
Lily kembali membuka pintu kamar mandi dan melempar baju yang baru saja Ghara berikan. Mana mau dia memakai baju kekurangan bahan seperti itu, apalagi di depan suaminya.
"Aku gak mau pake baju itu! Ambil yang lain," ketus Lily dengan dada yang bergemuruh penuh kekesalan.
Gelak tawa Ghara berhenti seketika. Menatap tumpukan kain yang tergeletak di atas lantai. "Lho kenapa, Li? Itu bagus, kali-kali lah lu cosplay jadi kelinci."
"Iya terus Kakak jadi buaya yang makan aku?! Gak, aku gak mau baju jaring lele itu!"
Senyum di bibir Ghara merekah mendengar omelan istrinya. Dia meraih baju itu lalu melangkah ke daun pintu. "Lu 'kan emang lele jumbo yang suka nyipokk gue, Li."
Lily langsung mendelik.
"Kapan aku berbuat kayak gitu sama Kakak?!" sentaknya tak terima.
"Waktu di hotel, terus di mobil, di balkon. Apa? Masih mau ngelak kalo lu gak pernah nyipokk gue? Sini keluar, biar gue ceritain gimana kelakuan badung elu," tantang Ghara. Namun, Lily justru terdiam. Dia melirik ke sana ke mari dan tidak ada hasilnya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, udah cepet ambilin baju aku!"
"Ya elah, ngapain repot-repot pake baju sih, Li. Bentar lagi juga kita stay di medan pertempuran. Kita gak butuh itu!" jawab Ghara dengan nada slengean. Membuat Lily tergagap, tak tahu harus menjawab apa.
"Hah, percuma minta tolong sama Kakak!"
Hingga akhirnya dengan teramat sangat terpaksa. Lily membuka pintu, dia mengumpulkan keberanian untuk melangkah di depan Ghara hanya dengan mengenakan handuk sebatas paha.
Ghara melongo sementara Lily tidak memedulikan apapun lagi, tujuannya hanyalah lemari pakaian.
Dia segera membuka benda itu, dan mengambil secara acak. Dia tidak sadar jika kini dirinya telah menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Lekuk tubuh Lily membuat sesuatu dalam diri Ghara meronta-ronta, hingga ludahnya terus keluar dan dia meneguknya beberapa kali. Pria itu melangkah semakin dekat, dan ketika Lily berbalik. Dia sudah mendapati Ghara berada tepat di depan matanya.
Deg.
Jantung Lily seperti ingin terjun bebas dari sarangnya. Sementara kelopak mata gadis itu terbuka lebar, dengan perasaan yang mulai gusar. Apalagi saat ia menyadari tatapan Ghara yang mulai berbeda, hah sungguh rasanya dia sudah seperti menantang buaya di rawa-rawa.
"Lu sendiri yang nantang gue yak, Li."
Ghara semakin mengikis jarak, sementara Lily reflek mundur hingga punggungnya menabrak lemari pakaian. Dia terlihat sangat waspada, sementara Ghara hanya menunjukkan senyum yang membuat aliran darah Lily terasa semakin cepat.
"Kak!" lirih Lily nyaris tak ada suara. Dia seperti tidak memiliki kekuatan apapun, hingga bergerak pun rasanya sangat susah.
Hingga tiba-tiba handuk yang dia kenakan turun dan jatuh ke lantai. Membuatnya langsung ternganga, dia ingin berteriak, tetapi secepat kilat mulutnya dibungkam oleh ciuman Ghara.
Pria itu memegang kedua rahang Lily dengan kuat, dan memperdalam ciumannya hingga nyaris tak bisa lepas. Menciptakan geleyar aneh yang langsung naik ke puncak ubun-ubun.
Tanpa sadar Lily memegang pinggang Ghara dengan mata yang senantiasa tertutup. Lama-lama kelamaan gadis cantik itu pun terlena, dia tidak bisa menolak apa yang Ghara berikan, hingga dengan sendirinya dia membuka mulut dan sedikit demi sedikit membalas ciuman itu.
Lily membusungkan dada, ketika tangan Ghara semakin bergerak tak ramah. Dia meliuk, apalagi saat bibir Ghara menyusuri leher jenjangnya.
"Ught, Kak!" lenguh Lily tanpa sadar, semakin merasa belingsatan. Dia menangkup leher Ghara, hingga dia merasa kakinya melayang ke udara. Karena Ghara telah berhasil mengangkat tubuh mungilnya.
Pria tampan itu merebahkan tubuh Lily di atas ranjang, melihat raut wajah Lily yang sudah terlihat sangat sensual, membuat Ghara lekas membuang pakaiannya.
Sementara Lily mulai tersadar, dia melebarkan kelopak matanya saat melihat perut sixpack juga dada bidang milik suaminya. Memang terlihat sempurna, tetapi entah kenapa dia malah mencengkram sprei dan beringsut takut.
Apalagi saat Ghara sedang membuka penutup terakhirnya. Dengan reflek Lily berteriak. "Kakak, stop!"
__ADS_1
Ghara langsung menghentikan aksinya dan mengangkat kepala. "Kenapa, Li?"
"Kakak, mau apa?" tanyanya dengan polos, sebuah pertanyaan yang seperti keluar sendiri dari mulutnya.
Ghara menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. "Mau ngenalin Jeky sama kue pukis lah."
Glek!
Lily langsung meneguk ludahnya secara kasar. Apalagi saat ia menyadari tatapan Ghara yang mengarah pada pusat tubuhnya. "Sekarang?"
"Ya, sekarang. Kan ini malem pertama kita."
"Sekarang banget?"
"Ya iya, Sayang."
"Tapi—" Ucapan Lily menggantung, saat ia menyadari sesuatu yang menyembul seperti ingin keluar dari persembunyiannya.
"Udah sesek banget, Yang," rengek Ghara meratap. Dia menggerakkan kedua lututnya hingga berada di antara tubuh Lily, sementara gadis itu semakin mendelik.
Tanpa menunggu jawaban Lily Ghara melepaskan penutup terakhirnya, hingga membuat Jeky langsung menyapa wajah Lily. Dengan reflek mulut Lily menganga, tangannya terangkat dan mengayun hingga terdengar suara tabokan yang sangat keras.
Plak!
"Gak sopan!" teriaknya.
***
__ADS_1
Aturan salim dulu ya, Li🤣🤣
Jangan lupa vote Oey, hari Senin ini🤸🤸🤸