
Sepanjang perjalanan ke perusahaan, Andreas terus termenung. Dan dia juga baru teringat dengan kalimat yang terlontar dari mulut Ghara saat pertama kali bertanya padanya. Istri? Apa maksud Ghara menganggap Lily sebagai istri?
Bukankah mereka kakak adik, apa sebenarnya yang sudah terjadi? Dan sialnya, dia baru menyadari ketika sudah berada di dalam mobil seperti ini.
"Apa jangan-jangan Lily sudah tahu kalau dia bukan anak kandung Alessandro?" gumam Andreas yang hanya mampu didengar oleh telinganya sendiri.
Andreas merasa cukup pusing karena terus memikirkan itu semua. Dan sekarang dia berharap bahwa tes DNA yang ia lakukan hasilnya negatif, agar tidak menimbulkan masalah di dalam keluarganya.
Apalagi mengingat Keysha batal nikah dengan Ghara. Dia tidak mau kalau sampai sang anak membenci Lily, hanya karena dia hasil hubungan gelapnya dengan wanita lain.
"Tapi kalau sampai benar, aku tidak akan mungkin bisa lari dari tanggung jawab. Dia tetap putriku, darah dagingku," sambung Andreas sambil menoleh ke samping, memperhatikan jalanan yang telah dilewatinya dengan tatapan sendu.
***
Gosip langsung menyebar begitu cepat tentang perdebatan antara Ghara dan Andreas ketika di halaman kampus. Sebab ada yang sengaja merekam secara diam-diam dan disebarluaskan.
Apalagi pada bagian akhir terlihat Ghara memeluk tubuh Lily dengan tidak lazim. Seperti bukan layaknya adik kakak. Hal tersebut membuat publik merasa curiga, hingga banyak sekali persepsi yang keluar.
__ADS_1
Dan hal tersebut sudah sampai di telinga Alessandro. Sepertinya dia harus mengambil tindakan untuk memberikan keterangan bahwa sebenarnya mereka sudah menikah.
"Bab, siapin semunya besok. Gue gak mau tahu, pokoknya besok selesai!" ujar Alessandro. Membuat Boby langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
"Al, besok? Astaga, lu gak salah 'kan?"
"Gak, Bab. Gue udah gak bisa nahan lagi, ini semua bertaruh sama reputasi anak gue. Gue gak mau publik berpikir yang macem-macem lebih dari ini! Yang ada, kontrak kerja sama bakal ilang semua," jelas Alessandro, karena bagaimanapun Ghara adalah pimpinan di Sixnine Entertainment, skandal yang menyangkut dirinya sudah tentu akan berimbas pada perusahaan.
"Gila sih ini, gue telepon pihak WO-nya dulu deh," ujar Boby, kemudian bangkit untuk menghubungi wedding organizer yang sempat dia booking untuk Minggu depan.
Dia berharap semoga tidak ada kendala, agar semuanya berjalan dengan lancar. Akan tetapi jika pihak WO tidak menyanggupi, maka dia harus mencari yang lain, dan dia yakin semuanya tidak mudah, karena terlalu mendadak.
"Bisa, Tuan. Tapi fee-nya juga ada penambahan, apakah Tuan tidak masalah?"
"Oh tidak-tidak, tidak apa. Catat saja semuanya, nanti saya langsung transfer, yang penting besok sudah dipersiapkan."
"Iya, Tuan. Lokasi juga saya ubah ya, karena gedung yang kemarin sudah ada yang booking."
__ADS_1
"Baik, atur saja bagaimana baiknya. Nanti kalau sudah beres hubungi saya lagi."
"Baik, Tuan."
Setelah itu panggilan pun terputus. Hari ini Boby menjadi super sibuk, karena harus menyiapkan ini dan itu. Tak ingin lelah sendiri, dia pun meminta Jerry untuk datang dan membantunya.
Karena ia tahu Alessandro tidak akan mungkin bisa dia andalkan.
***
Sementara di lain sisi, Carissa terus merasa ketakutan, karena di sana banyak sekali hewan melata yang tiba-tiba muncul.
Tak hanya itu, dia juga tidak bisa tidur dari kemarin karena lantainya yang mengembun, membuat dia selalu kedinginan.
"Kamu benar-benar bejatt, Al. Kamu menyiksaku seperti ini, membuat aku ketakutan dan kelaparan! Dasar bejatt!" teriak Carissa dengan penuh amarah, dia pun menangis, karena lagi-lagi hewan menjijikkan mendekati dia.
"Pergi kamu, pergi!" teriak Carissa, tetapi binatang kecil yang dijuluki sebagai kaki seribu itu tidak peduli, dia terus berjalan ke arah Carissa membuat wanita itu merasa frustasi.
__ADS_1
"Menjijikkan!"