Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
54.J&J Part 4 (Setuju)


__ADS_3

"Kenapa tiba-tiba kamu ingin menikah Jessie? Kuliah saja belum lulus sudah minta nikah!" tanya Jason dengan penuh keheranan.


"Mama lihat kamu tidak dekat dengan laki-laki manapun, lantas siapa yang akan menikah dengan putri manjanya mama ini?!" ucap Myra sembari mencubit pipi putrinya.


"Jessie, menikah itu bukan permainan, saat kalian bertengkar maupun berselisih paham disitulah ikatan pernikahan kalian diuji dan bukan seenaknya untuk meninggalkan rumah dan lari dari masalah," Jason menghela nafasnya "aku hanya tidak ingin seseorang menyakitimu saat kamu belum siap menjalankan tugasmu sebagai istri, banyak hal yang harus kamu lakukan sebagai istri bukan hanya sekedar menghabiskan uang di Mall atau nonton drama Korea seharian,"


"Iya pa, aku tahu, aku belajar banyak dari Kakak ipar, Dia selalu menjadi istri yang baik dan penurut pada Kak Barrack. Aku rasa aku sudah siap dengan konsekuensi hidup berumahtangga, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku kelak pa," Jessica meyakinkan kedua orangtuanya.


"Lalu siapa calon suamimu itu? Ajaklah dia kesini, papa akan melihat seperti apa dia," ucap Jason.


"Mama juga penasaran siapa sebenarnya laki-laki yang sudah membuat jatuh cinta si putri manjaku," goda Myra.


"Papa dan mama pasti kenal dengan laki-laki yang aku sukai," ucap Jessie tersipu malu dan kedua orangtuanya hanya mengerutkan dahinya.


"Hmmm.. Aku ingin menikah dengan Kak James Pa,"


"James, sahabat kakakmu?" ucap Myra dan Jason bersamaan sontak Jessie mengangguk berbinar.


"Apa kalian sudah berhubungan lama?" tanya Jason dan Jessica hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau kalian tidak ada hubungan, apa James mau menikah denganmu?"


Jessie terdiam mendengar pertanyaan papanya, dia sadar James tidak mungkin mau menikah dengannya.


"Papa, tolong katakan Pak Ronal dan Bu Nadia untuk menjodohkanku dengan Kak James putranya," ucap Jessie ragu-ragu.


"Tapi Jessie, pernikahan itu tidak bisa dipaksakan, kalau James tidak mencintaimu papa takut dia malah akan menyakitimu!" Jason memperingatkan.


"Coba berkacalah pada kakakmu, sekarang pernikahan mereka hancur dan tidak tahu arahnya kemana. Semua karena salah papa yang sudah memaksa mereka,"


"Papa, pernikahan kakak dan kakak ipar tidak hancur, aku yakin suatu saat mereka akan berkumpul bersama lagi dan bahagia. Mungkin saat ini mereka sedang diuji, agar mereka sama-sama menyadari bahwa kehilangan seseorang yang mereka cintai itu sangat menyiksa. Papa, mama percayalah! Aku akan berjuang mengambil hati suamiku, aku yakin aku bisa membuatnya mencintaiku," Jessie meyakinkan lagi.


"Wah.. wah.. Putri manja mama ini sekarang sudah dewasa ternyata! Kira-kira kata-kata tadi dicontek dari buku mana ya!" goda Myra.


"Mama.." rengek Jessie sembari mengerucutkan bibirnya dan Myra hanya tersenyum lucu.


"Aku rasa James memang sangat tepat bersanding denganmu. Sikapnya begitu dewasa dan bertanggungjawab lagipula orangtuanya juga dari keluarga terpandang yang sudah sangat papa kenal. Baiklah demi gadis cantikku ini aku akan membicarakan perjodohan ini dengan orangtuanya! Semoga orangtua James menerima niat baik kita," ucap Jason dengan bijak.


Seketika Jessie berhambur memeluk papanya, dia berjingkrak dengan riang karena papanya selalu mendukung keinginannya.


"Terimakasih papa dan mamaku sayang, Jessie sangat mencintai kalian,"


***

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu, Jason menghubungi Tuan Ronal dan mengajaknya untuk makan diluar bersama pasangan mereka masing-masing, tentunya untuk membahas putra-putri mereka.


Saat ini mereka berempat sedang berada di Restoran mewah dengan ruangan privat di dalamnya untuk makan malam bersama.


"Aku senang akhirnya kita memiliki waktu untuk makan dan ngobrol bersama seperti dulu," ucap Jason tersenyum.


"Seharusnya semakin tua kita bisa punya banyak waktu untuk bersenang-senang dan menggendong cucu bukan malah sibuk mengurus perusahaan," ujar Ronal dan semua terkekeh.


"Kita tidak setua itu bro! Tapi sepertinya sebentar lagi aku bisa pensiun dini dari Perusahaan karena Barrack sudah mampu menghandle semua," ucap Jason dengan bangga.


"Wahh hebat juga putramu!" puji Tuan Ronal, "Tapi putri pertamaku dan James juga sudah mampu mengurusi perusahaan dengan baik, rasanya aku akan menyusulmu untuk pensiun dini nanti, kita bisa berpetualang ke luar negeri bersama!"


"Wahh ide bagus itu," Myra menyetujui ucapan Tuan Ronal dan Nadia juga berbinar tanda setuju pula.


"Kalau boleh tahu, apa tujuan kalian mengajak kami makan diluar?" tanya Nadia kepada pasangan sahabat di depannya.


Dia sangat tahu orang sesibuk Jason Hansel tidak akan dengan mudah memiliki waktu untuk hal seperti ini tanpa suatu tujuan penting.


"Wahhh ternyata Nyonya Nadia begitu peka dengan situasi, bahkan suamimu tidak menyadari kalau aku sedang memiliki tujuan," ucap Jason terkekeh sedangkan Ronal hanya mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya aku tidak suka basa-basi, tapi ini berhubungan dengan putra-putri kita, jadi aku menyogokmu dengan menraktirmu makan malam hari ini, aku harap ada kabar baik untuk kubawa pulang,"


"Hei Pak tua, tolong jangan berbelit-belit! Kau semakin membuatku penasaran saja," ucap Tuan Ronal kesal dan ketiga orang didepannya hanya terkekeh.


"Aku ingin kau menikahkan putramu James dengan Jessica putriku," ucap Jason dengan yakin.


"Apa kau serius ingin menjadikan putraku menantuku?" tanya Tuan Ronal dengan serius.


"Aku serius kalau kau dan putramu juga setuju, tapi aku ragu apa James mau menikah dengan Jessica?"


"Aku akan membuat James menyetujui pernikahan ini, serahkan padaku," sela Nyonya Nadia dengan berbinar.


"Apakah kamu menyetujui pernikahan ini Nyonya Nadia? Bukankah kamu belum mengenal putri kami," tanya Myra dengan penasaran.


"Kata siapa aku tidak mengenal putrimu," Nyonya Nadia tersenyum penuh arti, "Jessie sering datang ke Mansionku, awalnya aku bertemu dengannya saat mobilku mogok di jalan padahal cuaca sedang hujan, kebetulan Jessie melewatiku dan mengantarkanku pulang ke Mansion. Aku mengundangnya untuk sering datang ke Mansion dan aku juga sering mengajaknya untuk sekedar jalan-jalan ke Mall. Jessie adalah anak yang baik dan manis, aku sangat menyukainya, tidak disangka kalian sendiri yang memintaku untuk menjadikannya menantuku, aku sangat bahagia," Nyonya Nadia bercerita dengan antusias dan Tuan Ronal mengangguk tersenyum.


"Wahhhh anak manja itu! Pintar sekali taktiknya, ternyata banyak hal yang sudah kita lewatkan sayang," ucap Jason pada istrinya.


"Sepertinya Jessie tidak pernah cerita tentang kami padamu Nyonya Myra," ucap Nyonya Nadia.


"Ya begitulah anak muda lebih suka terbuka dengan sebayanya karena sahabat curhatnya cuma kakak iparnya," ucap Myra mengedikkan bahu.


"Baiklah, aku terima niat baik kalian, aku akan berusaha agar James mau menikah dengan putrimu, apapun keputusannya aku akan kabari secepatnya," ucap Tuan Ronal.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Ronal.. Semoga putramu setuju, aku rasa Jessie sangat menyukai putramu, dari sekian banyak putra kolega bisnisku Jessie hanya tertarik pada James dan akupun menyukai James karena sifat James yang dewasa dan bertanggungjawab," puji Jason.


"Terimakasih pujianmu Tuan Jason.. Jangan khawatir, kami akan usahakan untuk calon menantuku,"


Semua tersenyum mendengar ucapan Tuan Ronal lalu mereka melanjutkan makan malam mereka dengan beberapa candaan dan bertukar cerita kenangan lama mereka.


***


Malam berikutnya Tuan Ronal dan Nyonya Nadia mengundang putranya agar datang ke Mansion utama dengan alasan untuk makan malam bersama.


"Malem pa.. ma.." sapa James kepada kedua orangtuanya sembari mencium pipi kanan kiri mereka.


"Bagaimana kabarmu James?" tanya Ronal pada putranya.


"Alhamdulillah sangat baik pa, bagaimana kabar mama dan papa juga?"


"Kami baik James, cuma beberapa hari ini mama sedang tidak enak badan, rasanya mama stress," ucap Nyonya Nadia berpura-pura sedih.


"Stress kenapa ma? Mama jangan terlalu banyak pikiran, karena tidak baik untuk kesehatan ma!" James menasehati.


"Bagaimana mama tidak banyak pikiran James, kakakmu belum menikah. Kamu juga belum menikah, semua teman mama pada pamer cerita tentang cucu-cucu mereka! Mama sangat iri dengan mereka,"


"Lalu mau bagaimana lagi ma? Aku dan kakak juga belum punya calon, mau punya anak darimana? Apa mama mau kita adopsi bayi agar rumah kita tidak sepi lagi?" tawar James.


"Mama tidak mau adopsi bayi! Mama mau bayi hanya dari putra-putri mama! Mama ingin sekali gendong cucu, kamu tidak usah khawatir soal calon James! Mama sudah punya calon untukmu," ucap Nyonya Nadia berbinar bahagia.


"Calon?" James sedikit terkejut.


"Iya sayang, mama ingin kamu menikah dengannya!"


"Tapi ma, ini bukan jaman Siti Nurbaya yang harus dijodoh-jodohkan, James tidak suka ma!"


"Ma, jangan terlalu memaksa putramu! Biarkan Mereka mencari pendamping mereka sendiri, asalkan calonnya itu sesuai dengan kriteria calon menantu idaman kita ma, bukan gadis bernama Renata itu!" Ronal memperingatkan.


"Mama ingin kamu menikah dengan Jessie, James!"


"Apa Jessie?! Tapi ma aku.."


"James, sepertinya dia gadis yang tepat untuk mendampingimu, dia gadis yang baik dan berasal dari keluarga terpandang lagipula Papanya juga bersahabat dengan papamu," Nyonya Nadia menasehati.


"Ma, tolong jangan memaksaku! Aku sama sekali tidak menyukainya, aku tidak bisa ma!"


"James, banyak di dunia ini orangtua menjodohkan anak-anak mereka tapi pada akhirnya mereka saling jatuh cinta dan hidup bahagia, menikahlah dengannya James! Mama yakin kalian akan bahagia,"

__ADS_1


James begitu sangat kesal, bagaimana bisa mamanya malah menjodohkannya dengan gadis manja itu. Dia binggung memikirkan cara untuk menolak perjodohan ini.


"Ma, tolong beri aku waktu satu tahun kalau aku tidak bisa menemukan calon pengantinku, aku akan setuju menikah dengan Jessie," ucap James lalu menghela nafasnya panjang.


__ADS_2