Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
7.Idola Baru


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Shafa mulai menata hatinya untuk kembali ke aktivitasnya yang dulu, dia mulai bangkit dan semangat menjalani hidup. Dia tidak mau larut dalam kesedihan terus menerus, dia mempunyai keinginan untuk sukses dan membahagiakan keluarganya. Dia ingin almarhum ayahnya bangga melihatnya menjadi orang yang sukses.


"🎼🎼 Kungin saat ini..


Engkau ada disini..


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan Tolong kabulkan lah..


Bukannya diri ini tak Terima kenyataan..


Hati ini Hanya Rindu..🎼🎼 .. "


Sebuah nyanyian berjudul " Hanya Rindu dari Andmesh" Terdengar merdu dari bibir mungil wanita cantik di atas panggung live music di cafe malam itu.


Dengan diiringi seorang laki-laki membawa gitar akustik, Shafa bernyanyi sangat merdu menghayati disetiap liriknya, seolah lirik itu mengambarkan perasaan yang ada dalam hatinya, mengungkapkan kerinduan yang teramat dalam kepada ayahnya lewat sebuah lagu.


Penampilannya menghipnotis penonton yang berada di cafe itu, dia memakai celana jeans dipadukan kemeja putih tulang dan memakai vest hitam panjang dipadukan sepatu kets warna putih,rambutnya coklat terang dibiarkan tergerai indah. Terlihat sederhana dan rapi tapi menyita perhatian penonton.


Di lantai atas cafe itu ada empat laki-laki yang sedang menikmati makan malamnya dan mereka melihat keramaian kota dari atas sana. Saat mendengar suara merdu Shafa mereka menghentikan aktivitas makannya, mereka benar-benar takjub dan penasaran pemilik suara indah itu.


Mereka berempat adalah Barrack dan ketiga sahabatnya, mereka sering menghabiskan waktu bersama di tempat berbeda-beda untuk sekedar curhat dan hang out bersama.


Keempat laki-laki itu melihat penampilan penyanyi dari lantai atas, dan salah satu dari mereka mengenali pemilik suara indah itu.


"Apakah kalian sadar siapa wanita yang berada di panggung itu?" kata James sambil tersenyum sambil melihat teman-temannya saling memandang satu sama lain.


James sangat jeli mengenali seseorang walaupun orang tersebut sudah berubah 360 derajat.


"Siapa memangnya? Apakah dari kita mempunyai teman dekat seorang penyanyi yang cantik?" Ken malah balik bertanya.


Barrack hanya bisa diam dan memperhatikan wanita yang dibicarakan mereka, dia seperti tidak asing dengan wanita itu tapi dia bingung siapakah wanita yang menjadi topik pembicaraan semua orang di cafe malam ini.


"Kalau kalian memang tidak ada yang merasa mengenalnya biar aku saja yang maju untuk mendekatinya, sepertinya dia sangat menarik, cantik dan bertalenta, aku akan menjadi fans barunya," ucap Gery dengan percaya dirinya.


"Dasar buaya kampus.. Lihat yang bening dikit aja langsung kegenitan!" kata Barrack menoyor kepala Gery, lalu Gery hanya nyengir kuda.

__ADS_1


"Ahh sudah-sudah.. Kalian akan kaget kalau aku katakan siapa wanita itu," kata James


"Kalian ingat Shafa teman SMA kita, gadis culun yang selalu diganggu sama Barrack?"


Dengan serius mereka mendengar penuturan James.


"Iyaa.. Dia itu Shafa, sekarang dia bertransformasi menjadi gadis cantik dan menarik," ucap James penuh yakin.


"Apaa?!" Ketiga laki-laki yang mendengarkan James itu semua terkejut dan sedikit tidak percaya.


Bagaimana mungkin Shafa si gadis culun itu berubah jadi cantik dan menjadi idola di cafe itu.


"Kalau kalian tidak percaya, nanti saat kita pulang, aku akan memanggilnya dan mengajaknya bicara," ucap James dengan santai.


Mereka berempat masih menatap wanita yang berada di atas panggung. Mereka hanya diam sesekali mengesap kopinya dan hanyut dengan pikiran mereka masing-masing.


Setelah acara live music berakhir, keempat laki-laki itu turun dan berniat menghampiri Shafa yang sedang membereskan peralatan manggungnya.


"Shafa... " sapa James


Sontak Shafa menoleh saat seseorang tiba-tiba memanggilnya.


"James.. Barra.. Kalian ada disini?"


jawab Shafa sambil memandang bergantian kepada keempat laki-laki yang menghampirinya.


"Kami kebetulan nongkrong disini dan melihatmu tampil tadi, suaramu merdu sekali kami menikmatinya," kata James.


"Aku benar-benar tidak menyangka bidadari yang bersuara merdu tadi itu adalah kamu fa.. Ternyata kamu pandai menyembunyikan wajah cantik dan suara emasmu itu," sela Gery dengan jurus gombalnya.


Sontak membuat ketiga sahabatnya itu langsung ingin muntah mendengar gombalan si playboy kampus. Shafa hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan laki-laki playboy di hadapannya itu.


"Terimakasih atas pujianmu James.. Gery.. Maaf saya harus kembali bekerja, lain kali kita bisa ngobrol di kampus kalau ada waktu, Selamat malam." ucap Shafa pamit untuk pergi.


Barrack hanya menatapnya, dia seperti tidak percaya, orang yang dia ganggunya selama ini sudah menjadi idola di cafe itu. Bahkan Barrack baru tahu Shafa tipe wanita pekerja keras, dia bisa membagi waktu kuliah dan kerjanya dengan baik.


Tiba-tiba ada sedikit rasa kagum dihatinya melihat wanita itu, selama ini yang Barrack lihat hanya penampilan luarnya saja. Tapi ternyata banyak kelebihan yang Shafa punya. Sangat jauh berbeda dengan sifat Jenny yang manja dan suka menghambur-hamburkan uang.

__ADS_1


"Barrack.. Kenapa melamun? Apa kamu sudah menyesal selalu mengganggu wanita itu selama ini, bahkan sekarang dia sangat menarik dan cantik, " goda James menyenggol bahu Barrack.


"Hah.. Menyesal? Tidak biasa saja, wanita-wanita cantik seperti itu selalu mengejarku dimana saja, " ucap Barrack dengan sombongnya.


"Tapi dia kan beda, dia masih polos dan ori, belum tersentuh buaya darat seperti kita, aku liat dia tidak pernah memiliki pacar di sekolah dulu, sangat menarik untuk ditaklukkan," ucap Gery dengan senyum smirknya.


"Ori.. Ori.. Kau kira dia itu barang!" Ken menoyor sahabatnya yang playboy itu.


Kemudian mereka pergi meninggalkan cafe dan kembali ke basecamp mereka.


***


Saat berada di basecamp, Barrack menceritakan tentang kejadian yang dialami papanya dan tentang perjodohan yang papanya janjikan kepada almarhum karyawannya itu. Sahabatnya kaget dan mendengarkan dengan serius permasalahan Barrack.


"Barra.. Bagaimana kalau yang dijodohkan denganmu itu sangat jelek, tidak menarik dan membosankan, apa bisa kau hidup dengan wanita seperti itu?" tanya Gery.


"Ini bukan masalah bagaimana wanita itu, aku tidak peduli bagaimana bentuknya wanita itu, karena suatu saat aku akan membuatnya membenci dan meninggalkanku dengan sendirinya," jawab Barrack.


"Yang aku pedulikan hanya perasaan Jenny, pasti dia akan hancur dan marah mendengar aku akan menikah,"


"Aku masih bingung memulai bagaimana menjelaskan tentang semua ini pada Jenny," Barrack terlihat frustasi.


Mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Tapi kamu harus menjelaskan segera, karena lebih cepat lebih baik, setelah kamu tau respon Jenny seperti apa, kamu bisa mengambil langkah selanjutnya, " saran Ken kepada Barrack.


Barrack mengangguk menerima saran Ken, Pada akhirnya mereka meninggalkan basecamp dan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Dua bulan telah berlalu, dan Barrack juga telah menjelaskan kepada Jenny tentang perjodohan itu. Dia berjanji kepada Jenny setelah bercerai nanti Barrack akan menikahinya. Jenny memilih untuk mempertahankan hubungannya dengan Barrack walau Barrack akan menikah.


Jenny sangat penasaran dengan calon istri pacarnya itu, tapi Barrack sendiri tidak tau dan tidak mau tahu siapa wanita yang dijodohkan dengannya karena dia ingin segera lepas dari wanita yang dijodohkan dengannya itu.


***


Di kediaman Bu Farida.. Shafa yang sudah mendengar perjodohan itu awalnya tidak menyetujui karena dia tau, dia akan dijodohkan dengan pria arogan itu. Seharusnya Shafa senang akhirnya dia bisa menikah dengan laki-laki yang selama ini dia cintai, cinta pertamanya. Tapi dia hanya ingin menikah jika keduanya sama-sama saling mencintai karena dia tahu Barrack sangat mencintai kekasihnya.


Shafa ingin menolak tapi itu adalah janji yang Jason katakan kepada mendiang ayahnya saat akan menghembuskan nafas terakhirnya, mau tidak mau dia menerimanya. Walaupun dia tahu akan menjalani hari-harinya dengan penuh rasa sakit, dia berusaha ikhlas menjadi istri yang baik untuk suaminya dan memenuhi keinginan terakhir ayahnya.

__ADS_1


Walaupun sedikit terkejut saat Jason dan istrinya datang menjelaskan perihal perjodohan dan melamar Shafa secara mendadak, tapi Bu Farida sedikit bernafas lega, akhirnya akan ada seseorang yang menjaga putri tercintanya. Walaupun tidak dipungkiri ada rasa khawatir yang bersemayam di dadanya, dia takut putrinya itu terluka atau ada banyak hal yg lebih buruk nantinya. Bu Farida tahu putra Jason dan putrinya bagaikan langit dan bumi, Bagaimana mungkin seorang dari kalangan bangsawan dan kaya setuju begitu saja untuk menikah dengan gadis biasa seperti putrinya.


Bahkan Istri Jason terlihat irit bicara dan tidak berusaha mengakrabkan diri dengannya, padahal sebentar lagi mereka akan menjadi besan. Dia benar-benar gusar saat itu tapi Jason menyakinkan Bu Farida apapun yang terjadi Jason yang bertanggung jawab untuk kebahagiaan calon menantunya.


__ADS_2