Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 55. Baru Sadar


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Ghara langsung masuk ke dalam kamar Lily. Namun, dia tidak menemukan gadis itu, dia menatap sekeliling dan ternyata Lily sedang berada di dalam kamar mandi. Itu terbukti dari gemericik air yang jatuh ke lantai.


Ghara tersenyum lebar, tanpa membuang-buang waktu, dia segera melempar tas dan meletakkan bunga yang dia bawa di atas ranjang. Sambil melangkah dia melucuti pakaiannya hingga tak tersisa.


Namun, saat Ghara memutar kenop pintu kamar mandi, ternyata benda itu dikunci. Senyum di bibir Ghara langsung menghilang, tetapi dia tak mau menyerah begitu saja.


Tok Tok Tok …


"Li, buka pintunya!" teriak pria tampan itu. Membuat Lily langsung berjengit kaget. Karena tidak biasanya Ghara pulang lebih awal.


"Aku lagi mandi, Kak," balas Lily tak kalah berteriak.


"Ya terus kenapa? Gue pengen mandi bareng elu, Li."


Lily langsung mendelik, karena dia yakin bersama Ghara tidak akan hanya ada sekedar mandi. Pria itu pasti ingin berbuat macam-macam dengannya. "Aku bentar lagi selesai." Ujarnya mencari alasan, padahal dia baru saja masuk.


"Ya udah makanya cepet buka. Gue udah telanjang ini, Li."


Glek!


Lily menelan ludahnya kasar. Namun, seketika dia ingat bahwa dia sedang datang bulan. Ghara tidak mungkin melakukannya lagi seperti semalam.


Akhirnya Lily memakai handuk dengan cepat, dia membuka pintu dengan gerakan ragu, dan ketika benda persegi panjang itu terbuka, dia langsung disuguhi tubuh indah suaminya.


Ghara menyeringai tipis, tanpa memedulikan apapun lagi dia langsung masuk dan menarik tangan Lily. Pria tampan itu membawa tubuh istrinya ke arah shower, dan dengan cepat menarik handuk yang Lily kenakan, hingga kain lembut itu langsung tergeletak di lantai.


"Kak!" tahan Lily ketika Ghara sudah mencondongkan wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku lagi dapet, inget 'kan?" ujar Lily, kemudian menggigit bibirnya. Karena dia merasa malu, ditatap seperti itu oleh Ghara.


Ghara melingkarkan kedua tangan kekarnya di pinggang Lily, hingga membuat bagian bawah tubuh mereka saling menempel. "Yang dapet kan yang di bawah, Li." Balas pria itu dengan tersenyum sumringah. Karena masih banyak jalan menuju roma.


Lily tergagap, sementara ekor buaya Ghara terus menyentuh pangkal pahanya. Terasa menggelikan dan membuat sekujur tubuhnya bergetar.


Ghara mengangkat satu tangannya untuk menyibak rambut Lily ke belakang. Dia ingin menikmati wajah cantik ini, wajah yang akan selalu dia lihat ketika bangun tidur. "Cantik banget sih Lily-nya Ghara." Goda pria tampan itu, membuat Lily langsung mengeluarkan semburat merah.


"Kamu jangan gombal deh, Kak. Buruan mandinya, aku udah dari tadi," ujar Lily mengalihkan pembicaraan. Namun, bukannya menanggapi ucapan sang istri, Ghara justru terkekeh dan menyalakan shower.


"Kenapa ketawa?" tanya Lily.


"Elu pikir gue percaya?!" Ghara balik bertanya dengan menuding kening Lily menggunakan jari telunjuknya.


Cup!


"Lain kali kalo mau boong pinteran dikit! Badan lu belum bau sabun, Li, rambut lu juga gak ada yang basah. Lu mandi apaan? Mandi pasir?" cetus Ghara membuat Lily mencebikkan bibirnya. Karena dia ketahuan berbohong.


Dan hal itu digunakan dengan sangat baik oleh Ghara. Pria itu langsung meraup bibir istrinya, dan melumaaat dengan pelan-pelan.


Sebuah rasa yang membuat Lily terlena. Karena ternyata semua ini tidaklah buruk. Bahkan dengan sendirinya Lily mengeluarkan suara, saat bibir Ghara mulai merayap ke bawah dan menyesap kedua dadanya secara bergantian.


"Ught, Kakak!" lenguh Lily dengan manja, seraya meremass rambut panjang Ghara.


Pria itu terus memainkan lidahnya, hingga membuat Lily merasa tak tahan. Dia mendekap kepala Ghara dengan erat, dan membiarkan pria itu menyesap lebih dalam.

__ADS_1


Sementara di bawah sana Jeky sudah mulai bangun dari peristirahatannya. Ghara kembali mencium bibir Lily hingga menciptakan decapan lidah yang begitu nyaring.


Satu tangan Lily Ghara genggam. Kemudian membawanya turun ke bawah, hingga Lily kembali menyentuh benda keramat itu. Lily melebarkan kelopak matanya, tetapi dia tidak bisa berkomentar apa-apa, karena detik selanjutnya, Ghara membawa tangannya untuk bergerak.


"Enak banget, Li," bisik Ghara tepat di telinga istrinya, bahkan terdengar hembusan nafas memburu di sana.


Dan Lily terus seperti itu hingga Ghara terlihat tak berdaya. Pria itu mencengkram erat bahu Lily, dan melumaat telinga gadis itu.


"Kak—" panggil Lily tertahan ketika tangan Ghara terlepas.


"Kayak tadi, Yang," jawab Ghara dengan tatapan yang terlihat sangat sensual. Lily pun akhirnya menggerakan tangannya sendiri, berusaha untuk menyenangkan suaminya. Hingga tak berapa lama kemudian, gelombang pelepasan itu pun datang.


Ghara mendesaah keras, sambil memeluk istri kecilnya. Lalu membiarkan bibit-bibit buayanya bertaburan di lantai.


"Gue punya sesuatu buat elu, Li," kata Ghara ketika dia sudah berhasil mengatur nafasnya. Dia mengangkat kepala, hingga tatapan mereka bertemu.


"Apa?"


"Ada di kasur," jawab Ghara, membuat Lily semakin mengernyit heran. Dan semakin lama mereka bersitatap, membuat Ghara kembali teringat dengan dua bola mata yang membuatnya penasaran.


Ghara melebarkan kelopak matanya, karena dia baru sadar, kalau kedua mata itu mirip dengan milik istrinya.


Hah, kebetulan aja kali yah?


***


Jangan lupa sajen maljum 😜😜

__ADS_1


__ADS_2