
Alessandro sudah memberitahu pada Lily dan Ghara bahwa pernikahan mereka akan diadakan besok pagi di Luxury Villas Hotel. Karena dia ingin segera meluruskan kesalahpahaman media, terhadap hubungan kedua anaknya.
Dia tidak mau nama Lily maupun Ghara tercemar hanya karena status pernikahan mereka yang disembunyikan itu.
Dari semalam mereka sudah menginap di hotel tersebut, dengan menyewa beberapa kamar. Agar tidak terlalu repot di perjalanan.
Dan tepatnya hari ini, hari resepsi pernikahan itu diadakan. Saat hari mulai terang, Lily sudah didandani secantik mungkin. Dia memakai gaun yang begitu indah, dengan riasan yang sangat memukau.
Begitu pun juga Ghara, dia sudah bersiap-siap menyambut pesta. Dengan tuksedo berwarna hitam. Dia sedikit merapihkan rambutnya, agar terlihat semakin tampan di depan Lily.
Sementara di luar sana, orang-orang sudah sibuk menyiapkan semuanya. Karena mendadak, Edo dan Gerry pun turut membantu untuk mengatur ini dan itu.
"Yang mau kawin siapa, yang repot siapa. Sue bener dah gue mah," gerutu Gerry sambil membawa beberapa barang yang dibutuhkan.
"Dah jangan nyerocos mulu. Entar pas elu kawin si Ghara suruh jadi yang mungut-mungut piring," timpal Edo yang berjalan di sampingnya.
"Wuih, bener juga. Gue udah bayangin cucu buaya pake celemek terus muter-muter nyari piring kotor di hajatan."
Mendengar itu, Edo pun ikut terkekeh geli, dia geleng-geleng kepala, berharap bayangan Gerry menjadi kenyataan. "Gila lu, Ger!"
Lantas mereka kembali sibuk, berbeda dengan sepasang pengantin yang sudah ada dalam satu kamar. Lily dan Ghara hanya tinggal menunggu, tetapi hal tersebut justru membuat Lily merasa sangat gugup. Karena dia akan bertemu dengan banyak orang.
Ghara menyadari itu, dia segera merapatkan tubuhnya ke arah Lily, kemudian meraih tangan gadis itu. "Pegang tangan aku kalo kamu ngerasa gugup. Karena aku bakal selalu jadi pelindung kamu, sampai kapanpun."
Lily mengulum senyum, lalu berusaha menghembuskan nafasnya dengan pelan-pelan. Berharap dia bisa tenang, meskipun tak bisa bohong, dia sangat nervous.
"Makasih, Kak. Aku cuma gak biasa aja sih ketemu sama banyak orang begitu, makanya, aku benar-benar takut kalo ada yang salah."
__ADS_1
"Ada aku, kamu gak perlu khawatirin apapun."
Mendengar itu, Lily pun berusaha untuk percaya. Meskipun jantungnya terus berdebar-debar tidak karuan, seperti kehilangan kontrol.
Dan tanpa diduga, Ghara melandaskan kecupan di keningnya. Terasa sangat dalam dan lama, membuat dia merasakan kedamaian, hingga memilih untuk menutup mata.
"Apapun yang terjadi, janji sama aku, kalo kita bakal sama-sama terus," ucap Ghara sambil menatap dua bola mata Lily. Dan gadis itu tidak bisa menolak semua yang suaminya berikan, ya, dia akui dia mulai nyaman berada di sisi Ghara.
Hingga dia berinisiatif untuk memeluk suaminya lebih dulu. "Aku cuma minta, jangan kecewain aku. Aku sayang sama Kakak."
Ketika mereka sedang menunjukkan romantisme masing-masing. Pintu malah terbuka dan menampilkan wajah Edo dengan mata yang membulat. "Heh, udah dulu peluk-pelukkannya. Bentar lagi elu bedua dipanggil, sekarang bokap buaya lagi sambutan tuh."
"Ah elah, masih lama kali, Do," balas Ghara dengan tatapan sengit, sementara Lily menunduk malu-malu.
"Udah lewat satu menit yang lalu, Njiirr."
"Bodo amat lah, Ghar. Yang penting gue udah kasih tahu!" cetus Edo, mengabaikan ocehan sahabatnya.
Sementara di atas sana, Alessandro tengah menjelaskan siapa Lily sebenarnya. Dan meluruskan semua kesalahpahaman media.
"Sebenarnya saya sudah berencana untuk mengumumkan ini semua minggu depan. Tapi ada sebuah kejadian yang tidak terduga, dan membuat nama anak saya, nama keluarga, serta nama perusahaan ikut terseret. Jadi, saya putuskan untuk mempersingkat waktunya. Dan tepat pada hari ini, saya ingin semua orang tahu, bahwa Gharial El Barrack, memang telah menikahi putri angkat saya, Liliyana El Barrack. Ada beberapa alasan yang membuat saya menyembunyikan semua itu dari media, dan itu semua tidak ada sangkut-pautnya dengan pembatalan pertunangan antara Ghara dan Keysha. Karena untuk saat ini, publik pun tahu, Keysha sudah menikah lebih dulu. Untuk itu, mohon informasi ini diterima dengan baik, karena saya rasa tidak ada yang salah. Cinta bisa datang kapan saja, dan pada siapa saja. Tugas kita hanya mengendalikan," papar Alessandro dengan panjang lebar.
Sementara di bawah sana kamera terus membidik dan merekam apa yang telah disampaikan pimpinan utama Sixnine Entertainment.
Setelah Alessandro mengucapkan terima kasih dan salam penutup. Semua orang pun bertepuk tangan riuh, ada sebagian yang mencoba memahami situasi Ghara dan Lily. Dan ada pula yang saling berbisik, karena menurut mereka masih cukup janggal.
Namun, Alessandro tidak akan mungkin bisa menghentikan pemikiran orang-orang itu. Karena dia sudah menjelaskan yang sebenar-benarnya.
__ADS_1
"Dan untuk acara selanjutnya, mari kita sambut pengantin kita hari ini. Untuk Tuan Ghara dan Nona Lily, silahkan masuk ke aula," ucap pemandu acara dengan sumringah.
Mendengar nama mereka dipanggil, Lily dan Ghara pun segera bangkit. Ghara menekuk lengan, agar Lily memeluknya. Gadis cantik itu tersenyum, dan senang hati mengikuti semua kemauan Ghara.
Mereka pun berjalan melewati karpet hingga ke tengah-tengah panggung. Dan setiap langkah mereka, kelopak bunga terus bertebaran, membuat kedua orang itu tak berhenti mengulum senyum.
Lily benar-benar menjadi ratu hari ini, karena Ghara senantiasa memperlakukan dia dengan sangat baik. Bahkan ketika naik ke atas panggung, pria itu bak pangeran yang sedang menuntun jalannya.
"Beri tepuk tangan yang meriah!" seru MC, ketika sepasang pengantin sudah berada di atas panggung. Dan ruangan itu langsung bergema dengan tepuk tangan serta teriakan happy wedding.
Ghara dan Lily berhadapan, dan pria itu mencondongkan wajah ke telinga Lily untuk berbisik. "Gue gak bakal bosen bilang ini. I love you, My Lily."
Gadis itu langsung tersipu, sementara suara teriakan semakin terdengar keras. Mereka meminta Ghara mencium pengantin wanitanya, dan tanpa segan Ghara langsung menyatukan bibir mereka berdua.
"Ck, gila! Cucu buaya kalo udah nyipokk kek vacum cleaner, nyedot bener!" cibir Gerry merasa gemas sendiri dengan tingkah sahabatnya.
Sementara di balik itu semua, ada Andreas yang begitu terperangah. Karena ternyata, Lily memang benar-benar menjadi menantu Alessandro.
Dan kini, hasil tes DNA sudah ada di tangannya.
***
Kali ini gue gak cuma mau ambil rendang, tapi mau bawa pulang angsanya juga🤣🤣🤣
__ADS_1