Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
23.Sebuah tawaran emas


__ADS_3

"Tapi saat kamu tidak Ada di mansion ntah kenapa rasanya hampa, seperti ada yang kurang dalam hidupku. Walaupun aku sering berkata buruk dan mengabaikanmu, tapi kamu masih melayani keperluanku dari makan sampai menyiapkan bajuku, kamu merawatku saat aku sakit dan semua kebaikanmu yang lain. Kamu tidak pernah mengabaikan tugasmu sebagai istri, semakin lama aku mengagumi dan jatuh cinta dengan segala sifatmu, aku semakin menyadari perasaan cintaku saat kamu berusaha bertaruh nyawa menyelamatkan mamaku," Barack menjelaskan panjang lebar.


"Benarkah itu Barra? Apa kamu tidak berbohong mengucapkan semua itu?" tanya Shafa.


Dia menatap mata Barrack dan mencari kesungguhan didalamnya. Barrack tersenyum dan mengangguk.


"Maafkan aku yang terlambat menyadarinya, mungkin saat ini aku belum membuktikan kesungguhan cintaku kepadamu, tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia sayang," ucap Barrack dengan tulus kemudian mengenggam kedua tangan istrinya.


Shafa terharu mendengar ungkapan perasaan suaminya, dia lega akhirnya hubungan mereka semakin jelas.


"Lalu kapan kamu mulai mencintaiku sayang?" tanya Barrack.


"Sudah sejak lama Barra," jawab Shafa yang tersenyum malu.


"Sejak kapan? Ayo ceritakan!"


"Sudah, kamu tidak perlu tau, ayo kita sekarang tidur ini sudah jam 2 malam! Besok kita akan kelelahan kalau kurang istirahat,"


Kemudian Barrack mengalah dan akhirnya mereka terlelap dalam tidur mereka.


***


Pagi hari pun sudah menjelang, mereka akan bersiap-siap pergi ke Pulau Jeju yang terkenal sangat indah dan mempesona. Pulau yang terbesar di Korea itu selalu menjadi destinasi wisatawan.


Shafa dan Bu Farida semakin takjub melihat pemandangan di depan matanya. Melihat pantai yang biru dan pegunungan yang hijau benar-benar menyegarkan mata mereka.


pict: by google



Mereka berjalan-jalan menyusuri pulau itu, mencari spot-spot foto yang menarik. Mereka juga mengunjungi salah Satu tempat romantis disana di Love Island dan menyusuri Gunung Halla.


Tak henti-henti mereka mengagumi tempat itu, mereka makan dan beristirahat disana. Pemandu wisata mereka mencarikan hotel yang terbaik untuk mereka.


Saat jam makan malam, mereka makan di restoran terkenal, disitu disuguhkan live music dengan lagu-lagu berbahasa Korea. Semua mata tertuju penyanyi cantik itu dan menikmati suara merdunya.


Tiba-tiba Shafa maju ke atas panggung berbicara dengan bahasa inggris kepada salah Satu pemain musik itu. Dia ingin menyanyikan sebuah lagu untuk suaminya tercinta.


Dia terlihat sangat cantik memakai dress selutut berwarna putih bercorak bunga pink kecil dan memakai sepatu putih.


Dia berkata kepada audiens akan mempersembahkan lagu special untuk suaminya tercinta dan menunjuk Barrack ditempat duduknya.


"Good night All! I will sing a special song for my lovely husband, I love you Honey." sapa Shafa pada pengunjung cafe.


Dan seketika para pengunjung restoran bertepuk tangan. Barrack beserta keluarganya tersenyum bahagia melihat Shafa yang bernyanyi.


Dan alunan musik pun mulai terdengar..


🎼🎼🎼 Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave?


How can I love when I'm afraid to fall?


But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer 🎼🎼🎼


🎼🎼 I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid

__ADS_1


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more 🎼🎼


🎼🎼 And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more 🎼🎼🎼


Setelah lagu dari Christina Perri yang dinyanyikan Shafa selesai, semua penonton bersorak dan tepuk tangan gembira tak terkecuali Barrack dan keluarganya.


Shafa kembali ke meja mereka, Barrack berdiri menyambutnya, menggenggam tangan istrinya dan mengecup pucuk kepala istrinya penuh cinta.


"Terimakasih sayang, aku juga mencintaimu! Kamu sangat luar biasa." puji Barrack.


"Sama-sama suamiku." balas Shafa.


**


Setelah acara makan mereka selesai, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing karena besok mereka harus kembali pulang ke rumah.


Shafa masih belum bisa memejamkan mata, dia tak ingin melewatkan pemandangan pulau jeju di malam hari. Dia tak bosan-bosan menghabiskan waktu untuk menggagumi tempat itu lewat jendela kamarnya.


"Apa kamu masih ingin disini sayang?" tanya Barrack.


"Tidak Barra, pekerjaanmu dan Papa tidak bisa ditinggal begitu saja, lagipula aku kan harus kuliah, aku tidak mau bolos terus-menerus," jawab Shafa.


"Lain kali kita akan liburan kesini lagi ya sayang, hanya kita berdua saja," ucap Barrack mengedipkan matanya.


Shafa tersenyum melihat Barrack yang menggodanya kemudian dia mengecup singkat bibir suaminya dan berlari masuk kedalam selimut.


Sontak Barrack kaget dengan perlakuan istrinya, dia lari mengejar Shafa yang berada di bawah selimut.


Barrack menc*um b*bir istrinya tanpa ampun dan Shafa membalas c*uman panas itu, Barrack mulai menc*umi leher istrinya memberikan banyak kissmark di leher putih istrinya.


Setelah lama melakukan pem*nasan tanpa sadar Barrack menanggalkan pakaiannya dan pakaian istrinya satu persatu. Barrack meminta ijin pada istrinya untuk melakukan penyatuan mereka, dan Shafa hanya menggangguk pasrah. Akhirnya Shafa Dan Barrack merasakan malam pertama mereka setelah hampir dua tahun berumah tangga.


Malam itu perasaan mereka seperti melayang ke atas langit dan mereka menikmati keindahan cinta yang sesungguhnya.


Kegiatan p*nas mereka berakhir pada pukul 2 pagi. Kemudian mereka tidur berpelukan tanpa sehelai benang dalam satu selimut.


***


Pagi pun menjelang terdengar suara ketukan keras yang membuat pasangan itu terbangun.


"Tokkk...Tookkk..Tokkk.. "


"Barra.. Bangun sayang! Ini sudah mau jam 09.00 bahkan kalian belum turun untuk sarapan," kata Myra dari balik pintu.


" Iya ma.. Kami segera turun, tunggu kami di bawah," ucap Barrack.


Myra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan turun ke bawah untuk sarapan.


"Ayo mandi sayang! Pesawat kita nanti berangkat pukul 12.00 siang, kita harus segera bersiap-siap," ucap Barrack kepada Shafa yang sudah bersandar di ranjangnya.


"Aku ingin ke kamar mandi, tapi untuk bergerak pun rasanya masih nyeri,"


" Baiklah sayang aku akan menggendongmu ke kamar mandi dan memandikanmu," Barrack tersenyum smirk.


Seketika raut muka Shafa memerah bak tomat, dia masih belum terbiasa tak memakai baju di depan suaminya.


"Tidak sayang! Aku akan ke kamar mandi sendiri,"

__ADS_1


Kemudian dia membelitkan selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya dan mulai menapakan kakinya di lantai pelan-pelan.


Barrack tersenyum gemas melihat istrinya yang masih malu-malu.


"Aku sudah melihatnya semua sayang, ayo aku bantu kita tidak Ada waktu lagi," kata Barrack lalu menggendong istrinya ke kamar mandi.


Setelah ritual mandi mereka selesai mereka bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan bersama dan bersiap-siap untuk pulang ke tanah air.


***


Beberapa Jam telah berlalu dan akhirnya mereka sampai di negara asal mereka.


Keesokan paginya Shafa sudah mulai menjalani aktivitas seperti biasanya, dia memasak dan menyiapkan segala keperluan suaminya.


"Sayang, apa hari ini kamu mau berangkat kuliah bersamaku?" tanya Barrack.


"Tidak sayang, aku mau bawa mobil sendiri saja, nanti sepulang kuliah aku mau langsung ke cafe," jawab Shafa.


"Baiklah sayang, hati-hati dijalan! Kabari aku dimanapun kamu berada, I love you honey," Ucap Barrack kemudian mengecup kepala dan b*bir istrinya.


Akhirnya mereka menuju kampus memakai kendaraan mereka masing-masing.


Sepulang kuliah Shafa melajukan mini Cooper putihnya menuju cafe, dia masuk dan menghampiri Hesti yang sedang sibuk di meja kasir.


"Selamat siang teman lamaku," sapa Shafa tersenyum menampilkan gigi putihnya.


"Wahh.. Wahh.. Wahhh.. Sudah lama sekali kamu tidak kesini Shafa! Apa kamu habis bulan madu dengan suami bulemu itu?" goda Hesti.


"Yahh.. Anggap saja begitu!"


"Sepertinya hubungan kalian semakin membaik, kalau dilihat dari wajahmu yang berseri-seri itu,"


Shafa hanya tersenyum mendengar godaan Hesti, dia menempelkan jari telunjuknya didepan bibirnya sebagai tanda agar Hesti diam.


"Tuhh kan benar.. Aku sudah duga Tuan dingin itu lama-lama juga jatuh cinta sama kamu, siapa coba yang tidak jatuh cinta dengan orang sepertimu Shafa," ucap Hesti yang ikut senang.


"Butuh banyak perjuangan sayang, untuk mendapatkan Si Tuan dingin itu! Mana Kak Anggie, aku ingin menyapanya sebentar," kata Shafa.


"Dia di ruangannya, dia sedang berbicara dengan seseorang di dalam, seorang laki-laki bule. Nanti kalau kamu ke dalam, mintakan aku nomor telfonnya ya! Kali aja aku juga bisa dapat orang bule sepertimu, hehehe! " ucap Hesti terkekeh.


Shafa pun ikut tertawa mendengar sahabatnya itu, dia terobsesi memiliki suami bule seperti dirinya.


"Tokk.. Tokk.. "


Shafa mengetuk ruangan Kak Anggie.


"Masuk.." ucap Kak Anggie dari balik pintu.


"Apa aku mengganggu kak?" tanya Shafa.


"Ahh Shafa.. Aku sangat merindukanmu sayang, apa kamu lupa masih punya kakak disini, bisa-bisanya kamu tak kesini sama sekali," keluh Kak Anggie yang memeluk adik angkatnya itu.


"Aku sedikit sibuk kak, maafkan aku baru sempat kesini,"


"Tidak apa-apa sayang, ayo kita duduk! Ada yang ingin bertemu denganmu sejak beberapa minggu lalu,"


Kemudian mereka berjalan mendekati seseorang yang duduk membelakangi mereka.


"Kak Robert? Kakak disini? " tanya Shafa terkejut.


"Hai girl.. Apa kabar? Aku menunggu Satu tahun lebih tapi kamu tidak pernah menghubungiku," ucap Robert.


"Ahh itu.. hmm! Maaf kak, aku benar-benar sibuk kuliah dan aktivitas lainnya sampai aku lupa janjiku menghubungi kakak. Maafkan aku kak," ucap Shafa sedikit menyesal.


"Tidak masalah girl! Yang penting kita sudah ketemu, lagi pula dalam setahun ini aku kembali ke inggris membantu bisnis ayahku,"

__ADS_1


"Apa yang bisa aku bantu sampai kakak harus datang kesini?" tanya Shafa.


"Bagaimana tawaranku untuk bergabung di perusahaan rekaman milikku? Sangat sayang sekali jika kemampuanmu itu hanya dilihat sebagian masyarakat sini saja. Aku ingin menjadikan kamu penyanyi yang Go internasional," ucap Robert yang antusias.


__ADS_2