
Semua orang bernafas dengan lega ketika bocah balita yang dijuluki sebagai pengganggu itu akhirnya masuk ke dalam mobil. Cio melambaikan tangan ketika kendaraan roda empat itu mulai melandas, membawa dirinya pergi dari perusahaan sang ayah.
"Cee you, Daddy, Kak Gala, Uncle Oby, Uncle Dodo," ucapnya sambil menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri. Senyum cerahnya membuat semua orang ikut tersenyum pula.
"Hati-hati ya, Sayang," balas Alessandro dan langsung ditanggapi anggukan kecil dari bocah tampan itu.
Sebenarnya Cio itu menggemaskan, hanya saja terkadang tingkahnya membuat mereka semua geleng-geleng kepala dan berakhir melambaikan tangan ke arah kamera, tanda menyerah.
"Jangan main ke kantor lagi ya kalo bisa," timpal Ghara, karena sudah cukup sang adik mengganggu pekerjaannya. Dan hal tersebut yang membuat Ghara mendapat jeweran dari Alessandro, sebab walau bagaimanapun Cio tetap menjadi anak bungsu kesayangannya.
"Besok Daddy titipin di ruangan kamu!" cetus Alessandro, yang membuat Ghara memutar bola matanya jengah.
Melihat itu, Cio pun terkekeh. Sebab meskipun sudah jauh, kaca mobil tetap terbuka.
"Kita mau jemput Moya 'kan, Mommy Yiyi?" tanya Cio, karena sering mendengar Amora memanggil Lily dengan sebutan seperti itu, dia jadi ikut-ikutan.
"Iya, Cio, makanya Cio jadi anak baik, biar Moya-nya mau diajak pulang," jawab Lily seraya membantu adiknya untuk duduk.
"Tapi aku gak nakal kok. Aku mau kacih Moya mainan balu, bial main cama-cama," kata Cio dengan binar mata polosnya yang membuat siapa saja pasti merasa gemas.
__ADS_1
"Iya-iya deh, sekarang Cio duduk yang anteng yah," bujuk Lily. Beruntung kali ini Cio mau mendengarkannya, dia duduk dengan tenang sambil menghisap dot yang selalu menempel di pakaiannya.
Hingga akhirnya setelah menghabiskan waktu kurang lebih sama satu jam, mereka pun sampai di kediaman Andreas. Sebenarnya Lily masih cukup enggan untuk datang ke rumah ini, karena Keysha masih menghindarinya.
Bahkan waktu pertama, kehadiran Lily tak bisa langsung diterima. Kesyha selalu menolak bertemu, tetapi Keysha juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sadar melukai Lily hanya membuat dia ada dalam masalah, dan Ghara akan semakin membencinya.
Semakin ke sini Keysha akhirnya mengalah, dalam beberapa kesempatan dia menyapa Lily, meskipun terasa sangat singkat.
Padahal anak-anak mereka sering bertemu dan bermain bersama, karena anak Keysha pun terlahir dengan jenis kelamin perempuan. Meisya namanya.
"Cio, sini pegang tangan Kakak," ucap Lily setelah mereka turun dari mobil. Sebelum mereka masuk ke dalam rumah, mereka disambut oleh beberapa security yang berjaga di depan, dengan sopan Lily pun tersenyum sambil menganggukkan kepala.
Tanpa ragu Lily pun melewati pintu utama dengan menggandeng tangan Cio. Mereka berdua celingukan mencari penghuni rumah. Namun, yang mereka temui justru salah satu pelayan yang kebetulan sedang lewat.
"Oh ya udah, Bi. Biar aku susul ke sana."
"Mau dianter nggak, Non?"
"Nggak usah, Bi. Bibi lanjutin aja kerjanya," balas Lily, lantas setelah itu dia kembali melanjutkan langkah, hingga kini dia berada di taman belakang milik Sonia yang terlihat begitu asri, karena ada banyak bunga-bunga yang tumbuh, dan juga beberapa pohon yang terawat.
__ADS_1
Baru saja Lily ingin memanggil sang anak, dia sudah kedahuluan Cio yang melepas genggaman tangannya dan berlari sambil berteriak. "Moyaaaaa!!!"
Cio terlihat sangat antusias, hingga langsung menubruk tubuh Amora yang kala itu baru saja menoleh. Karena kehilangan keseimbangan, bocah cantik itu terdorong dan berakhir tersungkur di kubangan air sisa hujan semalam.
Tepat pada saat itu, Amora langsung meraung keras, karena tubuhnya kotor terkena lumpur. "Huaaaa … Mommy!"
Sementara Lily dan Sonia yang menyaksikan kejadian itu langsung membuka mulut masing-masing, hingga akhirnya kesadaran mereka pulih, dan bergerak cepat untuk menolong Amora.
Namun, karena langkah Lily lambat akibat menyanggah perutnya, dan posisi paling terdekat adalah Sonia, wanita itu lebih dulu menggapai tubuh sang cucu.
"No problem, Sayang. Amora gak apa-apa," kata Sonia mencoba untuk menenangkan Amora.
"Huaaa … Mommy, angan Moya, angan Moya kotol, Mommy," adu bocah cantik itu sambil menangis. Sedangkan si pelaku yang sempat terjatuh, lekas bangkit dan menghampiri Barbie hidupnya itu.
"Moya, gak apa-apa? Cio kangen Moya," tanya Cio seraya memeluk Amora, tak peduli tubuh gadis kecil itu kotor atau tidak.
***
__ADS_1
Salahmu Moya gemesin 😂