Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 73. Cemas


__ADS_3

Untuk apa Andreas datang dan mencari Lily? Apakah ini semua ada hubungannya dengan Keysha?


Tidak, Ghara tidak akan membiarkan ayah Keysha melakukan sesuatu pada istrinya. Apalagi sampai melukai hati gadis itu.


Ghara pun langsung bangkit, tak peduli meski sarapannya masih utuh di atas piring. "Biar aku yang temuin dia!" Katanya dengan tatapan tak ramah. Sudah berburuk sangka.


Namun, sebelum Ghara pergi Alessandro segera menahan sang putra. Dia tidak mau kalau sampai Ghara bertindak tidak sopan pada mantan calon besannya. Mengingat betapa keras Ghara menolak pertunangannya dengan Keysha.


"Ghara! Biar Daddy yang keluar, kamu lanjutkan makan saja," ucap Alessandro, tanpa menunggu jawaban, pria paruh baya itu segera keluar dari rumah, untuk menemui Andreas.


Dan Arabella tidak diam saja, dia pun mengekor pada langkah suaminya. Ingin tahu apa maksud dan tujuan pria paruh baya itu datang ke rumahnya sepagi ini, dan menanyakan tentang Lily.


Di depan rumah, Andreas menunggu dengan harap-harap cemas. Berharap Lily benar-benar keluar untuk menemuinya. Akan tetapi harapan pria itu pupus, sebab yang tampak adalah wajah Alessandro. Dia sedikit berdecak, karena sepertinya dia salah langkah untuk menemui gadis itu.


"Ada apa, Tuan Andreas?" tanya Alessandro dengan kening yang berkerut, jujur saja dia merasa sangat penasaran.


Andreas terlihat bingung, sebab bukan dua orang ini yang dia temui. Dia pun menarik nafas, kemudian mencoba untuk terlihat biasa saja. "Saya hanya ingin menemui Lily."


"Untuk?"


"Saya ada urusan dengannya," jawab Andreas, tak tahu harus memakai alasan apa.


Mendengar itu, Alessandro semakin bertanya-tanya. Dia melangkah mendekati Andreas. Sama seperti Ghara, dia pun sudah berburuk sangka, takut jika pria yang ada di hadapannya berbuat macam-macam.


"Saya tidak akan mengizinkan dia bertemu dengan anda, jika tujuan anda tidak jelas!" tegas Alessandro dengan tatapan yang tidak main-main.

__ADS_1


Andreas meneguk ludahnya kasar. Dia tahu cara ini tidak akan berhasil. Dengan berat hati, Andreas pun pamit undur diri. "Baiklah kalau begitu, mungkin lain kali lagi."


Alessandro hanya bergeming, dan membiarkan Andreas pergi meninggalkan halaman rumahnya. Dia baru mengajak Arabella masuk, ketika mobil pria itu sudah tak terlihat.


"Aneh banget ya, Kak. Kok tiba-tiba ayah Keysha cari Lily," ujar Arabella, menyuarakan kecurigaannya.


"Iya, Ra. Kayaknya ada sesuatu deh, entah tentang Keysha atau apa, yang jelas Andreas pasti punya tujuan, dan itu semua gak sepele!" balas Alessandro, sesuai dengan perkiraannya.


"Ya udah mending kita ingetin Lily buat hati-hati, atau hubungin kita kalo Tuan Andreas macem-macem."


Alessandro pun mengangguk setuju, dia menarik pinggang Arabella agar semakin rapat dengannya dan mengecup puncak kepala wanita itu. "Iya, Sayang, itu pasti. Aku gak bakal biarin siapapun nyakitin anak kita."


Begitu mereka kembali ke meja makan. Ghara langsung bertanya mengenai kedatangan ayah Keysha. "Ada apa, Dad? Mau apa bapaknya si Lampir cari istri aku?"


Alessandro menggelengkan kepala. "Dia gak jawab jujur. Dia cuma bilang ada urusan sama Lily. Emangnya Lily pernah terlibat percakapan atau apa gitu sama ayahnya Kak Keysha?"


"Enggak kok, Dad. Bahkan aku sama ayahnya kak Key gak pernah ngomong apapun. Kita cuma ketemu pas pesta pertunangan aja, itupun sekilas, karena aku langsung pergi dari pesta," jawab Lily dengan jujur.


Dan hal tersebut, membuat kecurigaan semua orang semakin besar. Apalagi Ghara, dia mengenal bagaimana Keysha, wanita yang begitu terobsesi dengannya. Jangan sampai Andreas turun tangan, hanya untuk mengurus masalah pertunangan mereka yang gagal itu.


"Pokoknya kalo dia macem-macem, kamu langsung hubungin aku ya, Yang. Atau nggak, aku bakal kirim pengawal, buat awasin kamu pas di kampus," ujar Ghara yang mulai merasa cemas.


Sumpah demi apapun, dia tidak akan rela jika sampai Andreas menyentuh Lily seujung kuku pun.


"Jangan berlebihan, Kak. Di kampus kan banyak orang, dia gak mungkin berani buat deketin aku," balas Lily, meskipun dia merasa heran dengan ini semua. Namun, dia tidak mau keluarganya merasakam cemas yang berlebihan.

__ADS_1


"Aku cuma gak mau kamu ada dalam bahaya, Sayang. Apalagi Andreas itu bokapnya si Lampir."


"Kamu percaya sama aku, aku bisa jaga diri. Aku bakal minta temenin Dila, sampe supir dateng jemput aku, jadi semuanya akan aman."


Ghara menghela nafas panjang, meskipun sebenarnya dia tidak rela Lily pergi sendirian. Namun, dia tidak bisa mencegah gadis itu untuk tetap datang ke kampus. Yang perlu dia lakukan sekarang hanya mengirim mata-mata, tanpa diketahui oleh gadis itu.


"Oke, aku percaya sama kamu. Tapi please, langsung bilang kalo ada apa-apa, jangan sembunyiin apapun," ujar Ghara sambil menatap wajah istrinya.


Bahkan tanpa tahu malu, dia mengecup kening Lily di depan Alessandro dan Arabella. Membuat kedua orang itu langsung memalingkan wajah.


Akhirnya hari itu Lily masuk kuliah seperti biasa. Namun, Andreas tidak menyerah begitu saja. Dia menemui Lily ketika gadis itu keluar dari kampus.


Dengan harap-harap cemas, Andreas menunggu, hingga Lily benar-benar keluar. Dia bergegas, ketika melihat gadis itu berjalan bersama seorang gadis lainnya.


"Lily!" panggil Andreas, membuat Lily menghentikan langkah. Ternyata benar pria paruh baya itu memiliki tujuan, buktinya Andreas masih bersikeras menemuinya. Tak peduli dengan ancaman Alessandro maupun Ghara.


"Ada apa, Tuan?" tanya Lily dengan takut-takut, dia pun mencengkram tangan Dila, khawatir pria yang ada di hadapannya berbuat macam-macam.


"Tidak, saya hanya ingin menyampaikan salam dari seseorang. Katanya dia sangat merindukan kamu."


"Siapa?" tanya Lily dengan kening yang berkerut.


"Dia tidak ingin menyebutkan namanya. Katanya cukup melihat kamu dari jauh, dia sudah sangat bahagia. Jaga diri kamu baik-baik yah," ucap Andreas seraya mengusak puncak kepala Lily dengan begitu tiba-tiba. Membuat gadis itu tersentak kaget.


"Singkirin tangan lu!" teriak seseorang dari arah yang berbeda.

__ADS_1


***


Ngamuk dah anak buaya 🥱🥱 yuk sajennya, buaya udah nemenin tahun baruan nih🤸🤸🤸


__ADS_2