Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
32.Cemburu


__ADS_3

Shafa telah selesai bernyanyi, berganti dengan Band lain mengisi acara itu. Dia segera turun menghampiri suaminya yang sedang digoda Jenny.


Beberapa putra dari para pengusaha kaya terlihat tersenyum dan menyapa Shafa, ada juga beberapa yang memberikan bunga saat dia turun dari panggung dan dia hanya membalas mereka dengan anggukan dan senyuman. Saat dia berjalan ke arah suaminya seorang laki-laki tiba-tiba menyapa dan menghentikan langkahnya.


"Selamat malam nona Shafa, tidak disangka kita bertemu lagi disini, saya sangat senang sekali saya bertemu dengan anda," sapa laki-laki tampan itu dan menampilkan senyum termanisnya.


"Hah?! Ahhh iya.. Selamat malam juga Kak Emir,"


Shafa terlihat tidak fokus saat Emir menyapanya, dia hanya ingin menghampiri suaminya dan menjauhkan suaminya dari ular betina itu.


"Eh sebentar ya kak," ucap Shafa yang terlihat buru-buru.


"Tunggu nona, saya hanya ingin ngobrol sebentar," cegah Emir sembari memegang tangannya agar Shafa tidak menjauh.


"Eh?!"


Shafa terkejut dan menoleh melihat pergelangan tangannya dipegang oleh Emir, sontak Dia menarik tangannya dari genggaman Emir. Dan tak disangka dari belakang mereka, Barrack melihat semua kejadian itu.


"Ahh.. Maaf nona saya lancang, saya hanya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan anda kali ini," ucap Emir meminta maaf.


"Tidak masalah kak, maaf ya.. Ada urusan yang harus saya tangani saat ini, saya pergi du.. "


Belum sampai Shafa pamit pergi pada Emir tiba-tiba Barrack memeluk pinggangnya dari belakang.


"Sayang, kamu cantik sekali hari ini," puji Barrack pada istrinya dan mengecup singkat pipi istrinya. Sontak Shafa kaget dengan perlakuan Barrack yang tiba-tiba.


"Terimakasih sayang," ucap Shafa tersenyum dengan wajahnya yang memerah menahan malu.


Bagaimana bisa suaminya itu menciumnya didepan banyak orang. Terlihat disana Jenny sangat kesal menahan amarah dan para wanita yang memuja Barrack terlihat patah hati melihat perlakuan Barrack pada Shafa. Karena sebelumnya Barrack tidak pernah memperlihatkan kemesraannya didepan umum saat berhubungan dengan wanita manapun.


"Siapa dia sayang?" tanya Barrack.


Terlihat Emir masih saja tersenyum walau melihat perlakuan manis Barrack kepada Shafa.


"Ahhh iya, aku sampai lupa memperkenalkan padamu sayang,"


"Kak Emir, kenalkan ini Barrack suamiku, " ucap Shafa pada Emir.


"Selamat malam Tuan Barrack.. Saya Emir teman baru istri anda, senang bisa berjumpa dengan anda," ucap Emir dengan ramah dan mengulurkan tangannya didepan Barrack.


"Selamat malam juga Tuan Emir.. Saya Barrack Hansel, saya juga senang berjumpa dengan anda," ucap Barrack dengan gaya angkuhnya sembari menyambut uluran tangan Emir.


"Ohhh iya.. Apa anda masih ada perlu dengan istri saya? Kalau tidak kami permisi dulu karena banyak hal penting yang akan kami lakukan,"

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Emir, Barrack akan membawa pergi istrinya dari tempat itu.


"Tidak Tuan, Maaf menganggu waktu anda dan Nona Shafa," Emir tersenyum kecut.


"Tidak masalah," balas Barrack dengan datar.


"Maaf kak saya harus pergi dulu, lain kali kita bisa ngobrol lagi, permisi!" Shafa sedikit tidak enak pada Emir dan Barrack melangkah menarik istrinya dengan posesif.


Barrack berjalan menghampiri ketiga sahabatnya yang bersama Aracelly dan teman-teman wanitanya. Shafa tersenyum menyapa Aracelly dan sahabat suaminya.


"Ara terimakasih sudah mengundang kami di acaramu, maaf kami harus pamit pulang lebih dulu," ucap Barrack pada Aracelly.


"Ahh tidak masalah Kak, terimakasih sudah menyempatkan datang memenuhi undanganku, Eh kenapa Kak Barrack menikah tidak mengundangku?" tanya Ara menggoda.


"Kami hanya menikah mengundang keluarga dekat saja ara, kamu tenang saja, nanti saat aku mengadakan resepsi aku akan mengundangmu,"


"Barra, ini masih pukul 08.00 malam, kenapa kalian terburu-buru pulang? Belum juga bersenang-senang?" sahut James.


"Terlalu banyak penganggu berkeliaran disini, sepertinya lebih baik aku bawa pulang saja daripada aku beralih mode anj**g galak terus, mereka merusak moodku saja!" ucap Barrack dengan datar tanpa ekspresi.


Seketika mereka terbahak mendengar ocehan Barrack yang terdengar lucu.


"Apa yang kalian tertawa kan?! Sudah aku pulang dulu!" pamit Barrack dan berlalu pergi bersama istrinya.


"Eh by the way, aku kira Barrack masih menjalin hubungan dengan Jennifer, bagaimana dia tiba-tiba dia menikah dengan seorang penyanyi? Dan aku lihat tadi Jenny masih mendekatinya?" tanya Aracelly dengan penasaran.


Dan semua teman sosialitanya menunggu jawaban dari ketiga sahabat Barrack, seolah-olah pertanyaan Aracelly mewakili rasa penasaran para wanita itu.


"Barrack dan Jenny sudah lama putus, tapi sepertinya Jenny yang masih belum bisa move on dan setelah Barrack bertemu Shafa akhirnya mereka cocok dan menikah," terang Gery yang mengarang cerita dan menutupi kebenaran.


"Aku kira orang seperti Barrack itu memiliki standart tipe wanita yang Highclass seperti kami, tapi ternyata dia hanya jatuh cinta pada penyanyi biasa saja," ucap Aracelly sedikit mengejek.


"Tahu begitu aku jadi penyanyi saja ya Ara, Biar si Ganteng Barrack jatuh cinta sama aku," ucap salah satu teman Aracelly lalu tertawa seolah-olah merendahkan.


"Sepertinya menjadi rakyat biasa menyenangkan juga, bisa dengan mudah mendapatkan milyader yang ganteng ya! Tapi biasanya sih pakai jalur pintas," salah satu dari mereka menyahuti lagi dan mereka kembali tertawa.


Seketika Ken dan James mengepalkan tangannya menahan emosi mendengar kedua sahabatnya diremehkan. Gery yang mengetahui itu mencoba merangkul bahu kedua sahabatnya untuk meredakan amarah mereka.


"Kalian itu tidak ada apa-apanya dibanding Shafa, Shafa wanita yang istimewa, dia bisa mengalahkan sepuluh penjahat dalam 5 menit saja dan menembak beberapa mulut yang tidak berguna dalam satu bidikan," ucap Gery dengan nada sombong dan seketika membuat wajah para wanita didepannya itu merah menahan malu.


"Orang seperti Barrack tidak membutuhkan Istri dari kalangan pengusaha kaya yang hanya bisa menghamburkan uang untuk hal-hal tidak berguna, tapi yang dia butuhkan wanita yang tangguh dan pekerja keras seperti dirinya." Ken menambahkan.


"Oohhh iya nona, setahu saya wanita highclass itu tahu etika dalam berbicara. Apalagi dalam acara seperti ini, mereka lebih menjaga bicara mereka agar tidak terlihat kampungan," James ikut buka suara.

__ADS_1


Ucapan ketiga laki-laki tampan itu seolah seperti tamparan bagi wanita-wanita angkuh yang berada didepannya, mereka hanya diam menahan malu dan tak bisa berkata apa-apa.


"Baiklah Nona Ara, kami pamit undur diri lebih dulu, terimakasih atas jamuannya," ucap Gery dan berlalu pergi bersama kedua sahabatnya.


Aracelly hanya mengangguk dan tersenyum getir melihat Gery dan teman-temannya pergi. Dia menyesali perbuatannya, maksud hati ingin membanggakan diri didepan laki-laki incarannya tapi yang didapat malah kata-kata tajam dari ketiga laki-laki tampan itu, seketika membuat moodnya sangat buruk.


***


Sementara didalam mobil mini cooper putih milik Shafa, terlihat pasangan suami istri itu diam dan enggan memulai pembicaraan. Mereka sama-sama sedang cemburu karena beberapa kejadian di pesta tadi. Barrack yang tak tahan di diamkan istrinya, akhirnya mulai bicara saat mereka sudah kembali ke Mansion.


"Apa hubunganmu dengan laki-laki bernama Emir itu? Apa kalian sudah lama saling kenal? Apa saja yang kalian bicarakan tadi? Sepertinya kamu senang saat dia mendekatimu," ucap Barrack seolah-olah seperti sedang meng-introgasi.


"Pertanyaan macam apa itu Barrack? Aku sudah katakan tadi kalau kami hanya kebetulan bertemu di toko buku tadi siang, kami tidak ada hubungan apa-apa dan tadi kami tidak membicarakan apapun, lagipula sebelum dia bicara kamu juga sudah datang dan mambawaku pergi," ucap Shafa sedikit kesal, harusnya dia yang marah karena dia melihat suaminya menanggapi mantan pacarnya.


"Kenapa nada biacaramu jadi meninggi? Apa kamu tidak suka pergi bersamaku?"


"Kamu itu bicara apa Barrack?! Harusnya disini aku yang marah! Aku lihat kamu sangat menikmati sentuhan wanita ular itu! Apa kamu masih menginginkan dia kembali padamu?"


"Omong kosong! Apa kamu tidak lihat aku menepis tangannya berkali-kali?"


"Tapi kamu terus menanggapi dia berbicara Barra.. Aku tidak suka dia mendekatimu! Aku tidak ingin dia merebutmu dariku lagi!" ucap Shafa dengan nada kecewanya.


"Aku hanya menghormatinya sebagai teman sayang, apa salahnya jika teman kita hanya sekedar menanyakan kabar?bSangat tidak sopan jika aku mengacuhkan dia," ucap Barrack yang melunak.


Dia tahu istrinya itu memiliki rasa cemburu yang sangat besar dan dia tidak mau meninggikan suaranya lagi agar perdebatan tidak semakin panjang.


Shafa hanya menghela nafasnya panjang mendengar ucapan suaminya. Dia mencoba meredam rasa cemburunya.


"Sayang, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Jenny, hanya kamu saja di hatiku dan satu-satunya hanya kamu, tolong kamu percaya! Sedikitpun aku tidak tergoda dengan wanita itu," ucap Barrack yang menggenggam tangan Shafa sembari memandangnya penuh cinta.


Shafa mendengarkan ucapan suaminya dan mengangguk tersenyum pada suaminya.


"Iya sayang aku percaya, aku yakin kamu tidak akan tergoda lagi, aku mencintaimu sayang," ucap Shafa.


"Aku yang lebih mencintaimu sayang, jangan terlalu dekat dengan laki-laki tadi ya! Aku juga tidak suka kamu terlalu dekat dengannya ataupun semua laki-laki yang tadi memberikan senyuman dan bunga-bunga untukmu."


"Ohhh ternyata suamiku sedang cemburu? Aku kira kamu tidak memperhatikanku tadi tapi ternyata matamu menyebar dibanyak tempat," ucap Shafa terkekeh.


"Kami hanya sekedar mengenal sekilas saja sayang, tidak ada hubungan apapun, lagipula siapa yang akan berani mendekati istri Barrack John Hansel," goda Shafa.


"Kamu salah mengira sayang, mereka akan lebih tertarik merebutmu dariku, karena saat mereka bisa menghancurkanku pasti ada kebanggaan tersendiri untuk mereka,"


"Dan sepertinya aku tidak tertarik dengan mereka, dimataku tidak ada yang menarik di dunia ini selain kamu sayang," ucap Shafa sedikit menggombal.

__ADS_1


"Ooohh jadi sekarang kucing kecilku ini sudah pintar merayu? Siapa yang mengajarimu! Ayo katakan! Pasti Gery!" Ucap Barrack sembari mengelitik pinggang istrinya dan Shafa pun tertawa kegelian.


__ADS_2