kenapa kakak ngelakuin itu, kakak kan yang udah jebak aku dihotel itu, kakak bosnya kan?!!" ucap Maya disertai tangisan yang sudah jatuh dari matanya, nada suaranya pun mulai meninggi.
Aldo terkejut mendengarnya, dia lupa menelfon orang suruhannya itu lagi untuk memastikan situasi sudah aman atau tidak, dan Aldo yakin, Maya pasti tau semua ini dari teman Kevin di Inggris.
"Siapa yang bilang itu semua?, itu nggak benar Maya, kamu harus percaya sama aku!" ucap Aldo sambil memegang tangan Maya, tapi dengan cepat Maya menarik tangannya dan menjaga jarak dari Aldo.
"Aku mau percaya kak, mau banget, tapi kenyataannya kakak pelakunya, dan disini kakak bukan korban yang seperti kakak bilang tadi!!" ucap Maya berlinang air mata, dan air mata itulah kelemahan Aldo, dia seakan rapuh melihat Maya menangis seperti itu.
__ADS_1
"May, kakak..."
"Mau bohong lagi?, kak stop jadikan aku seperti orang bodoh!!. Atau jangan-jangan kakak punya kebohongan lain," ucap Maya, seketika Aldo pun menggeleng.
"Ok, aku memang melakukan itu karena aku cinta sama kamu, cinta aku terlalu besar untuk aku lupakan, makanya aku nggak punya pilihan lain selain itu karena dulu kamu cuman anggap aku sebagai seorang kakak, semua perhatian dan yang aku lakukan dimata kamu hanya sebatas kakak dan adik,"
"Kak Aldo sadar sama ucapan kakak, aku dan kakak umur kita beda jauh,"
"Cinta hadir dengan sendirinya, Maya, aku nggak bisa larang perasaan aku buat jatuh cinta sama kamu, masalah umur nggak jadi masalah buat aku, diluar sana bahkan ada yang lebih jauh umurnya dan mereka bisa sama-sama," ucap Aldo sambil melangkah mendekat kearah Maya.
"Jangan mendekat!!, biarin aku sendiri dulu kak, ini membuat aku kecewa, plis tolong ngerti!" ujar Maya lalu berlari menuju kamar tamu dan menguncinya.
"Maya, kita harus bicara, sayang, permasalahan nggak akan selesai kalau kamu menghindar," ucap Aldo sambil mengetuk pintu kamar tamu itu, namun tak ada suara kecuali suara tangisan dari Maya.
*Hati ini sudah jatuh untuk mu kak, tapi kenapa kakak ngecewain aku. kenapa kenyataan itu harus pahit, Tuhan, batin Maya.
Di satu bulan pernikahan kita, yang seharusnya jadi hari yang bahagia, namun aku tak menyangka Maya, hari ini menjadi hari buruk untukku, batin Aldo*.
__ADS_1
"Bagaimana jika kamu tau kebohongan aku yang lain, Maya. Ini saja membuatmu sekecewa itu, bagaimana kalau kamu tau, aku juga yang sudah membuat Arga meninggalkan kamu," gumam Aldo, dan semua perasaan takut, cemas, dan hancur bercampur jadi satu dalam hatinya.