Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
45.Terbongkar


__ADS_3

"Sebenarnya siapa disini yang harusnya disebut sebagai cassanova, kamu terus mengataiku tapi nyatanya aku tidak lebih br*****k dari kamu! Sebaiknya lepaskan saja Shafa dan berikan padaku! Aku bisa membuatnya bahagia!" Kali ini Gery berbicara serius.


"Diam kau b***ngan! Kau semakin merusak moodku! Kalau kau ingin mendapatkannya mari kita bertarung di atas ring sampai salah satu diantara kita mati, karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya!" Barrack menggeram menahan emosi.


"Sudahlah jangan terlalu sensitif Tuan Muda, ingatlah ini hari bahagiamu, simpan tenagamu untuk malam pertama nanti," Ken mencoba menjadi penengah sembari ikut mencibir. Dia menggenggam bahu Barrack.


"Kalau kalian disini hanya untuk membuatku semakin kesal pergi saja kalian dari sini! Aku tidak butuh teman penghianat!" Barrack semakin melipat wajahnya.


"Sudah diamlah kalian! Dasar kekanak-kanakan! Lihat itu pengantin wanitanya sudah datang," James memperingatkan.


Beberapa keluarga dekat dari kedua mempelai menghentikan aktivitas mereka saat pengantin wanita mulai memasuki Mansion. Tangan Jenny di lengan mama dan papanya, lalu Barrack menghampiri Jenny dan mengulurkan tangannya didepan Jenny. Jenny terlihat sangat cantik dengan kebaya putihnya tersenyum manis menyambut uluran calon suaminya tapi Barrack malah tidak merasakan apapun. Raganya berada disini tetapi hati dan pikiran Barrack pada istri kecilnya.


"Hei dimana ya istriku itu? dari sejak bangun aku tidak melihatnya sama sekali, malah para pelayan yang membangunkanku, apa dia sudah pergi kerumah ibunya? Dia benar-benar sangat marah sampai tidak mau menungguku bangun terlebih dulu, maafkan aku baby!" Barrack berkata dalam hatinya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah duduk didepan seorang penghulu dan didampingi beberapa saksi. Jenny dan keluarganya tersenyum bahagia, berbanding terbalik Barrack dan keluarganya yang terlihat muram dan sedih. Saat penghulu akan memulai prosesi ijab kabul, tiba-tiba seseorang paruh baya datang dan berteriak,


"HENTIKAN!" ucap laki-laki itu dengan tegas dan lantang.


Dan sontak membuat semua orang kaget dan menoleh ke sumber suara. Ternyata yang datang adalah Jason bersama Asistennya dengan raut wajah marah. Semua merasa heran melihat Jason yang tiba-tiba datang dan marah.


"SIAPA YANG MENGIJINKANMU MENIKAHI WANITA ITU BARRACK!" Jason meninggikan suaranya.


"Pa.. Papa.. " Barrack kaget mendengar bentakan papanya.


Kata-kata Jason membuat Jenny dan keluarganya merasa terhina.


"Apa maksud anda menghentikan pernikahan ini Tuan Jason? Apa anda tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya?" kata Adrian dengan menahan emosi.


"Iya saya tahu! Maka dari itu saya tidak membiarkan putraku menikahi putrimu!" Jason menjawab dengan sarkas.


"Apa maksud anda Tuan? Kata-kata Anda membuat malu keluarga besar saya,"


"Membuatmu malu? Kamu yang membuat dirimu sendiri malu!" Jason tersenyum sinis dan memberikan kode tangannya pada Sam.


Lalu seorang laki-laki berparas tampan berwajah ala Timur tengah masuk ke mansion bersama Asisten Tomy. Barrack yang melihat laki-laki itu mengernyitkan dahinya merasa heran. Kenapa Tomy Asistennya membawa Emir kesini. Sementara Jenny tiba-tiba gemetaran dan wajahnya mendadak pucat.


"Apa kau mengenal laki-laki ini Jenny? Demir Osman Kaan!" Jason bertanya dan menatap Jenny dengan tajam.


Jenny semakin pucat dan gelagapan menjawab pertanyaan Jason.

__ADS_1


"Di.. Dia teman saya sesama model Om, kenapa Anda membawanya kemari,"


Semua orang masih bertanya-tanya kenapa Tuan Jason membawa orang asing ke acara itu.


"Kamu yakin dia hanya teman?" Jason tersenyum sinis.


"Apa yang Anda lakukan Tuan Jason dengan menanyakan hal-hal yang tidak penting, saat ini yang terpenting adalah acara pernikahan putra-putri kita, saya mohon jika anda ingin berbicara, nanti saja setelah selesai ijab kabulnya," Adrian terlihat tidak sabar dan bosan dengan sikap basa-basi Jason.


"Ohh ternyata Tuan Adrian tidak suka basa-basi ternyata," Jason mencibir.


"Apa kau sudah tahu laki-laki ini adalah Ayah dari bayi yang ada di kandungan putrimu?"


Sontak semua orang disitu melotot kaget dan suasana menjadi ribut dan Barrack pun tak kalah kaget. Adrian yang merasa sangat malu dan menyangkal ucapan Jason.


"Anda pasti salah Tuan Jason, mungkin laki-laki itu hanya ingin memanfaatkan Jenny dengan mengaku-ngaku sebagai ayah dari calon bayi Jenny," Adrian membela putrinya.


"Apa Mengaku-ngaku?! Putrimu itu yang tidak tau malu mengaku-ngaku Barrack yang menghamilinya! Sungguh wanita m*rahan! Saya sudah melihat dibeberapa tangkapan CCTV dari Apartemen Jenny, Pria itu sering datang dan pergi bersama Jenny. Dan dari CCTV di beberapa Hotel juga memperlihatkan kemesraan mereka berdua, Apakah itu bisa dinamakan teman biasa Tuan Adrian?"


Perkataan Jason seperti sebuah tamparan bagi Adrian.


"Ohh mungkin kamu ingin melihat langsung video putrimu yang seranjang dengan laki-laki ini," Jason memukul telak keluarga Jenny dan membuat mereka tak bisa berkata apa-apa.


"Maafkan saya Tuan Adrian, memang benar saya adalah ayah dari calon bayi Jenny," Emir membuka suara.


"DIAM KAU BOCAH T*NGGIK!! Aku sedang tidak bertanya padamu!" Adrian semakin marah dan malu luar biasa.


Adrian yang melihat istri dan putrinya semakin menangis menjadi tidak tega, dia tidak ingin keluarga Hansel semakin mempermalukan mereka.


"Aku mohon Tuan Jason, sebaiknya permasalah ini kita selesaikan secara pribadi,"


"Apa kamu malu kebusukan putrimu diketahui banyak orang? Bahkan saat dia sedang menggoda laki-laki, tidak ada rasa malu dalam dirinya," Jason mengejek dengan tatapan jijik.


Adrian menunduk malu dan mengepalkan tangannya. Lalu Jason memberi kode lagi kepada Samuel.


"Perhatian semuanya! Mohon maaf sebelumnya atas kekacauan ini, Saya mohon, silahkan anda semua meninggalkan tempat ini, Terimakasih sudah hadir memenuhi undangan dari kedua keluarga," Asisten Sam mengusir para tamu secara halus. Semua tamu pergi dari Mansion keluarga Hansel dan menyisakan dua keluarga inti yang sedang bersitegang.


"Lalu bagaimana Jenny? Apa kau bisa menjelaskan drama rekayasa yang kau ciptakan agar kau bisa menjerat Barrack dalam pelukanmu!" Jason menatap Jenny tajam dan Jenny hanya bisa menunduk malu.


"Apa kau sadar sedang membuat masalah dengan siapa?! Kau salah jika meremehkanku Jenny!" Jason menggeram penuh emosi. "Dan kau Barrack! Kau begitu naif sekali, Kau tidak pantas disebut sebagai putraku!"

__ADS_1


"DEMIR!!!" Jason membentak. Emir kaget dan gugup mendengar teriakan Jason.


"Sa.. Saya dan Jenny sudah saling kenal sejak 5 tahun terakhir, kami semakin akrab saat kami mendapatkan beberapa kali project bersama. Jenny menggodaku untuk melampiaskan n*fsunya karena dia menceritakan Barrack sangat menjaga kehormatannya, tapi malah semua itu membuat Jenny bosan dengan hubungan mereka, tapi Jenny mengaku kalau Dia sangat mencintai Barrack dan tidak ingin melepaskan Barrack. Jadi kami membuat perjanjian, Aku memuaskan Jenny di Ranjang secara sukarela tapi aku tidak akan bertanggungjawab tentang apapun yang terjadi terhadap Jenny dimasa depan. Hingga saat beberapa bulan lalu.." ucap Emir sembari menerawang dan menceritakan kisah perjalanannya bersama Jenny.


*Flashback on


"Emir.. Bantu aku memisahkan Barrack dan istrinya! Aku ingin memiliki Barrack seutuhnya, dia selalu menghindariku dan semakin lama dia sulit untuk aku gapai," Ucap Jenny yang masih berada diatas tubuh Emir. Dia terus mend*sah sembari mengg*yangkan t*buhnya diatas pria itu.


"Lalu apa yang aku dapat jika aku membantumu sayang?" Emir bertanya dan membalikan t*buh Jenny sehingga Jenny sekarang berada di bawahnya.


"Aku akan membayarmu dengan jumlah yang banyak Emir! Aku akan mentransfer 50% pembayarannya ke rekeningmu setelah rencana kita berhasil sisanya otomatis masuk lagi dikantongmu," Jenny membelai mesra wajah Emir, "Tugasmu tidak begitu berat sayang, buatlah pelayan itu jatuh cinta padamu dan pisahkan dia dari Barrack bagaimanapun caranya," ucap Jenny tersenyum kemenangan.


"Itu tugas yang sangat mudah cantik, siapa yang bisa menolak pesona seorang Demir Osman Kaan, hanya dengan senyuman dan pandangan mataku aku yakin dia akan bertekuk lutut padaku," ucap Emir penuh keyakinan.


Setelah beberapa hari berlalu Emir mulai mendekati Shafa, menguntit Shafa dimanapun dia berada, di Toko buku, di Cafe bahkan di Pesta. Dia pikir dia bisa dengan mudah membuat Shafa jatuh cinta karena selama ini banyak wanita cantik yang selalu mengejarnya tapi nyatanya dia yang malah jatuh cinta pada sosok Shafa yang cantik, baik dan memiliki banyak kelebihan.



Dia tidak menyangka bisa secepat itu jatuh cinta pada seorang gadis biasa dan lebih parahnya gadis itu sudah memiliki suami. Senyuman Shafa yang cantik dan tulus serta kelembutan hati Shafa membuat jantung Emir berdetak lebih kencang dan semakin membuatnya penasaran. Bahkan dia menyewa beberapa preman untuk membuatnya babak belur untuk menarik simpati dan perhatian Shafa. Tapi nyatanya semua yang dilakukan Emir tidak berarti apapun untuknya, Shafa hanya mencintai suaminya.


Hingga pada suatu hari Jenny mengatakan dirinya hamil anak Emir. Tapi seperti perjanjian di awal, Emir tidak akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu pada Jenny. Tapi kehamilan Jenny menjadi sangat menguntungkan baginya, dia memutuskan untuk menjebak Barrack agar calon bayinya memiliki ayah dan yang terpenting Jenny memiliki kesempatan merebut Barrack dari Shafa.


Pada saat kejadian di Club sampai di Apartemen Jenny, Emir membantunya sampai drama Jenny berjalan mulus, dan kenyataannya Barrack dan Jenny tidak pernah tidur bersama. Dan bodohnya Emir dan Jenny tidak menyadari jika yang dia hadapi adalah keluarga yang tidak biasa. Akan mudah bagi keluarga Hansel menemukan jejak mereka.


*Flashback off


Setelah Emir menceritakan bahwa Barrack nyatanya hanya dijebak oleh kedua pasangan model itu, Barrack semakin murka dan sangat membenci kedua orang itu. Dan tiba-tiba Dia melayangkan pukulan ke wajah Emir dengan penuh amarah.


"Br***sek kau! Ba***gan! "


"Bugghhhh... Bughhhh...!"


Tomy dan Sam pun turun tangan memegangi Barrack dan mencoba meredam amarah tuan mudanya.


"Tenangkan diri anda tuan muda, sekarang belum saatnya anda menghabisinya," ujar Tomy.


Jenny dan keluarganya semakin ciut mendengar Emir akan segera dihabisi keluarga Hansel.


"Bagaimana Tuan Adrian? Apa yang seharusnya aku lakukan untuk putrimu yang kurang ajar itu! Dia sudah berani berurusan dengan keluargaku, mengusik ketenangan anak dan menantuku, bahkan penjara saja tidak pantas untuknya," Jason berkata tegas dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Lutut Adrian serasa lemas seperti tak bertulang, dia sudah memperingatkan putrinya agar tidak berurusan dengan keluarga Hansel. Tapi semuanya dibutakan karena cintanya kepada Barrack. Sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa, dia benar-benar sangat takut akan pembalasan dari Jason. Jenny dan Rossa juga tidak kalah takutnya. Mereka masih menangis dan gemetaran.


__ADS_2