Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 37. Kesepakatan


__ADS_3

Alessandro menghembuskan nafas, setelah mendengar pertanyaan puteranya. Dia benar-benar tidak bisa menunda lebih lama, tentang pernikahan Lily dan Ghara. Sebab ia takut keduanya akan melakukan hal-hal yang lebih gila.


"Diam dulu, biarkan Daddy bicara!" ujar Alessandro. Tak ingin sang putra menyela.


Akhirnya Ghara diam, tetapi tidak dengan jemarinya yang senantiasa memainkan rambut Lily. Menggulungnya lalu melepaskan. Dan terus seperti itu.


"Daddy dan Mommy sudah melihat konferensi pers yang kamu adakan tadi pagi, jujur, kami berdua sangat terkejut dan juga salut. Terkejut karena apa? Karena ternyata Keysha tak sebaik yang kami kira. Dan kami salut, karena kamu berhasil menyelesaikan semuanya," jelas Alessandro, menyambung perkataannya yang sempat terputus.


Alessandro tersenyum bangga ke arah Ghara, tetapi Ghara tidak membutuhkan itu semua. Dia hanya ingin Alessandro merestui hubungan ia dan Lily, bukan basa-basi seperti ini.


"Dad, bisa dipercepat gak ngomongnya? Yang intinya aja, itu mah gak penting-penting amat!" timpal Ghara, membuat senyum di bibir Alessandro dan Arabella menyurut seketika.


Sementara di sampingnya Lily merasa gemas, hingga reflek mencubit paha kakaknya itu.


"Aw! Main cubit-cubitannya nanti, Li, kalo di kamar, biar bisa cubit yang lain," ujar Ghara sambil mengusap-usap bekas cubitan Lily yang terasa sangat panas.


"Kakak!"


"Apa, Sayang?" jawab Ghara dengan nada yang sangat manja. Membuat Lily jadi merinding disko.


Dia mengerutkan sudut bibirnya, merasa aneh dengan panggilan sayang yang Ghara berikan. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan selama hidupnya, dicintai oleh seseorang yang dia anggap sebagai kakak.


Sementara kedua orang tuanya bak patung tak bernyawa, sebab mereka hanya bisa menatap penuh jengah.

__ADS_1


"Ghara, dengarkan Daddy!" ujar Alessandro, ingin kembali berbicara dengan serius.


"Dari tadi aku udah dengerin lho, cuma Daddy-nya aja yang ngomong sepotong-sepotong."


"Iya makanya kamu jangan suka motong!"


"Aku sukanya masukin, Dad," timpal Ghara seraya melirik Lily dengan tatapan menggoda. Membuat Arabella hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia sudah angkat tangan untuk meladeni tingkah putranya.


"Ya sudah singkat saja. Daddy dan Mommy ingin kalian secepatnya menikah!" ujar Alessandro, merasa lelah sendiri untuk menunggu momen yang pas berbicara dengan Ghara.


Mendengar itu, Lily langsung melebarkan kelopak matanya dengan mulut yang menganga. Berbeda dengan Ghara yang langsung tersenyum sumringah dan berjingkrak memukul meja.


Brak!


Kepala Alessandro langsung vertigo. Sementara Lily seperti orang linglung menghadapi situasi ini. Kenapa? Apakah karena dia kepergok berciuman Dengan Ghara, jadi mereka akan dinikahkan?


"Dad, kenapa aku mau dinikahin sama Kakak? Tadi pagi kita—"


"Yes, tadi pagi Mommy liat kita tabrakan bibir," sambar Ghara dengan heboh, membuat Lily menghentikan ucapannya.


"Kak Ghara diem dulu!" sentak gadis cantik itu. Karena dia ingin menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya. Sumpah demi apapun, tadi pagi dia tidak melihat Arabella, dan dia seperti tidak sadar saat dicium Ghara. Makanya dia diam saja.


"Gue cuma kasih fakta lapangan, Li."

__ADS_1


"Ih bukan itu, tadi pagi itu aku sama Kakak—"


"Main asyik-asyik," tukas Ghara sambil berjoget ria.


"Ish, ahhh, Kakak!" Lily merasa frutasi sendiri menghadapi tingkah absurd Ghara. Karena jujur saja, dia belum siap menikah. Apalagi dengan pria yang notabenenya dia kenal sebagai kakak kandungnya.


Ah, sungguh rasanya sangat aneh.


"Tapi kamu jangan senang dulu, Ghara!" tukas Alessandro tiba-tiba, menghentikan Ghara yang sedang menggoyang-goyangkan kepalanya.


Alis Ghara terangkat. "Maksud Daddy apa?"


"Mommy sama Daddy baru aja buat kesepakatan, jadi mau tidak mau kalian harus mengikutinya. Poin pertama, kalian terpaksa menikah secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari berita bahwa Lily adalah orang ketiga di antara kamu dan Keysha. Kedua, poin untuk Ghara, jangan membuat masalah dengan siapapun, atau kamu harus menerima konsekuensinya. Dan yang terakhir—main pakai pengaman atau tidak sama sekali!"


Mulut Lily semakin menganga mendengar poin demi poin yang disebutkan oleh ayahnya. Alessandro sengaja tidak menerima protes apapun dari Lily, karena yang dikhawatirkan adalah Ghara. Dia takut, putranya merudal paksa putri kesayangannya. Dan berakhir masalah.


"Ck, Li, lu mau kon&om rasa apa?"


"GHARA!!!" teriak Alessandro dan Arabella.


***


Rasa Tobeli, Bang 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2