Stuck With Hot Brother

Stuck With Hot Brother
Bab 57. Merasakan Kenyamanan


__ADS_3

Carissa adalah wanita masa lalu dalam kehidupan orang tua Ghara. Dia pernah menjebak Alessandro untuk tidur dengannya, tetapi ternyata semua hanya rekayasa. Dia mengambil beberapa foto untuk mengancam Alessandro, tetapi hal tersebut malah dijadikan sebuah kesempatan untuk Alessandro, agar bisa menikahi Arabella.


Carissa benci sekali saat itu, dia tidak menyangka tindakannya justru membuat Alessandro malah menikahi wanita lain. Bahkan menghancurkan dia.


Karena Alessandro berhasil mengungkap kasus rekayasa itu, dan membuat dia dihujat sana-sini. Dia hidup dalam dendam yang mendarah daging, dicap sebagai pelakor karena pernah menjadi simpanan ayah temannya.


Namun, setelah waktu berputar, dia kembali berkenalan dengan seorang pria. Awalnya semua baik-baik saja, tetapi setelah mereka lama bersama, dia malah ditinggalkan. Pria itu bilang, bahwa selama ini dia hanya ingin bersenang-senang.


Lagi pula pria itu juga tahu, bahwa Carissa memang wanita bayaran. Jadi, dia tidak pernah menganggap serius hubungannya dengan Carissa.


Sialnya, setelah satu bulan berpisah, Carissa dinyatakan hamil.


Dan pada saat itu, ia kembali menyalahkan Alessandro atas nasib buruknya. Hingga dia nekad menaruh Lily di depan rumah Alessandro, dan berjanji akan membalaskan dendamnya pada keluarga itu.


Di dalam pelukan Carissa, entah kenapa Lily merasakan kenyamanan. Sama seperti dia memeluk Arabella. Dia juga tidak merasa asing, padahal sebelumnya dia tidak pernah gegabah untuk berkomunikasi dengan orang yang baru saja dikenal.


"Ibu juga punya anak seusia kamu, Nak, tapi dia sudah pergi," ucap Carissa mulai memainkan drama, agar Lily percaya padanya, bahwa dia bukanlah orang jahat.


Mendengar itu, hati Lily mencelos, apalagi saat mendengar suara Carissa yang bergetar. "Sabar ya, Bu. Anak ibu pasti udah bahagia di surga." Balas Lily seraya menggerakan tangan untuk membalas pelukan Carissa.


"Benar, ibu sangat merindukannya. Hanya dia yang ibu punya di dunia ini, tapi sayangnya Tuhan lebih sayang pada dia."

__ADS_1


Lily tak bisa menjawab, karena ludahnya seperti tercekat di tengah tenggorokan. Ikut merasakan kesedihan Carissa. Dia tidak tahu, jika Carissa menggunakan kesempatan itu untuk mengambil rambut Lily untuk melakukan tes DNA.


Agar kelak gadis itu percaya, bahwa dia adalah ibu yang sebenarnya.


Setelah beberapa saat, Carissa menarik diri dari pelukan Lily. Dia menghapus air mata palsunya. "Ah, maaf ya, Nak. Ibu jadi curhat sama kamu."


"Oh gak apa-apa kok, Bu."


"Pas ibu liat kamu, kamu bener-bener mirip sama anak ibu. Ibu jadi inget dia."


"Ah kalo gitu, kita masuk aja yuk, nanti aku buatin minum buat ibu."


"Oh mau aku anter? Ibu tinggal kasih tahu aja alamatnya, aku lumayan tahu kok daerah sini," tawar Lily, entah apa yang mendorongnya untuk membantu Carissa. Dia seperti ingin lebih lama dengan wanita satu ini.


Carissa tersenyum tipis, padahal dalam hati dia mengumpat, karena Lily benar-benar mirip dengan pria yang sudah menghamilinya. Dia sangat benci dengan pria itu, sangat!


"Gak perlu, Nak. Biar ibu telepon saja orangnya. Tapi kalau boleh, apa nanti kita bisa bertemu lagi?" ujar Carissa seraya mengusap lengan atas Lily.


Melihat tatapan mata Carissa yang memohon, membuat hati Lily kian luluh. Hingga membuat dia mengangguk. "Boleh, Bu."


Gadis itu pun mengeluarkan sebuah buku catatan dan pulpen. Dia menulis beberapa angka yang merupakan nomor teleponnya. Lalu menyerahkannya pada Carissa. "Ini nomor aku, Bu. Nanti kalau mau ketemu ibu bisa hubungi aku."

__ADS_1


Bola mata Carissa terlihat berbinar bahagia. "Terima kasih ya, Nak. Kamu baik sekali sama Ibu. Nanti kalau ada waktu, ibu minta majikan ibu untuk libur, supaya bisa ketemu sama kamu."


Lily tersenyum manis. Suka sekali melihat binar di mata Carissa. "Iya, Bu, sama-sama."


Setelah itu, Carissa pun pamit, dia pura-pura menghubungi seseorang, sementara Lily mulai melangkah masuk ke dalam rumah.


Dan ternyata Arabella sudah menunggu di depan pintu utama. Dia melihat perpisahan antara Lily dengan seorang wanita yang entah siapa.


Saat Lily sudah semakin dekat, Arabella langsung menghampiri anak gadisnya. "Sayang, itu siapa?"


"Oh, itu orang salah alamat, Mom. Dia ART baru kayaknya," jawab Lily.


Arabella merasa tak enak hati, seperti ada sesuatu yang tidak beres yang akan menimpa keluarganya. Namun, dia segera menepis itu semua dengan memeluk lengan Lily. "Kalau begitu ayo cepat masuk, Mommy sudah siapkan makan siang untukmu, Sayang."


Lily tersenyum, lalu mencium pipi Arabella sekilas. "Thank you, Mom."


Mereka pun masuk ke dalam rumah, tanpa tahu kalau Carissa sedari tadi mengamati pergerakan mereka berdua.


***


Slow update ya ges, ngothor lagi healing-healing bambu🤣🙏

__ADS_1


__ADS_2