Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 38. Tetap Teguh Pendirian


__ADS_3

Di belahan bumi lain. Tepatnya di rumah Keysha, wanita itu tengah dimarahi habis-habisan oleh sang ayah. Akibat konferensi pers yang diadakan tadi pagi di lobby FS Models.


"Otakmu itu di mana sih hah? Kenapa dari awal tidak jujur pada Daddy? Kenapa kamu melakukan semuanya sendiri? Kamu itu membuat kami malu! Publik telah mengecapmu sebagai pembohong!" sentak ayah Keysha dengan kemarahan yang menggebu.


Dia tidak habis pikir kenapa Keysha bisa melakukan itu semua. Padahal Marcell bersedia bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya.


"Aku gak cinta sama Marcell, Dad. Bagi aku bayi ini cuma petaka! Aku gak mau bayi ini lahir dan hidup sama orang yang gak aku cinta!" balas Keysha sambil sesenggukan.


Sedangkan sang ibu hanya bisa diam dan mendengarkan pertengkaran antara ayah dan anak itu. Dia terlanjur kecewa, hingga mulutnya enggan untuk berbicara.


"Persetan dengan yang namanya cinta! Kamu tidak bisa hidup dengan mengemis cinta pada Ghara untuk selamanya, karena kamu hanya akan mendapatkan sakit hati, Keysha!"


"Aku gak peduli!"


"Tapi kami peduli! Sebagai orang tuamu kami ingin melihat kamu bahagia. Marcell sudah cukup baik, andai dia adalah pria Badjingan, mungkin dia akan mencampakkan kamu malam itu! Jadi, Daddy akan meminta dia menikahi kamu. Setuju atau tidak, Daddy tidak menerima jawaban apapun darimu!" tegas Ayah Keysha. Sebab dia hanya ingin yang terbaik untuk putri semata wayangnya.


Dia ingin melihat Keysha berkeluarga dan cintai oleh suaminya.


Keysha semakin tergugu, pupus sudah harapan dia untuk memiliki Ghara untuk seumur hidupnya. Disebabkan bayi pembawa sial itu. Dia benci, sangat benci terhadap bayi yang dikandungnya.


"Dad, aku mohon bantu aku sekali ini lagi. Aku gak mau nikah sama Marcell, aku gak cinta sama dia," ujar Keysha meratap, bahkan dia terkulai di lantai, sambil memohon pada sang ayah.


Ayah Keysha menghembuskan nafas kasar. Sebenarnya apa yang sudah Ghara lakukan pada Keysha, sehingga wanita itu jadi tergila-gila?


"Apa sih kurangnya Marcell di matamu, Key? Dia baik, dia bertanggung jawab, dia tampan dan juga mapan. Seperti apa, pria seperti apa yang kamu cari?"

__ADS_1


Keysha meneguk ludahnya kasar sambil mengelap pipinya yang basah. "Dia gak kaya Ghara, Dad. Walaupun Ghara cuek, suka buat masalah, kasar, tapi terkadang semua itu adalah cara dia buat ngelindungin seseorang yang dia sayang. Ghara emang tipe cowok yang gak mudah buat ditaklukin, dan itu daya tarik dia."


Jelas Keysha dengan terbata-bata. Dari dulu dia sudah sangat mengidolakan Ghara, tak peduli meskipun pria itu menerima semua wanita yang menyatakan cinta padanya.


Hingga dia mendengar kabar bahwa dia akan dijodohkan dengan Ghara, sumpah demi apapun dia sangat bahagia.


"Terus sampai kapan kamu mau berusaha taklukin dia? Asal kamu tahu, itu hanya buang-buang waktu. Daddy tidak peduli lagi dengan itu semua, lagi pula kamu sudah mengandung anak Marcell, bayi itu butuh ayahnya!"


Ayah Keysha tetap teguh pendirian, membuat Keysha ingin berteriak sekencang mungkin. Kenapa takdir tidak pernah berpihak padanya, padahal dia hanya ingin hidup bersama pria yang dicintainya.


"Dad, aku mohon, sekali lagi bantu aku," ujar Keysha, tetapi pria paruh baya itu justru melangkah pergi, meninggalkan ruang keluarga.


"Dad, Daddy!" panggil Keysha sambil berteriak kencang. Dia semakin terisak, lalu menjambak rambutnya sendiri, merasa payah.


***


Lily masih tidak terima, jika dirinya akan dinikahkan dengan Ghara. Dia belum siap, dia masih ingin kuliah dan bebas menjadi sosok gadis pada umumnya.


"Siapa juga yang mau Jeky, mending Kak Ghara pergi!" usir Lily dengan nada menyentak. Tidak peduli Ghara akan marah atau tidak.


Namun, itu semua tidak akan berpengaruh apa-apa untuk pria absurd satu ini. "Gue bakal pergi, asal lu diem!"


"Aku gak peduli, aku mau nangis aja biar Mommy sama Daddy batalin pernikahan kita!"


Lily mengibas-ibaskan tangan, tidak mau Ghara menyetuh kepalanya.

__ADS_1


"Ya elah baru dipegang kepalanya aja udah ngereog gitu, gimana pegang yang laennya," goda Ghara dengan tersenyum jahil.


"Kak Ghara!"


"Iya, Lily Sayang."


"Ish, gak usah panggil sayang, aku geli!"


Mendengar itu Ghara jadi terkekeh. "Entar udah kawin gue buat geli tiap hari, Li."


Lily tidak tahu harus apalagi meladeni Ghara dan membuat pria itu pergi dari kamarnya. Dia benar-benar kehabisan kata-kata.


Hingga dia mengangkat sebagian tubuhnya, lalu memukul dada bidang Ghara dengan sangat sekuat tenaga.


Bugh!


"Dasar nyebelin!" teriak Lily penuh amarah, sementara Ghara pasrah, dia membiarkan Lily memukul sesuka hati hingga gadis itu merasa lelah sendiri.


Nafas Lily terengah-engah, dia terdiam sambil menatap Ghara yang justru tersenyum sumringah.


Ghara mengangkat satu alisnya. "Sekarang giliran gue ya?" Godanya sambil menatap ke arah dada.


"Ish, Kak Ghara!"


***

__ADS_1


Pilihan yang tepat untuk menghadapi Ghara hanyalah pasrah🤣🤣🤣


__ADS_2