Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
55.Bertemu Kakek


__ADS_3

Shafa memulai pekerjaannya di Perusahaan musik milik keluarga Stewart, dia menjabat sebagai CEO sekaligus talent di Perusahaan itu. Semua orang di perusahaan begitu kagum dan menghormatinya, dia orang yang selalu tersenyum dan ramah ke setiap orang.


Di awalnya dia hanya menjadi CEO saja, tapi beberapa karyawan perusahaan itu mendukung Shafa terjun ke dunia hiburan juga, mereka begitu takjub dengan suara emas milik Shafa. Tapi Shafa tahu Industri dunia hiburan begitu ketat akan persaingannya, apalagi Shafa berada di negara asing.


Tak mudah untuknya meraih popularitas, hingga pada suatu hari Shafa memiliki Ide membuat video bernyanyi dengan gitar kesayangan. Dia bergaya seolah menghayati setiap lirik lagunya, mempersembahkan dan menyanyikan lagu itu di hadapan putra tampannya.


Putranya begitu cerdas dengan gerakan yang manis, bocah tampan berusia dua tahun itu memberikan setangkai bunga mawar untuk mamanya dan mengucapkan kata sayang pada mamanya.


"Thank you mommy, mommy so beautiful dan great! I love you mom,"


Suara bocah itu terdengar belum terlalu jelas dan cadel, dan itu yang membuat semua netizen gemas dengan bocah tampan itu.


Setelan dia unggah ke sosial media miliknya, tak disangka sudah di lihat beberapa juta pasang mata, like juga komentar positif membanjiri video itu.


Dan sejak itu Shafa dan putranya sering mengisi acara di beberapa channel televisi lokal di negara itu. Shafa berencana mengeluarkan single pertamanya dalam waktu dekat. Dia mulai menyusun proyek pembuatan lagu dan video klip miliknya. Walaupun harus pelan-pelan dijalani tapi dia berharap suatu saat nanti dia juga sukses sama seperti para artis yang berada di bawah naungan Stewart productions. Karena dia sendiri harus membagi waktunya dengan baik, antara keluarga dan pekerjaannya. Jabatannya sebagai CEO perusahaan begitu padat, mulai periklanan, industri musik dan film berada dalam kendalinya.


Hingga pada suatu hari, seperti biasa, Jason berada di Inggris untuk mengurus cabang perusahaannya disana. Jason ditemani oleh Asisten kesayangannya, Samuel di hotel miliknya di Inggris. Samuel duduk disebelah Jason yang juga asik bertelepon ria dengan istri dan putrinya. Dia tak sengaja melihat video Shafa berada di halaman media sosialnya. Matanya melotot memastikan video itu, dia tidak mungkin salah. Dan siapa anak laki-laki yang berada divideo itu, dia bertanya-tanya dalam hati.


"Tuan, tuan!" panggil Samuel dengan wajah berbinar.


Dia tidak peduli mungkin saat ini dia tidak sopan sedang memotong pembicaraan Boss dengan keluarganya. Ada yang lebih penting dan kabar bahagia yang harus dia sampaikan.


"Ada apa sam?" Jason menoleh dan mengernyitkan dahinya, dia heran kenapa Samuel terlihat begitu terburu-buru memanggilnya.


"Tuan, Nona Shafa! Lihat ini nona!" Samuel memperlihatkan ponselnya.


"Shafa! Mana Sam!" ucap Jason terkejut sekaligus bahagia.


"Shafa? Papa! Apa papa sudah menemukan menantu kita? Mana Shafa pa?" tanya Myra dari seberang telpon dengan tidak sabar.


Jason belum menjawab, dia memperhatikan video Shafa bernyanyi dan melihat bocah tampan yang berada divideo itu, wajahnya seperti Barrack sewaktu kecil. Tak terasa air mata Jason menetes terharu, dia begitu bahagia setelah hampir tiga tahun lebih mencari, ternyata menantu dan cucunya tidak jauh darinya.


"Sayang, mana Shafa? Mana menantu kita?" Myra terus bertanya dan suaranya menyadarkan Jason yang terus memandangi menantu dan cucu kesayangannya.


"Ma, aku kirimkan video Shafa ya! Aku segera mencarinya, tolong jangan bicara apapun kepada Barrack dulu. Assalamualaikum!"


Jason menutup telponnya.


"Sam, hubungi Mark! Kita harus segera mencari alamat Shafa disini, aku tidak ingin kehilangan jejaknya lagi," ucap Jason tak sabar.


"Baik Tuan, biar Mark yang membereskan semuanya,"


**


Setelah beberapa jam mencari alamat Shafa akhirnya Jason dan Asistennya Samuel telah sampai di kediaman Shafa dan Bu Farida.


"Ting.. tong! Ting tong..!


Jason menekan bel kediaman Shafa dengan tidak sabar, kemudian Bu Farida membukakan pintu rumahnya.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.."


Alangkah terkejutnya Bu Farida saat melihat Jason didepan rumahnya.


"Bu Farida, bagaimana kabar anda?" ucap Jason tersenyum.


"Alhamdulillah saya baik, mari silahkan masuk Pak Jason!" ucap Bu Farida dengan gugup.


Dia heran bagaimana bisa Jason menemukan kediamannya di Inggris.


Saat Jason, Samuel dan Bu Farida telah duduk bersama di sofa, tak disangka Reyhan berteriak dan berlari ke arah mereka.


"Nenek! Nenek! Ley mau mimim cucu!" ucap Reihan dengan gaya bicaranya yang cadel meminta susu pada neneknya.


Melihat anak laki-laki yang ada divideo yang dia lihat beberapa jam lalu sontak membuat Jason begitu berbinar bahagia. Wajahnya begitu mirip dengan Barrack sewaktu kecil, sehingga Jason langsung yakin jika anak laki-laki itu adalah anak Barrack, cucu pertamanya.


"A.. apakah dia cucu saya?" tanya Jason dengan nada bergetar sedangkan Bu Farida tersenyum mengangguk.


Perasaannya begitu berkecamuk antara bahagia sekaligus gugup.


"Nenek itu ciapa?" tanya Rey pada sang nenek.


"Dia adalah Kakek Jason sayang, kakek yang selalu mommy-mu ceritakan padamu, ayah dari daddy-mu. Ayo salim dulu sama kakek!"


"Wahh.. Jadi benal dia Kakek Jason yang celing mommy celitakan?" Reyhan berbinar bahagia, sedangkan Jason malah takjub melihat bayi laki-laki yang sangat cerdas itu.


"Kemarilah sayang! Peluk kakek, kakek sangat merindukanmu!"


"Kakek Jason! Aku cenang ketemu kakek,"


"Kakek juga sangat senang bisa bertemu dengan Rey, kakek sangat menyayangimu Rey!" Jason pun tak bisa membendung air matanya, dia menangis saking bahagianya.


Bu Farida pun ikut menangis melihat pertemuan cucu dan kakeknya, dan sama halnya dengan Samuel yang ikut terharu.


"Aku juga cayang cama kakek, apa daddy-ku juga ikut bercama kakek?" tanya Rey melonggarkan pelukannya, mata bulatnya yang berwarna coklat memandang mata kakeknya dengan intens.


"Apa kau merindukan daddymu sayang?"


Rey mengangguk, "Cangat lindu kakek!"


"Daddymu masih sibuk bekerja Rey, nanti setelah pekerjaannya selesai, kakek akan bawa daddymu kemarin."


Mendengar ucapan kakeknya, Rey mendadak menjadi murung. Dia sangat merindukan ayah kandungnya, tapi nyatanya sampai sekarang pun dia belum bisa bertemu dengan ayahnya.


"Jangan bersedih Rey! Rey cucu kakek yang hebat! Kakek janji akan membawa daddymu kemari. Bagaimana sayang? Apa janji kakek bisa diterima? Tolong bersabarlah sebentar lagi ya!" bujuk Jason sembari mengelus pipi halus cucunya.


"Baiklah kakek aku akan belcabal! Tapi kakek janji ya!" Rey menyodorkan jari kelingkingnya didepan kakeknya.


"Janji sayang!" Jason menautkan jari kelingkingnya pada jari Rey dan memeluknya kembali.


Setelah acara temu kangen antara kakek dan cucunya itu, akhirnya Rey tertidur di pangkuan Jason setelah menghabiskan sebotol susunya.

__ADS_1


Jason menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara Barrack dan Shafa, dia mengatakan jika Barrack telah difitnah oleh mantan kekasihnya karena kenyataannya hanya dijebak dan tidak menyentuh wanita itu sama sekali. Jason meminta maaf tulus dari hatinya yang terdalam atas nama putranya, berharap Bu Farida dan Shafa memaafkan Barrack dan keluarganya. Dia ingin keluarga mereka bersatu kembali dan bahagia seperti dulu.


Setelah mendengar semua cerita Jason, Bu Farida akhirnya memaklumi dan memaafkan semua yang Barrack lakukan, tapi dia tidak yakin jika Shafa akan mudah memaafkan Barrack. Jadi Bu Farida mengusulkan agar Jason untuk mengatur pertemuan antara Barrack dan Shafa yang seolah-olah tidak disengaja dan Jason menerima usulan itu.


Setelah banyak bertukar cerita, akhirnya Jason pamit pergi dari kediaman Bu Farida dan berjanji akan berkunjung kembali beberapa hari lagi. Tak lupa juga Jason meminta nomor ponsel Bu Farida agar dia mudah memantau perkembangan cucunya.


***


Di kantor perusahaan Robert, Shafa sedang berbicara bersama Robert tentang konsep pembuatan video klip perdananya.


"Sebaiknya kamu mengambil salah satu model terkenal untuk video klipmu Fa, agar videomu menarik perhatian publik," saran Robert.


"Tapi pasti akan sangat mahal biayanya kak,"


"Tidak masalah Shafa, perusahaan yang akan menanggung biaya produksi video klipmu,"


"Aku tidak mau! Kak Robert sudah banyak membantuku, aku tidak akan menerima bantuan dari kakak lagi. Cukup sudah bantuan kakak, jangan memaksaku!"


"Tapi.."


"Sudah kak jangan pikirkan lagi! Biar aku sendiri yang memikirkan konsep video klipnya,"


"Shafa, aku ingin bicara serius denganmu," sela Robert.


"Soal apa kak?"


"Pengacaraku mengatakan jika gugatan cerai kamu ditolak oleh hakim dan pihak Barrack, karena tunduhan kamu pada Barrack tidak terbukti,"


"Apa? Bagaimana bisa ditolak?" Shafa memekik kaget.


"Kamu tau sendiri bagaimana pengaruh keluarga Hansel! Tentunya mereka berani membayar mahal agar kamu tidak bisa terlepas dari mereka, mereka berusaha menyulitkanmu untuk memancingmu keluar."


"S14l!" umpat Shafa.


"Aku akan berusaha semaksimal mungkin membantumu! Jika kedatanganmu di persidangan bisa membuatmu terlepas dari mereka, datanglah dan tunjukkan bukti perselingkuhan suamimu! Aku akan melindungimu dari mereka," nasehat Robert.


"Baik kak! Terimakasih banyak atas bantuan kakak," ucap Shafa tersenyum manis.


"Tidak masalah Shafa, kamu menjadi bagian dari keluargaku saat ini," Robert menepuk bahunya sekilas lalu pamit pergi meninggalkannya.


Shafa melamun memikirkan statusnya yang masih tidak jelas, dia begitu heran kenapa Barrack dan keluarganya mempersulit langkahnya untuk terlepas dari mereka, padahal Shafa berfikir jika selama ini Barrack sudah bahagia dan memiliki anak dengan Jenny.


Lalu apalagi alasan mereka masih menahannya sampai sekarang, tapi hatinya tidak bisa memungkiri jika masih hanya ada Barrack saja dihatinya. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah menengah atas sampai sekarang perasaan Shafa tidak pernah berubah untuk Barrack, tapi tidak mungkin baginya rela dimadu dengan wanita lain.


Hingga saat malam menjelang setelah dia menyelesaikan semua pekerjaan kantornya, dia bergegas pulang. Dia sangat merindukan putra tampannya dan saat dia telah tiba dikediamannya, benar saja bocah berusia dua tahun itu menyambut kedatangannya dengan ceria.


"Mommy, I miss you!" ucap Reyhan yang memeluk mamanya dengan bahagia.


"I miss you too baby," Shafa mencium pipi Reyhan dengan gemas.


"Aku cenang cekali tadi beltemu dengan kakek mom!" ucap Reyhan antusias.

__ADS_1


"Siapa? Kakek?" Shafa mengernyit heran menatap mata bulat putra tampannya.


__ADS_2