Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 44. Hari H (2)


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu, Lily tak kunjung keluar dan Ghara malah melihat kedua sahabatnya masuk bersama dengan Minnie.


Gerry dan Edo lantas melambaikan tangan. "Bre!"


Untuk mengatasi rasa jenuhnya, Ghara pun bangkit dan menghampiri ketiga orang itu. Tidak ada jantung deg-degan seperti para pengantin biasanya, karena di hati Ghara hanya ada rasa tak sabar, apalagi jarak pagi ke malam masih cukup lama.


Ghara langsung menerima tinju pada lengan bagian atasnya. "Anjinggg, mau kawin kagak ngomong-ngomong nih si cucu buaya!" umpat Gerry, karena dia adalah orang terakhir yang diberitahu.


"Ck, ini juga dadakan, Ger. Gak usah baper, Anyingg! Mending lu liat penampilan gue, gimana udah ada aura-aura mantennya gak?"


Ghara membolak-balikkan badan, meminta penilaian. Oh tidak, lebih tepatnya pujian.


"Aur-auran yang ada! Liat, ini ngapain dada lu diumbar ke mana-mana? Fungsinya apa?" cetus Gerry sambil menghentikan gerakan Ghara. Dia menelisik penampilan pria itu dari atas sampai bawah, rasanya sama saja.


"Ck, elu gak tahu fashion yah? Ini tuh biar pas Lily liat langsung terpesona dan pengen nelanjaangin gue!"


Plak!


Edo dengan tanpa rasa segan melayangkan tangannya untuk menggeplak belakang kepala Ghara. Agar sang sahabat bisa berpikir waras sedikit, ya sedikit.


"Nih cucu buaya kenapa gak sabaran amat sih? Acara aja belum dimulai, udah main nelanjaangin-nelanjaangin aja otaknya!" cerocos pria dengan tampang klimis itu.


Ghara mengusap-usap bekas keplakan Edo. "Realistis ajalah, Sat. Elu juga kalo nikah sama si Minnie bawaannya pengen langsung ke kamar."


Yang disebut namanya langsung menoleh ke arah sang kekasih. Sementara Edo berubah gelagapan. "Ya kagaklah, Njingg!"


"KAGAK SALAH!" timpal Gerry berteriak, sudah hafal betul otak sahabatnya. Apalagi ditambah dengan Minnie, klop sudah keduanya.


"Anjiirr, ngapa jadi gue yang dipojokin!"


Edo tampak tidak terima, tetapi kini fokus Ghara teralihkan pada pintu kamar Lily yang terbuka. Dia langsung tersenyum sumringah, yakin bahwa sang calon istri sudah selesai didandani. "Bre, gue cabut dulu yak."

__ADS_1


"Heh, bukannya gak boleh nyamperin yah? Lagian kayak gak ada kerjaan! Elu tuh—" Gerry berusaha untuk memperingati Ghara, tetapi pria itu sudah lebih dulu melangkah dengan penuh semangat.


"Ck, bocah setan ini emang susah banget dibilangin!" gerutu Gerry sambil geleng-geleng kepala.


Sementara itu Lily sudah tampak anggun dalam balutan gaun pengantin yang memiliki model bahu terbuka. Dia mencoba tersenyum, membuat wajahnya terlihat semakin cantik.


"Oma panggil Daddy-mu dulu ya, Sayang. Supaya dia menjemputmu ke mari," ucap Ellea, dan Lily langsung menganggukkan kepala.


Wanita paruh baya itu keluar, tetapi di depan pintu dia kembali bertemu dengan sang cucu. Membuatnya berjengit karena terkejut. "Mau apalagi, Ghara? Acara sudah mau dimulai, ayo siap-siap."


"Ya ini aku mau jemput Lily, Oma."


Shhh. Ellea jadi ikut-ikutan sakit kepala, karena meladeni tingkah Ghara sama saja menaklukkan buaya di dalam rawa-rawa. Susah!


"Yang jemput itu nanti Daddy, kamu tinggal tunggu di pelaminan."


"Lho kan aku calon suaminya, masa Daddy—awww!" Ghara tak melanjutkan kalimatnya, karena lagi-lagi dia mendapatkan jeweran dari belakang sana.


"Ampun deh, udah Mommy bilang, suruh tunggu, suruh tunggu! Kenapa gak nurut sih? Hem, mau dikutuk jadi anak baik kamu?!" cerocos Arabella, semenjak memiliki anak dia jadi cerewet sekali, karena kalau tidak begitu Ghara akan terus-menerus membuat masalah.


"Ya karena kamu itu gak nurut. Udah ayo ikut Mommy, acaranya bentar lagi dimulai, jangan bikin gara-gara lagi!"


"Itu nama aku, Mom."


"Apa?!"


"Ghara-Ghara."


"Astaga, kayaknya Mommy mendingan jadi ibu Malin Kundang deh!"


Di belakang sana, tawa Edo dan Gerry langsung meledak. Menyaksikan sahabat sengkleknya yang tidak pernah serius, bahkan pada saat menikah sekalipun.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa saat mengamankan Ghara. Situasi dan kondisi mulai kondusif. Semua orang duduk dengan tenang, menyaksikan Ghara yang sedang berdiri, menunggu calon istrinya.


Jantung Ghara berdebar dengan keras, ketika melihat Lily digandeng oleh sang ayah keluar dari kamar. Nampak sangat cantik, berbeda dari biasanya.


Ghara berdiri dengan lutut yang terus bergerak, menahan agar dirinya tidak lari ke arah Lily. Dia tersenyum ditiap langkah calon istrinya, berharap serangkaian acara ini segera selesai, dan menjadikan Lily milik dia seutuhnya.


Sementara Lily sudah gugup setengah mati, melihat Ghara yang tersenyum, entah kenapa dia malah membayangkan sang predator yang hendak menerkam mangsanya.


Hiii. Ngeriii!


Hingga Alessandro pun merasakan tangan sang putri yang begitu dingin. Akan tetapi pria paruh baya itu menganggap semuanya biasa.


"Ghar—"


"Ya, siap, Daddy, aku pasti jagain Lily, aku bakal sayangi dia, cintai dia dengan sepenuh hati, Daddy gak perlu khawatir pokoknya selama Lily sama aku, semuanya aman terkendali!" tukas Ghara, padahal Alessandro baru saja ingin bicara.


"Dengarkan Daddy dulu!"


Ghara menghela nafas panjang. "Okey."


Alessandro meraih tangan Ghara untuk menyerahkan tangan Lily yang sedari tadi dia genggam. "Berjanjilah untuk tidak mempermainkan pernikahan ini. Daddy, Mommy dan seluruh keluarga sudah percaya sama kamu, jadi jangan rusak kepercayaan itu. Dan ingatlah satu hal—" Alessandro mencondongkan wajah ke telinga Ghara untuk berbisik. "Keluar di luar atau pakai pengaman!"


Senyum Ghara langsung mengembang, lalu melirik Lily dengan tatapan genit. Membuat pipi gadis cantik itu jadi merah merona.


"Siap, Daddy!" ucap Ghara dengan lantang. Lalu setelah Alessandro meninggalkan keduanya. Ghara menghadap ke arah Lily, dia membuka veil (kerudung pengantin) yang menutupi wajah gadis cantik itu, lalu tiba-tiba mencium bibirnya tanpa izin.


"HEI, BELUM SAH!" teriak semua orang. Sementara Alessandro langsung menepuk jidatnya.


Hah, nih bocah turunan buaya apa soang yak?


***

__ADS_1


Biayak kali, Dad😭🤣


Maacih banyak yang udah doain, semoga doa baiknya berbalik ke kalian semua✨🙏


__ADS_2