Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 96. Hari H


__ADS_3

Hari ini Edo sudah tidak berangkat kerja, karena dia sedang menyiapkan pesta pernikahannya dengan Minnie. Menyusul kedua sahabatnya yang sudah lebih dulu membangun rumah tangga.


Ya, karena tak berapa lama setelah pernikahan Lily dan Ghara, Gerry pun menikah secara dadakan dengan sang kekasih yang diduga hamil duluan.


Padahal saat itu kekasih Gerry hanya masuk angin. Namun, karena terlanjur diketahui pernah berhubungan, mereka pun benar-benar dinikahkan.


Pernikahan Gerry dan Keke sedikit heboh, sebab Keke diketahui memiliki kekasih lain. Padahal posisi sebenarnya Gerry adalah selingkuhan Keke.


Akan tetapi setelah dibicarakan secara baik-baik, akhirnya pria itu mau mengerti dan merelakan sang kekasih untuk pria lain.


Sama seperti Lily, Keke pun kini sedang mengandung anak pertamanya dengan Gerry.


"Jangan terlalu capek, masih banyak orang yang bakal urus, Do," kata Dina, ibu Edo. Membuat pria itu langsung menghentikan langkah, dia menoleh ke arah Dina.


"Aku lagi semangat banget, Mom. Bentar lagi kan bakal kasih mantu buat Mommy," balas Edo dengan sumringah dan Dina pun terkekeh.


"Iya-iya deh, semoga lancar ya, Sayang."


Cup!


Edo mengecup pipi Dina sekilas. "Makasih ya, Mom, udah ngurusin Edo sampe saat ini. Edo bakal bales dengan buat cucu yang lucu sama Minnie."


"Haduh, pikiran kamu udah ke sana aja."


Edo terkekeh. "Kan kayak Daddy."


Dina langsung mendelik, dia hendak menjewer telinga Edo, tetapi pria itu langsung menghindar seraya tergelak kencang.


Tak hanya di rumah Edo yang ada banyak orang, di rumah orang tua Gerry pun sama ramainya. Karena sebentar lagi dua keluarga itu akan menjadi satu.


Hingga tak terasa hari H pun datang. Gedung pernikahan sudah siap dengan segala sesuatunya. Bahkan keluarga Ghara pun turut sibuk, sebab mereka menjadi bagian dari keluarga inti pengantin.

__ADS_1


"Moya, pake bajunya," seru Lily saat sang anak berlari ke sana ke mari sambil mengacak-acak pampers.


Ibu hamil itu menghela nafas, karena Amora tidak mau diajak kerja sama, sementara Ghara sedang menerima telepon di luar.


"Moya, gak mau ikut ke pesta Uncle Edo?"


"Itut," jawab gadis cilik itu.


"Kalo gitu ayo cepetan paket baju. Mommy sama Daddy udah mau berangkat."


Namun, Amora tak mau mengindahkan ucapan ibunya. Dia terus berputar-putar, "awu cama Daddy."


"Daddy lagi terima telepon, sama Mommy dulu."


"Nono! Moya awu cama Daddy."


Lily menggeram, sebab Amora lebih dekat dengan Ghara. Bahkan wajahpun mirip sekali. Padahal dia yang mengandung dan melahirkan.


Ceklek!


"Daddy!" seru Amora sambil berlari ke arah ayahnya. Sementara Lily langsung mendengus kasar.


"Kenapa sih, Mom?"


"Anak kamu tuh, gak mau pake baju sama aku!" adu Lily.


"Ya ampun kenapa?"


"Awu cama Daddy."


Ghara melirik ke arah Lily, ibu hamil terlihat kesal. Akhirnya Ghara mengambil alih untuk memakaikan baju pada Amora. "Oke, sini sama Daddy."

__ADS_1


Amora langsung menurut, sebab dia memang lebih manja pada ayahnya. Bahkan ketika ditanya Amora anak siapa? Dia selalu menjawab 'anyak Daddy Gala'.


Setelah urusan Amora selesai, mereka pun langsung keluar dari kamar. Semua orang memakai baju warna senada.


"Moyaaaaa!" panggil Cio saat melihat keponakannya yang cantik menggunakan dress dan jepit rambut.


Amora langsung bersembunyi di tubuh Ghara, tak ingin diganggu oleh Cio.


"Moya, cantik, lambutnya ada buna-bunana," puji Cio dengan senyum mengembang.


"Bahaya nih, masih pitik udah jago gombalin cewek," celetuk Ghara, merasakan Amora yang sedang bersembunyi dari gangguan paman kecilnya.


"Ini karena Mommy gak amit-amit pas ketemu kamu!" timpal Alessandro dengan tatapan sinis.


"Yeh, udah pasti nih bocah mirip bokapnya, masa karena aku?"


"Lah kamu kan kakaknya!"


"Terus? Emangnya aku yang buat?"


Alessandro memelototkan matanya.


"Mulai deh, kalian itu sebenarnya sama aja, tapi selalu merasa lebih baik dari orang lain," timpal Arabella, merasa jengah dengan tingkah putra dan suaminya. "Keluar yuk, Li. Biar bapak-bapak ini suruh ngasuh anak mereka!"


Mendengar itu, Ghara dan Alessandro langsung saling pandang.


"Lho, Yang?" Alessandro hendak menahan langkah Arabella, tetapi Cio segera memeluk kakinya.


"Daddy, Cio mau gendong."


Haish!

__ADS_1


***


Slow update ya ges🤸


__ADS_2