Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 59. Wanna Ride Me?


__ADS_3

"Nanti kalo aku hamil gimana, Kak?" tanya Lily cemas.


"Lu tenang aja, kan gue tanggung jawab, Li," balas Ghara, kini mereka menyudahi penyatuan, gara-gara masalah tidak keluar di luar.


"Tapi masalahnya pernikahan kita kan masih dirahasiain. Masa tiba-tiba aku muncul ke publik udah bunting."


Lily mendesahkan nafas kasar, takut jika dia akan jadi bahan gunjingan, terlebih dia menikah dengan kakak angkatnya. Namun, Ghara tidak akan mungkin membiarkan itu semua terjadi, dia melingkarkan tangan di sepanjang perut Lily, dan mencium tengkuk gadis cantik itu.


"Lu tenang aja, nanti gue yang bakal ngomong sama Daddy. Lagian si Keysha juga udah kawin kok sama Marcell, jadi lu gak bakal dicap sebagai orang ketiga. Tenang ya …."


"Aku takut, aku takut hal itu juga berimbas sama perusahaan Kakak."


Pelan-pelan Ghara membalik tubuh Lily, hingga mereka saling berhadapan. Dia mencengkeram dagu gadis itu, agar mereka bisa bersitatap. "Jangan mikirin sesuatu yang belum pasti. Dan asal elu tahu, gue bakal lindungin elu sekuat mungkin. Kalo ada yang nyakitin elu, jangan harap bisa baik-baik aja."


Perasaan Lily jadi menghangat, padahal beberapa saat lalu mereka masih kalang kabut, akibat tragedi lupa cabut-mencabut.


"Ya udah lanjut buat dedek lagi yuk," ajak Ghara. Membuat Lily mendengus.


"Sana pake sarungnya!" cetus gadis itu seraya mendorong dada Ghara agar menjauh.


"Udah tanggung, Yang. Masalah Pak Ale biar belakangan."


"Ish, Kakak, suka semaunya."


Ghara tak peduli dengan teriakan istrinya. Dia lebih memilih untuk melanjutkan kegiatan mereka yang sempat berhenti, Ghara turun ke bawah sana, dan memanjakan Lily dengan permainan lidahnya.


Hingga membuat gadis itu mengangkat pinggul sambil mencengkram kepala Ghara. Sial, ini sangat nikmat, bahkan Lily tak bisa mengontrol diri untuk tidak mendesaah.


"Wanna ride me? (Ingin menunggangiku?)" tanya Ghara dengan tatapan menggoda.


Lily yang sudah terbang ke awang-awang, tentu tidak dapat berkata tidak. Dia patuh ketika sang suami menarik tangannya untuk duduk di atas perut. "Driving me crazy, My Lily." Bisik Ghara, karena detik selanjutnya dia membiarkan Lily bergerak menyenangkan dirinya.

__ADS_1


"Oh my God, i like it." Ghara mencengkram bokong Lily, selagi gadis itu menaikturunkan pinggulnya. "Faster, Honey, ahhh …."


***


Setelah Carissa menemui Lily hari itu, dia jadi kerap menghubungi anaknya untuk sekedar menanyakan gadis itu sudah makan atau belum. Dia menunjukkan sedikit demi sedikit perhatian, hingga Lily kembali merasakan kasih sayang seorang ibu.


Meskipun Arabella memberikan semua itu, tetapi entah kenapa dia merasakan perasaan lain terhadap Carissa. Dia nyaman, dan membuat dia tidak risih dengan segala perhatian yang wanita itu berikan padanya.


Seperti saat ini, Carissa meminta Lily untuk datang ke rumah kontrakannya. Karena hari ini adalah hari minggu, Lily tidak berangkat kuliah.


Dia izin pada Arabella untuk pergi menemui Carissa, yang saat itu ia panggil Ibu Ica. Karena Carissa tidak mau kalau sampai Arabella curiga dengan kemunculan dirinya setelah beberapa tahun.


"Kakak, langsung pulang aja," ucap Lily ketika mereka sudah sampai di depan gang rumah Carissa. Bahkan dia langsung menyalimi tangan Ghara, agar pria itu lekas kembali ke rumah.


"Lu gak ada niat buat ngenalin dia ke gue?"


"Nanti aja, aku takut Ibu Ica kaget liat Kak Ghara tiba-tiba."


"Ya tetep aja, dia gak kenal sama Kakak!"


"Ya udah kasih tips jalan dulu dong," ujar Ghara mengalah.


"Apa?"


Ghara mengetuk bibir, meminta Lily agar menciumnya. Patuh, Lily langsung mencondongkan wajah untuk mengecup bibir suaminya. Sesuatu yang mulai menjadi kebiasaannya.


Namun, Ghara tidak akan mungkin membuat kesempatan itu hilang begitu saja. Dia memegang tengkuk Lily dan melumaat habis bibir mungil itu. Bahkan satu tangannya yang kelewat aktif, segera masuk ke dalam kaos yang Lily kenakan.


Ghara mencium hingga puas sambil meremass-remass.


"Makasih tipsnya," ucap Ghara saat ia melepaskan bibir Lily. Dia mengusap benda kenyal itu dengan ibu jarinya, karena terlihat basah.

__ADS_1


"Haish, Kakak tuh bener-bener buaya! Sekali hap, langsung abis lipstik aku," gerutu Lily, karena lipstik yang ia kenakan seketika sudah berpindah ke bibir Ghara.


Ghara terkekeh. "Yang penting kan enak, Yang."


"Enak-enak terus yang ada di pikiran kamu tuh. Inget tempat dong, Kak!"


"Gue malah pengen ajak lu main di alam terbuka," ujar Ghara, dengan membayangkan suasana pinggir danau.


"Haish, kamu aja sana! Aku mah ogah."


Lily sudah membuka pintu mobil. Dan menurunkan satu kakinya, tetapi dia urung melangkah karena mendengar suara Ghara.


"Yeh, ntar kalo udah dijejelin Jeky mah beda cerita. Kaya semalem, marah-marah gak jelas, ternyata pengen nambah."


Mendengar itu, tanpa segan Lily langsung membanting pintu mobil, karena terlanjur malu. Sementara Ghara tergelak kencang, mengingat wajah Lily yang kesal karena dia pura-pura tidak mengerti kode yang istrinya berikan.


"Li, Li, udah gede ambek, gede gengsi lagi, untung istri gue," gumam Ghara masih dengan kekehannya.


***


Carissa sudah menunggu kedatangan Lily di depan pintu, dan ketika melihat anaknya datang, wajah Carissa langsung sumringah. Dia bangkit dan menyambut Lily dengan tangan terbuka.


"Nak Lily, naik apa ke sini? Gak nyasar 'kan?" tanya Carissa setelah memeluk putrinya.


"Euu, gak sih, Bu. Kan aku pake maps tadi, kebetulan dianter sama suami aku," jawab Lily apa adanya. Dan hal tersebut membuat Carissa langsung terperangah.


Suami?


***


Gak sekalian main di tengah danaunya, Bang?🤣

__ADS_1


__ADS_2