Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 64. Terpaku


__ADS_3

Setelah berbicara berdua. Ghara keluar dari kamar sambil menggandeng tangan Lily. Karena dia ingin membicarakan tentang pernikahannya malam ini juga.


Akan tetapi ketika mereka hendak masuk ke ruang keluarga. Alessandro tampak menuruni anak tangga dengan langkah yang tergesa.


Ghara dan Lily pun sontak menghentikan laju kaki masing-masing.


"Sip, gue ke sana sekarang!" ujar Alessandro dalam sambungan telepon.


Malam itu dia hanya menggunakan celana santai dengan jaket kulit yang diambilkan Arabella, karena tiba-tiba dia mendapat kabar dari Boby, bahwa sang sahabat telah mengetahui fakta yang begitu mencengangkan.


Di belakang Alessandro, Arabella senantiasa mengekor, karena dia ingin mengantar kepergian sang suami. Sementara pandangan pria paruh baya itu teralihkan pada Lily dan Ghara yang berdiri di bawah sana.


"Daddy mau ke mana?" tanya Ghara dengan kening yang mengerut. Dia sudah mengatakan ingin bicara, tetapi kenapa Alessandro malah mau pergi dari rumah.


"Daddy ada urusan. Kita bisa tunda dulu sampe besok!" jawab Alessandro seraya melirik ke arah Lily sekilas. Kemudian melanjutkan langkahnya tanpa bicara apa-apa.


"Mom, sebenarnya ada apa? Apa ada masalah sama perusahaan?" tanya Ghara, kali ini dia mencekal pergelangan tangan ibunya. Karena tidak puas dengan jawaban sang ayah.


"Mommy juga belum tahu jelas, Sayang. Tapi semoga saja masalahnya tidak terlalu serius. Kamu dan Lily sabar ya, Daddy pasti usahakan secepat mungkin," jawab Arabella apa adanya.


Ghara terdiam, sementara Arabella kembali menyusul Alessandro hingga dia berdiri di depan teras rumah, dan menyaksikan kepergian suaminya yang sangat mendadak.


Ya, setelah mendapat panggilan dari Boby, Alessandro terlihat sangat tergesa-gesa. Arabella yakin, masalah kali ini tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


"Ya udah besok lagi ya, Yang. Sekarang kita istirahat aja," ucap Ghara kembali mengajak Lily untuk masuk ke dalam kamar.


Gadis itu pun mengangguk, lalu semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Ghara, hingga membuat pria tampan itu mengulum senyum. Dengan cepat, Ghara mengecup bibir Lily. "Pinter banget, istri siapa sih ini?"


"Istri buaya!" balas Lily sambil mencebikkan bibirnya membuat Ghara terkekeh.


Sementara di dalam perjalanan. Alessandro tampak tidak tenang, dia terus mengembuskan nafasnya yang menderu hebat, tak sabar dengan apa yang akan disampaikan oleh Boby.


"Gue harap masalah ini gak terlalu serius!" gumam Alessandro sambil menggigit kepalan tangannya. Dia menaikkan kecepatan, agar bisa segera sampai di tempat tujuan.


Mobil sedan itu melandas bagai angin, hingga tak berapa lama kemudian, Alessandro tiba di sebuah cafe. Tak hanya ada Boby, Jerry pun ikut berkumpul dengan kedua sahabatnya.


Karena hubungan mereka bertiga sudah seperti keluarga. Satu mendapat masalah, semua ikut merasakannya.


"Langsung masuk aja, Jer. Si Boby udah di atas 'kan?"


"Dia udah nyampe duluan."


Alessandro pun mengangguk, akhirnya mereka melangkah bersama. Dan masuk ke tempat di mana Boby berada. Ketika melihat kedua sahabatnya datang, Boby segera mengangkat kepalanya. Dia mengusak rokok, kemudian menghadapkan badan ke arah Alessandro.


"Gimana? Apa yang udah lu tahu, Bab?" tanya Alessandro dengan mimik wajah yang terlihat sangat tegang. Sumpah demi apapun, sedari tadi perasaannya sudah tak enak, seperti ada sesuatu yang akan terjadi.


Sementara Boby antara percaya dan tidak percaya, dia menyerahkan berkas mengenai seseorang yang harus ia selidiki. "Lu baca! Gue harap lu gak gegagah, Al."

__ADS_1


Alessandro yang belum sempat duduk segera menyambar amplop coklat yang ada di tangan sahabatnya. Dia membuka dengan kasar, lalu membacanya dengan sangat teliti. Ada beberapa foto juga yang diambil dari jarak jauh, dan hal tersebut tentu membuat Alessandro langsung terperangah.


Dia sadar siapa yang ada di dalam foto itu, karena dia tidak akan pernah lupa seseorang yang telah mengusik kehidupannya. Bahkan hampir merusak masa depannya.


"Bab—" Ucapan Alessandro terputus, karena ia merasa ludahnya tercekat di tengah tenggorokan. Dia tidak ingin percaya, tapi sungguh yang ada di depan matanya adalah wanita yang pernah ada di masa lalunya.


"Iya, Al. Itu Carissa, gue yakin dia udah provokasi Lily. Gue belum tahu ada hubungan apa di antara mereka, tapi gue bisa tebak, ada sesuatu yang lagi dia incer," jelas Boby, sesuai dengan apa yang ada di pikirannya. "Dia mau usik keluarga elu lagi!"


Alessandro langsung terpaku dengan mata yang berkaca-kaca. Otak pria itu berkelana, apakah sebenarnya Lily adalah anak dari wanita itu? Astaga, itu tidak mungkin!


"Dan kemungkinan terbesarnya—"


"Gak, Bab! Si Demit gak mungkin ibu dari anak gue, Lily itu anak gue!" tukas Alessandro dengan tegas. Karena dia yang telah membesarkan Lily bersama Arabella. Tidak ada yang mirip sama sekali dari wanita iblis itu.


"Sabar, Al. Kalo pun bener, lu harus terima. Karena di sini Lily gak salah apa-apa," timpal Jerry ikut menenangkan. Karena dia tahu, ini semua tidak akan mungkin diterima dengan mudah oleh sahabatnya. Namun, Alessandro yang sedang emosi segera melempar berkas yang ada di tangannya dengan kasar.


Dia menyugar rambutnya, dan menghentak ke belakang.


"Gak mungkin, Anjingg! Lu bedua denger ya, Lily itu anak gue sama Ara! Gak ada sangkut pautnya sama cewek bangsaatt itu!" cetus Alessandro dengan mata yang menyalak tajam. Menguapkan kebenciannya terhadap Carissa.


***


Judul sebelah sabar ya, update-nya gantian🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2