Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 87. Tidak Bisa Lepas


__ADS_3

Setelah menginap di hotel satu malam, Ghara memberikan pilihan pada Lily, antara ingin pulang atau tidak, dan gadis itu memilih untuk pulang, sebab dia takut Alessandro dan Arabella khawatir kepada mereka berdua.


"Kasihan Mommy sama Daddy, aku takut mereka kepikiran, Kak," ucap Lily, mengungkapkan kekhawatirannya.


Ghara mengerti bagaimana perasaan Lily, meski dalam kondisi terpuruk pun, gadis itu akan tetap memikirkan orang lain, yaitu kedua orang tuanya.


"Oke, berarti kita pulang ya," balas Ghara seraya mengusak puncak kepala istrinya. Gadis itu mengangguk diiringi senyum tipis. Berkat Ghara kini perasaannya sudah jauh lebih baik.


"Kalo gitu ayo mandi, terus sarapan."


Pria tampan itu meraih pergelangan tangan Lily, lalu mengajak gadis itu untuk masuk ke kamar mandi. Namun, Ghara tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, begitu pakaian Lily terbuka, dia mengecupi bahu wanita itu.


"Mumpung hotelnya udah dibayar, sayang kalo gak dimanfaatin, Yang," bisik Ghara dengan terkekeh, sementara Lily hanya bisa pasrah.


Karena sudah merasa candu, dia tidak risih lagi dengan sentuhan Ghara. Bahkan sekarang dia kerap mendominasi permainan, dan membuat pria itu kewalahan.


Ghara membuat pagi mereka menjadi lebih berwarna, sebab suara desaah diiringi penyatuan yang penuh gairah, menjadi satu-satunya penyemangat mereka.


Setelah dua kali pelepasan, akhirnya mereka benar-benar membersihkan diri. Ghara membantu Lily menggosok punggung dan melakukan beberapa pijatan rileksasi.


"Mahakarya aku," kata Ghara sambil mengangumi dua gundukan sintal yang mulai terlihat lebih besar. Namun, Lily hanya mendengus, hingga membuat Ghara terkekeh kecil.

__ADS_1


"Sekarang aja pura-pura ngambek. Gak inget tadi kepala aku dipegangin kenceng banget," ledeknya sambil menjawil hidung mancung Lily.


"Jangan bahas yang udah-udah kenapa sih, Kak!" rengek Lily, karena walau bagaimanapun dia selalu merasa malu, jika Ghara membahas kelakuan nakalnya.


"Iya-iya, tapi cium dulu," tawar Ghara seraya menyerahkan pipi kanannya. Tanpa membantah Lily langsung mengikuti kemauan Ghara, tidak hanya satu Lily menciumi seluruh wajah suaminya, hingga Ghara terkekeh keras. Puas sekali dengan cara kerja istrinya.


"Udah pinter banget ini, jadi gak rela mau check out," kata Ghara menggoda, sementara Lily sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono. Tak peduli dengan perkataan suaminya yang hanya memikirkan buntut buayanya.


Pagi itu mereka sarapan berdua, lalu setelahnya Ghara benar-benar membawa Lily pulang. Ghara tidak mengizinkan Lily untuk kuliah terlebih dahulu, dan membebaskan sang istri menghabiskan waktu dengan ibunya.


Sedangkan dia berangkat bersama Alessandro yang kala itu pergi ke perusahaan sedikit terlambat. Alessandro sengaja menunggu putranya. Sebab ada yang ingin dia bicarakan, mengenai hubungan Lily dengan Andreas.


"Kayak yang Daddy lihat sebelum aku bawa dia pergi. Lily shock banget, dan anggep dirinya kayak sampah yang bisa dibuang gitu aja," balas Ghara dengan tatapannya yang tak ramah. Kembali terpancing.


"Tapi kamu tahu gak, cerita sebenernya? Belum 'kan?"


"Aku gak peduli."


"Ghar, ini bukan masalah peduli atau gak nya. Tapi walau bagaimanapun Andreas tetep ayah Lily."


Mendengar itu, Ghara langsung melayangkan tatapan nyalang ke arah Alessandro. "Jadi Daddy bela si brengsekk itu?"

__ADS_1


"Bukan, Ghar. Dengerin Daddy dulu, jangan langsung emosi. Andreas gak tahu menahu tentang Lily, dia baru tahu setelah Carissa kirim pesan kalo ternyata mereka punya anak," jelas Alessandro dengan menggebu-gebu.


"Daddy bilang benci sama wanita itu, Daddy bilang gak sudi kalo Lily jadi anak dia. Dan sekarang itu yang Ghara rasain, Ghara gak sudi Lily jadi anak si Andreas!"


"Ghara!"


"Kenapa, Dad?!"


"Permasalahan kita beda! Carissa adalah bagian dari masa lalu Daddy, Daddy tahu gimana buruknya dia, apalagi sampe ninggalin Lily di depan rumah. Itu yang buat Daddy gak bisa maafin dia, tapi Andreas enggak. Andai dia tahu dari kemaren, dia pasti udah gagalin pernikahan kalian. So, liat … dia cuma mau kasih tahu putrinya, kalo dia masih punya ayah. Lily masih punya orang tua, jelas tujuan Carissa dan Andreas itu beda! Terlebih ada ibu Keysha juga di sana," terang Alessandro, berusaha untuk membuka pikiran putranya.


Dia sudah berpikir semalaman, bahkan sampai membuat Arabella ikut-ikutan tidak bisa tidur.


"Ayolah, Ghar. Turunin ego kamu demi Lily. Awalnya kita memang shock, tapi ke depannya, kita cuma bisa terima takdir dari Tuhan," sambung Alessandro, karena melihat putranya yang terus terdiam.


Ghara masih mencerna semua ucapan ayahnya. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia hanya takut jika hubungan ini hanya akan menyiksa Lily, karena ada Keysha di dalamnya. Sama seperti sang ayah, dia seperti tidak bisa lepas dari wanita masa lalunya. Padahal dia dan Keyhsa tidak memiliki hubungan yang spesial. Akan tetapi rasanya aneh saja, jika mereka malah menjadi satu keluarga.


"Aku bakal pikirin nanti," ucap Ghara akhirnya, setelah beberapa menit bungkam.


"Daddy percaya kalo kamu udah dewasa, dan bisa berpikir lebih realistis. Selamanya Lily milik kamu, gak ada yang bakal ngerebut dia, dan gak akan ada yang berani!" kata Alessandro seraya menepuk bahu sang anak.


Dan semuanya benar-benar berubah, setelah beberapa tahun kemudian ….

__ADS_1


__ADS_2