Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 46. Kembali Ke Habitat


__ADS_3

Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan makan-makan keluarga. Semua undangan sudah berkumpul di meja panjang, kecuali lima orang yang masih eksis dengan kamera.


"Gak usah peluk-peluk ih, malu tahu!" cetus Lily saat Ghara merengkuh pinggang rampingnya.


Sedari tadi pria ini sudah seperti perangko, selalu menempel pada tubuhnya.


"Buat kenang-kenangan, Li. Sekali seumur hidup lho ini," jawab Ghara, tanpa melepas pelukannya.


"Iya tapi gak usah gini juga!"


Lily seperti sedang diterkam buaya, karena bernafas pun rasanya susah. Sementara di antara mereka berdua, ada Gerry, Edo dan Minnie yang sedang menahan tawa.


"Lu sabar dikit napa, Ghar! Bawaannya pengen langsung nyaplok aja," ujar Gerry, yang membuat Ghara menatap sinis.


"Ngapa lu, iri? Kawin sono, biar gak sia-sia punya kenty."


"Yeh nih bocah kalo dibilangin, ngegas aja!" sewot Gerry, karena Ghara selalu membalas ucapannya dengan nada tak biasa. Padahal dia sudah berbicara pelan.


"Udah buruan foto, nanti mau gue cetak yang gede. Bila perlu gue jadiin baliho. Biar orang-orang pada tahu, Lily cuma punya gue."


Mendengar itu, Lily langsung mendelik. Jangan sampai Ghara merealisasikan ucapannya, karena ia tahu pria ini tidak akan pernah main-main.


"Jangan macem-macem kamu, Kak!" cetus Lily.


"Macem-macemnya nanti di kamar, Li."


Bola mata Lily seperti ingin melompat diiringi dengusan yang terasa semakin kasar. "Ish, mesyum!"


"Mesyum ke istri sendiri gak masalah."

__ADS_1


"Hih, tahu ah, capek aku ngomong sama kakak!"


"Belum juga gue apa-apain udah capek aja."


"KAKAK!" teriak Lily, membuat semua orang yang ada di meja makan jadi mengalihkan pandangan ke arah mereka berdua.


Ghara langsung nyengir tanpa dosa. "Maaf ya semuanya, penganten baru emang gini, sukanya teriak-teriak. Apalagi kalo udah—"


Mendengar jawaban Ghara semua orang langsung geleng-geleng kepala. Sementara Lily yang sudah gemas sekali menyumpal mulut suaminya dengan kedua tangan, agar pria itu berhenti bicara yang tidak-tidak.


"Diem atau aku sumpel mulut Kakak!" ancam Lily dengan tatapan tajam. Namun, semua itu tak berarti apa-apa untuk Ghara karena dia malah tersenyum dan menjilat telapak tangan Lily hingga gadis itu reflek melepaskan tangannya.


"Kak—" Suara Lily tertahan, melihat Ghara yang tersenyum menggoda.


"Kamar aja yuk, Li. Bosen di sini."


"Kita—"


Plak!


Edo langsung menampar wajah Ghara tanpa segan. Karena sudah tahu niat busuk sahabatnya. Ghara menganga dan menghunuskan tatapan tajam ke arah Edo. "Ngapain lu nampar gue, Sat?"


"Lu gila! Masih siang, Bege. Si Lily juga belum makan, udah mau diajakin e'e e'e aja! Bisa-bisa pingsan nih bocah!" cerocos Edo.


"Gue mau ajak dia istirahat, Anjingg!"


"Halah, kita mana percaya sama congor lu yang tukang bokis itu! Jangan mau, Li." timpal Gerry dengan wajah yang menyebalkan, membuat suasana semakin panas.


Ghara melepaskan pelukannya dari tubuh Lily, dengan helaan nafas yang terdengar memburu. Dia bertolak pinggang. "Si Anjingg! Belum ngerasain gue tarik lak-lakannya yak?"

__ADS_1


Gerry tampak saling pandang dengan Edo, seperti tengah memberi kode. Hingga detik selanjutnya tubuh Ghara kehilangan keseimbangannya.


"Kena lu buaya!" ucap Gerry merasa puas, sementara Ghara langsung meronta-ronta.


"Bangsaatt, lu bedua mau apa hah?!" teriak Ghara. Sementara Edo dan Gerry hanya saling melempar tawa.


"Kita mau balikin lu ke habitat asli. Biar isi otak lu gak cuma seputar dada sama slengki!" jawab Edo, mereka berjalan ke arah kolam renang, yang kebetulan tak jauh dari tempat pelaminan.


Melihat itu, semua orang menganga, tak terkecuali Lily. Bahkan dia mengikuti langkah Edo dan Gerry, hingga mereka sampai disisi kolam.


"Anjingg, lu bedua yah!" umpat Ghara, yakin bahwa dirinya akan dilempar ke dalam air yang memiliki ketinggian satu meter itu.


"Selamat basah-basahan ya, Manten baru."


Edo dan Gerry tertawa puas, mereka mulai menghitung satu sampai tiga. Namun, pada hitungan yang terakhir, Ghara sengaja mengeratkan pelukannya pada leher Gerry dan Edo, sehingga mereka kehilangan keseimbangan.


Byurrr!


Ketiganya masuk ke dalam kolam secara bersamaan. Membuat orang-orang yang ada di meja makan langsung berdiri dan mengalihkan perhatian.


"Hah, enak 'kan basah-basahan?" cetus Ghara sambil menyipratkan air ke wajah Edo dan Gerry yang terlihat gelagapan.


Kedua orang itu mengumpat, tak ingin rencana mereka gagal total, mereka kembali menyerang Ghara. Hingga menciptakan gelak tawa dua gadis yang sedari tadi mengekor pada mereka bertiga.


"Ck, baru kali ini gue lihat Buaya, Curut, sama Babii berenang barengan," gumam Jerry sambil menghela nafas panjang.


***


Wkwk tiga hewan dalam satu frame, untung gak saling nyaplok🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2