Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 68. Berharap Iba


__ADS_3

"Ale?" lirih Carissa merasa sangat terkejut ketika melihat Alessandro berada tepat di hadapannya. Dia reflek berjalan mundur, sambil memperhatikan dua polisi yang sempat menjegal langkahnya.


Tidak mungkin, Lily tidak akan mungkin tega membiarkan dia dijebloskan ke penjara.


Carissa kembali melirik ke arah sang anak. Dia tahu ini semua hanya akal-akalan Alessandro, pria itu pasti mencari tahu kenapa Lily tiba-tiba meminta ini dan itu pada Ghara.


"Li!" panggil Carissa dengan nada menyentak, dia masih percaya bahwa Lily tidak sekongkol dengan pria yang sangat dia benci itu.


Namun, kali ini Lily justru memilih untuk memalingkan wajah. Tak peduli dengan panggilan Carissa. Dia menangis, dan berakhir ditarik mundur oleh Ghara.


Hal tersebut tentu membuat Carissa semakin terperangah. Kenapa tiba-tiba semua orang ada di sini? Apakah Alessandro sengaja menjebaknya?


Dan jawabannya benar, di tempatnya berdiri Alessandro tersenyum smirk, sambil terus memperhatikan wanita paruh baya yang masih saja keras kepala. Dari dulu sampai sekarang, Carissa tidak pernah berubah. Wanita itu selalu saja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemauannya.


"Nyonya Carissa, tolong segera ikut kami. Karena anda harus menjalani pemeriksaan!" ucap salah satu polisi, merasa bahwa Carissa buang-buang waktu.


Namun, dengan cepat Carissa menggelengkan kepala. Dia tidak mau dipenjara, dia ingin bebas dan menikmati hidupnya. Dia ingin bahagia!


"Jangan berani menyentuhku! Kalian semua pasti salah, ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemerasan dan penipuan itu. Lily itu anakku, mana ada seorang ibu melakukan itu semua!" tegas Carissa dengan menggebu dan juga mata yang menyalak tajam. Menunjukkan kesungguhannya dalam berbicara.

__ADS_1


Namun, hal tersebut justru membuat Alessandro terkekeh. Merasa sangat lucu dengan ucapan Carissa. Seorang ibu? Astaga, dia tidak yakin kalau Carissa pernah melahirkan. Bahkan dengan tega, menjadikan Lily sebagai alat balas dendam.


"Ibu yang seperti apa dulu? Apakah ibu yang sengaja meninggalkan anaknya di depan rumah orang lain? Bahkan sampai menyuruhnya untuk melakukan kebohongan dengan fitnah yang paling keji? Ingat, tidak ada ibu yang seperti itu di dunia ini, kecuali jelmaan iblis!" tegas Alessandro, dia sudah sangat emosi sebenarnya, karena mengingat ucapan Carissa mengenai Arabella yang mandul.


Akan dia buktikan bahwa sang istri bisa hamil kembali, agar mulut wanita itu terbungkam kenyataan.


Carissa semakin merasa terpojokan. Dia tidak menyangka jika Lily ternyata lebih memilih untuk percaya pada keluarga Alessandro dari pada dirinya.


"Li! Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak membela ibu? Apa karena kamu percaya pada ucapan ayahmu? Hah, dia ini Badjingan yang sesungguhnya!"


Mendengar itu, Lily semakin menangis, kenapa? Kenapa ibunya malah bersikap seperti ini? Bukankah seharusnya Carissa mengakui segala kesalahannya? Lalu meminta maaf. Bukan terus menghindar, dan membuat dia merasa semakin benci!


"Tahu dari mana kamu? Ibu yang melahirkan kamu, ibu yang merasakan penderitaan akibat pria Badjingan ini! Dan sekarang, kamu juga ikut membenci ibu? Kamu tidak punya hati!" cetus Carissa, dia pun ikut menangis, ingin membuat Lily iba padanya.


"Jangan bicara omong kosong lagi! Kamu memang yang melahirkan dia, tapi aku dan Arabella yang membesarkannya. Kamu hanya tahu membuatnya saja!" Alessandro kembali angkat bicara, lalu menyuruh dua polisi itu menangkap Carissa secepatnya.


Tanpa ba bi bu kedua orang itu memegangi tangan Carissa dengan kuat, dan menyeret wanita itu keluar. Seketika mereka jadi bahan tontonan, tetapi Alessandro sudah menghandle semuanya.


Dia tidak mau berita ini sampai tersebar keluar. Karena dia telah menyiapkan sesuatu untuk Carissa.

__ADS_1


"Lepas! Jangan sentuh tanganku, kalian tidak berhak membawaku seperti ini!" teriak Carissa dengan sangat kencang, dia terus meronta-ronta. Karena tidak mau dipenjara. Dia tidak mau lagi kalah!


Namun, kedua orang polisi itu tak mengindahkan teriakan Carissa. Mereka terus membawa wanita itu untuk masuk ke dalam mobil, meskipun banyak sekali perlawanan yang dilakukan Carissa.


"Badjingan kamu Alessandro! Aku sangat membencimu, ingatlah, karma akan segera datang pada kamu dan wanita sialan itu!" maki Carissa, dia sudah orang yang kesetanan.


Di belakang sana, Alessandro hanya menampakkan wajah datar. Dia tidak akan berbuat hal keji dan semacamnya jika memang tidak dipancing duluan. Akan tetapi Carissa selalu mencari gara-gara dengannya, membuat dia tidak memiliki toleransi lagi.


Tak peduli dia adalah orang yang melahirkan Lily atau bukan. Alessandro akan memberikan hukuman yang setimpal.


"Bawa pulang istrimu!" ucap Alessandro pada Ghara. Namun, tatapannya tak beralih sedikitpun. Tanpa bicara apapun lagi Alessandro segera masuk ke dalam mobilnya untuk mengikuti mobil yang membawa Carissa.


Melihat itu, Ghara melihat sisi lain dari ayahnya. Sisi yang tidak pernah dia tangkap, dan hal tersebut membuat dia sadar bahwa Alessandro pun tidak pernah main-main untuk membalas musuhnya. Seperti dia ketika diusik.


"Kita pulang yah," ucap Ghara pada Lily yang masih sesenggukan. Gadis itu tidak menjawab, tetapi dia patuh ketika Ghara menutupi tubuhnya dengan jas, kemudian mereka melangkah bersama.


Sementara di dalam mobil, Carissa sudah diborgol, agar tidak bisa bergerak dengan leluasa. Sementara mulutnya dibungkam menggunakan lakban.


Dari sana Carissa merasa curiga bahwa sebenarnya yang membawa dia bukanlah polisi. Dan benar saja, ketika kedua orang yang ada di depan sana membuka masker, terlihatlah wajah mereka yang sesungguhnya, yaitu Jerry dan Boby.

__ADS_1


Mata Carissa membulat sempurna, sementara Jerry langsung menggerutu. Dia melirik ke belakang dengan tatapan sebal. "Lu tuh nyusahin tahu, Anjingg!"


__ADS_2