
"Yang, kamu mau beli apa sih? Kok pake acara ajak-ajak aku segala?" tanya Minnie, sebab tiba-tiba sang kekasih menelpon dan meminta ia datang ke perusahaan Sixnine Entertainment.
"Entar aku kasih tahu kalo udah nyampe di mall," jawab Edo sambil menyetir. Karena dia baru mendapat tugas dari Ghara, untuk membeli beberapa barang, sebelum pria itu menikah.
Minnie pun akhirnya mengangguk patuh, dia kembali duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya. Hingga tak berapa lama kemudian, mereka tiba di salah satu mall terbesar yang ada di pusat kota.
Sebelum turun Edo mengeluarkan ponselnya, lalu mencari gambar yang baru saja dikirimkan oleh sahabat sengkleknya. "Nih, Yang, kita suruh beli ginian. Kamu ngerti 'kan?"
Minnie menelisik gambar yang disodorkan oleh Edo, tiba-tiba keningnya mengerut, merasa penasaran kenapa Edo disuruh membeli benda itu. "Buat apaan itu, Yang? Siapa yang nyuruh kamu?" Cecarnya.
"Si Ghara, Yang. Besok dia mau kawin sama Lily, tapi kamu jangan bilang sama siapa-siapa yah."
Mendengar itu, kelopak mata Minnie langsung membulat dengan sempurna. Merasa tak percaya jika Lily dan Ghara akan menikah. Karena setahunya mereka adalah adik kakak.
"Kok nikah? Mereka 'kan—" Minnie tak melanjutkan kalimatnya, karena semua ini terasa begitu mustahil.
"Mereka gak sedarah, Yang. Lily cuma anak angkat nyokap sama bokapnya Ghara."
Minnie pun mengangguk paham. Sekarang dia tahu kenapa Ghara sangat posesif pada Lily dan tidak menerima Keysha. Ya, itu semua karena mereka memiliki hubungan spesial.
"Jangan iri yah, aku masih kumpulin uang soalnya buat nikahin kamu. Katanya kamu pengen tema Disney," ujar Edo sambil menyelipkan anak rambut Minnie ke belakang telinga.
Membuat gadis itu jadi salah tingkah. Dia melirik sekilas untuk menatap wajah sang pacar, tetapi dia malah mendapatkan sebuah kecupan.
"Ih, Kakak!" Tiba-tiba Minnie berteriak seperti tidak terima.
"Kenapa, Yang?"
"Kenapa cuma satu? Yang ini juga mau," rengek Minnie sambil memonyongkan bibirnya.
Edo terkekeh kecil, lalu dengan cepat mengecup bibir ranum milik Minnie. "Dah jangan banyak-banyak, bisa-bisa kita dikawinin besok juga."
Akhirnya Minnie dan Edo pun keluar. Mereka bergandengan tangan seperti pasangan pada umumnya. Dan menjelajahi toko demi toko untuk mencari barang yang diminta oleh Ghara.
Kedua orang itu terdiam dan hanya bisa saling pandang, ketika tiba di satu toko yang menjual berbagai macam pakaian kurang bahan. Dari model yang agak sopan sampai model yang benar-benar membuat seorang wanita seperti telanjangg.
"Ada yang bisa kami bantu, Nyonya, Tuan?" tanya sang pelayan.
Namun, bukannya menjawab, Minnie malah merapatkan badan ke arah Edo sambil melihat satu persatu pakaian yang terpajang.
"Ini yang mana, Yang?" tanya Minnie dengan berbisik. Karena jujur saja, dia bingung sekali untuk menentukan model mana yang menjadi kesukaan Ghara.
__ADS_1
Padahal sebenarnya Ghara lebih suka Lily tidak memakai apa-apa.
"Pokoknya yang kayak digambar aja, Yang. Yang terbuka, yang seksi, yang sekali tarik langsung tancap gas. Si Cucu Buaya gak suka yang ribet-ribet soalnya. Jangan lupa, 30 set, biar bisa gonta-ganti sebulan," jelas Edo tanpa ragu. Sesuai pesan yang dituliskan oleh calon manten baru.
Minnie langsung mendelik dan meneguk ludahnya. "Seriusan?"
"Serius, Yang. Sableng 'kan?"
Nasib asisten, disuruh apapun oleh bosnya dia hanya bisa menurut dan menganggukkan kepala.
"Jadi gimana, Nyonya?" tanya pelayan, menyadarkan kedua orang itu.
"Ah pokoknya yang seksi, yang terbuka, yang sekali tarik langsung apa tadi, Yang?" jawab Minnie sekaligus bertanya dengan nada polos, membuat Edo jadi gelagapan. Karena wanita yang ada di depannya pasti berpikir, bahwa dia yang memiliki semua ide gila itu.
Sementara sang pelayan sudah mulai senyum-senyum tidak jelas. Menebak bahwa keduanya adalah pengantin baru, yang masih semangat dan gencar melakukan ninaninu.
Edo memalingkan wajah, lalu berbisik di telinga Minnie. "Yang sekali tarik langsung tancap gas. Jangan sampe diulang lagi, Yang. Harga diri aku dipertaruhkan lho ini."
Minnie tersenyum manis.
"Yang sekali tarik langsung tancap gas, Mbak, katanya."
Edo langsung menepuk jidat, karena dia harus menanggung malu akibat permintaan aneh sahabatnya.
***
"Nanti kita nikah aku mau kamu beliin yang bando kelinci gitu, Yang, kayaknya lucu," ujar Minnie dengan tersenyum sumringah saat mereka baru keluar dari toko lingerie.
"Gak, gak, aku mau langsung polosan aja! Lebih gampang!" jawab Edo, karena dia tidak mau lagi menahan malu.
Bibir Minnie berubah mencebik.
"Ish kok gitu?"
"Gitu gimana? Ujung-ujungnya juga gak dipake, Yang. Dibuang!"
"Tapikan—"
"Udah pokoknya aku mau malam pertama kamu langsung gak pake apa-apa!" tegas Edo, lalu menarik tangan Minnie agar gadis itu berhenti merengek meminta lingerie dengan bando kelinci.
Dan kini tujuan mereka adalah mini market, Edo membawa Minnie berkeliling untuk mencari benda selanjutnya.
__ADS_1
"Kamu beli apa itu, Yang? Kok banyak banget?" tanya Minnie saat Edo memasukkan beberapa kotak yang entah isinya apa ke dalam keranjang belanjaan.
"Penampungan."
"Penampungan apa?"
Minnie makin penasaran, dia menernyitkan dahinya lalu meraih satu kotak. Dia baca pelan-pelan, "perisa anggur?"
"Ini permen, Yang? Atau apa?"
"Kamu mau coba?" Edo balik bertanya dengan senyum jahil. Sementara Minnie tak merasa curiga.
"Boleh, aku coba satu yah."
Edo langsung tergelak kencang, membuat pengunjung lain jadi mengalihkan perhatian.
"Nyobainnya harus sama aku, Yang."
"Oh gitu? Terus kenapa kamu ketawa? Emang ada yang lucu?" tanya Minnie, merasa aneh dengan sikap pacarnya. Dan hal tersebut tentu membuat Edo semakin merasa gemas.
"Ahhh perawan Pak Jerry kenapa gemesin banget sih?"
Edo hendak mencubit pipi Minnie, tapi sebelum itu terjadi sebuah deheman keras di belakang sana, membuat laju tangannya berhenti.
"Ehem! Ada bujangnya si Jerry juga di sini!"
***
Deterjen : Thor, visualnya Ghara ini, itu, anu, hooh tenan, ente kadang-kadang ente.
Ngothor : Gue udah bilang ya, Markonah. Lu bebas bayangin tokoh gue kayak apa aja. Karena halu kita gak mungkin bisa sama. Gue up visual di sini karena ada reader yang komen gak punya igeh, makanya dengan terpaksa gue up di sini. Tapi misalkan kurang cocok, whatever! Lu pada bisa cari visual sesuai hayalan sendiri-sendiri.
Deterjen : Tapi emang beneran gak cocok, Thor.
Ngothor : Iya makanya udah gue hapus semua yang ada di bab. Yang mau liat visual langsung ke igeh ngothor aja ya. Mohon kerja samanya🙏🙏🙏
Igeh @nitamelia05
Gue gak marah🙄🙄🙄 cuma anu aja.
Salam anu👑
__ADS_1