Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 81. YTTA


__ADS_3

"Dah gue cabut lah, dosa nganggurin bini!" kata Ghara seraya mengusak rokok yang sudah tersisa setengah. Bahkan dia sudah mengajak anggota tubuhnya untuk bangkit.


"Yeh mentang-mentang lu yah. Lagian kasian ngapa sama bini, baru kelar pesta udah mau ditunggangin aja," sambar Gerry, tak terima jika Ghara meninggalkan mereka berdua. Karena seharusnya malam ini bergadang sampai pagi datang.


Ghara berdecih pelan, dia tahu pasti Gerry ingin mengacaukan malamnya bersama Lily. Padahal dia sudah memiliki target, bahwa bulan depan Lily sudah harus hamil calon penerus buaya rawa-rawa.


"Lily gak bakal nolak sentuhan gue!" tegas pria tampan itu.


"Iya karena elu kan tukang maksa," s


timpal Gerry dengan ketus. Dia sudah sangat hafal bagaimana kerja otak sahabatnya, jadi jangan harap semua itu murni keinginan Lily.


"Gak maksa gak asyik, Ger," balas Ghara sambil terkekeh kecil. Ingat sekali dengan wajah sensual Lily, ketika sudah terbang ke nirwana.


"Tapi elu beneran udah gak pake pengaman, Ghar?" tanya Gerry dengan penasaran. Sementara Edo masih betah membungkam mulutnya.


"Khilaf mulu mau sarungin si Jeky. Gue gas ajalah, dari pada keluar nanti gak bisa masuk lagi."


"Anjinggg, ngomongin apa sih lu bedua?" sambar Edo, sambil melempar kulit kuaci yang ada di tangannya. Sedari tadi dia asyik memakan cemilan gurih nan asin itu.


"YTTA. Yang tau tau aja!!!" balas Ghara dan Gerry berbarengan. Mentang-mentang sudah pernah merasakan indahnya bercinta, kedua pria itu terlihat sangat kompak, sementara Edo harus menahan diri untuk tidak menyentuh Minnie sebelum mereka menikah.

__ADS_1


Edo mendengus kasar. "Lama-lama gue ajak si Minnie staycation!" cetusnya karena merasa kesal.


Dan hal tersebut langsung mengundang sikut Gerry untuk sampai di kepalanya. "Gue gibeng pala lu ya, Do, kalo sampe ngajakin adek gue yang macem-macem!"


"Kayak yang bener aja lu!" cibir Edo.


"Yeh, gini-gini gue kakak yang bertanggung jawab, gue gak bakal biarin si Minnie diobok-obok sama elu, sebelum waktunya! Catet, meskipun elu sahabat gue, kalo sampe nyakitin anak perawan si Jerry, gue maju paling depan!"


"Lagu lu anjirrr, udah kek pahlawan super pembela kebenaran. Catet, cewek yang elu obok-obok juga punya orang tua, dan mereka bakal maju paling depan, kalo sampe anaknya kenapa-kenapa! Gue doain kon&om lu bocor, biar tanggung jawab."


"Si anjiing ngajak ribut!" sentak Gerry dengan mata yang melotot, dia segera membuang jas, dan menggulung kemejanya sampai ke siku. Siap menyerang Edo, yang sudah bicara melantur ke mana-mana.


"Apa? Lu kira gue takut?" balas Edo, siap meladeni Gerry.


"Ribut, ribut dah lu bedua. Adu kekuatan kenty sekalian!" kata Ghara seraya melangkah meninggalkan Edo dan Gerry.


Dua pria itu benar-benar saling menyerang dan tak mengindahkan ucapan Ghara. Bagai bocah balita yang sedang berebut mainan yang mereka suka.


Ghara langsung melenggang ke arah kamar yang sudah dia tempati bersama Lily. Tanpa mengetuk pintu dia sudah bisa masuk, karena dia memiliki access card.


"Sayangnya Ghara," panggil pria itu saat melihat Lily sedang menggunakan cream malam di wajahnya. Gadis itu mengulum senyum.

__ADS_1


Membuat Ghara tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, dia segera mendekat dan memeluk tubuh Lily. "Wangi banget, jadi pengen cium."


"Dari tadi perasaan kakak udah ciumin aku terus deh," balas Lily, karena bibir Ghara sudah menempel sana-sini.


"Candu banget, Li."


Ghara menggigit leher Lily dengan pelan, hingga menciptakan ringisan kecil dari bibir mungil itu.


"Sakit atau geli?" tanya Ghara ketika dia sudah menciptakan satu mahakarya, berupa tanda kepemilikan.


"Dua-duanya," balas Lily dengan tersenyum malu-malu. Dia menghentikan gerakan tangannya karena dia sudah selesai mengoles cream malam.


"Kalo gitu bisa dong kita gas malem ini? Aku udah buat target soalnya," ujar Ghara dengan tatapan menggoda.


"Target apa?"


Ghara menggerakan kepala, kemudian menggigit telinga Lily. "Buat Ghara junior. Let's go, ride me, please." bisiknya dengan suara yang seksi, membuat Lily tak mampu menolak ajakan pria tampan itu.


"Let's go!"


***

__ADS_1


Mau dong diletsgooo🤸🤸🤸


__ADS_2