
"Elu!"
Satu kata itu keluar dari mulut Ghara, dan langsung membuat Lily menganga. Karena sudah terlanjur kesal, akhirnya Ghara asal bicara.
Namun, sepertinya Lily tak begitu menangkap jawaban Ghara. Hingga dia pun menggelengkan kepala sambil berkata. "Kalo gitu harusnya Kakak gak perlu ajak aku ke pesta ini! Kakak cukup dateng sama Kak Key!" Cetus gadis cantik itu, di luar ekspektasi Ghara.
Hingga kini giliran Ghara yang terperangah. "Otak lu ke mana sih, hah?"
Mendapat pertanyaan seperti itu, Lily bertambah semakin kesal, karena Ghara selalu menggunakan kalimat yang terdengar kasar. "Kata Kakak ini semua gara-gara aku, padahal aku dateng juga karena siapa? Karena Kakak!" Sentak Lily sambil menunjuk dada Ghara.
"Argh, Anjβ" Umpatan Ghara menggantung, sungguh merasa sangat frustasi, karena Lily tidak pernah mengerti akan kode darinya. "Lu paham sama apa yang gue omongin gak sih?"
"Ya gimana aku mau paham, kalo Kakak aja muter-muter dan bikin aku pusing!" teriak Lily tak kalah keras, tak ingin disudutkan oleh Ghara. Dia kembali menangis, tetapi masih sanggup untuk membalas semua ucapan pria yang ada di hadapannya.
Ghara mencengkram salah satu bahu Lily, hingga tatapan mereka kembali beradu dengan sengit. Sementara di bawah sana, Lily semakin meremat kuat ujung dress-nya.
"Makanya cerna apa yang gue sampein, Lily!"
__ADS_1
"APA?!"
"GUE SUKA SAMA ELU!"
Deg.
Jantung Lily seperti berhenti berdetak, dengan ludah yang terasa tercekat di tengah tenggorokan mendengar ucapan Ghara. Dia terus membeku, sambil menatap dua bola mata hazel milik pria tampan itu. Maksud Ghara apa? Kenapa bicara seperti itu padanya?
"Maksud Kakak apa?" tanya Lily dengan tergagap, benar-benar tak paham maksud dan tujuan Ghara bicara seperti itu.
Lily seperti lupa caranya bernafas, dia memundurkan kepala karena tak ingin terlalu dekat dengan Ghara. "Jangan bicara omong kosong, Kak! Aku lagi serius."
Sedikit pun dia tidak akan percaya, bahwa Ghara memiliki rasa terlarang itu, sebab status mereka adalah adik kakak!
Ghara menarik sudut bibirnya ke atas, sudah bisa dia tebak, bahwa Lily tidak akan bisa percaya dengan ucapannya. "Lu ngerasa aneh 'kan? Tapi ini yang gue rasain, gue gak pernah bisa anggep lu adik gue, karena perasaan ini beda! Gue gak rela lu dimilikin sama orang lain, gue gak rela ngeliat lu senyum buat mereka! Karena lu cuma punya gue, Li!"
Lily menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, karena Ghara terlihat tidak main-main. Namun, bukankah ini semua salah? Dia dan Ghara tidak akan mungkin bisa bersatu, sebab dalam tubuh mereka mengalir darah yang sama.
__ADS_1
"Kakak gila!" sentak Lily sambil mendorong dada Ghara kuat, tetapi kekuatan yang Lily keluarkan tak mampu membuat pertahanan Ghara goyah.
"Dari tadi lu nanya! Dan gue udah jawab!"
"Tapi bukan jawaban itu yang pengen aku denger!" sentak Lily, karena masih meeasa terperangah, bahkan kalimat-kalimat yang baru saja Ghara lontarkan terus berdengung di telinganya.
"Terus mau lu apa?!"
"Kakak seharusnya inget kalo kita adik kakak!"
"Dan lu perlu tahu, kita gak lahir dari rahim yang sama!"
Tepat pada saat itu, jantung Lily langsung mencelos begitu saja.
***
Inget kembang kopinya! πππ
__ADS_1