
"Iya mom, Kakek Jason tadi kesini, kakek udah beljanji ajak Daddy Bala kecini," ucap Rey lalu kembali bermain mobil-mobilan lagi di depan televisi.
"Ibu!" panggil Shafa.
Shafa menghampiri ibunya yang berada di dapur, untuk menuntaskan rasa penasarannya.
"Iya sayang!" jawab Bu Farida.
"Apa benar Papa Jason tadi kesini?" tanya Shafa dengan raut wajah serius.
"Iya sayang, Papa mertuamu tadi kesini. Kamu tidak bisa terus-terusan menghindari mereka sayang, sudah waktunya kamu menyelesaikan masalahmu dengan Barrack. Barrack juga harus tahu keberadaan putranya," nasehat Bu Farida.
"Tapi aku takut mereka merebut Rey dariku Bu," ucap Shafa dengan gusar.
"Mereka tidak sejahat itu sayang, memisahkan kamu dari putra kesayanganmu,"
"Apa yang dikatakan papa tadi Bu?"
"Kami hanya bertukar cerita dan kabar tentang papa dan mama mertuamu, Pak Jason juga meminta maaf dengan tulus atas kesalahan Barrack. Dia berharap kamu dan Barrack bisa kembali seperti dulu lagi," ucap Bu Farida tanpa mengatakan yang sebenarnya.
"Apa ibu rela aku disakiti lagi oleh Barrack? Apa ibu juga menyuruhku untuk kembali padanya lagi?"
Bu Farida menghela nafasnya panjang, ingin sekali dia menjelaskan kesalahpahaman putrinya dan sang suami tapi dia ingin Barrack sendiri yang akan menjelaskan pada putrinya tentang fitnah yang Jenny tuduhkan pada Barrack.
"Tidak ada satupun ibu di dunia ini yang rela jika putrinya disakiti, tapi ibu tahu kamu masih sangat mencintai suamimu jika kamu tidak berharap untuk kembali padanya lagi, lebih baik kamu menyelesaikan semuanya secara baik-baik dengannya. Agar statusmu tidak terus menggantung seperti ini." nasehat Bu Farida.
"Baik Bu, jika aku sudah siap aku akan membawa pengacaraku menemuinya di Indonesia," ucap Shafa yang kemudian menemani putranya bermain.
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam.. Warahmatullahi.. Wabarakatuh.." jawab Bu Farida dan Shafa bersamaan.
Terlihat Zain baru pulang dari kantor, dan Rey berlari menyambut kedatangan pamannya kemudian meminta gendong pada paman tersayangnya.
"Uncle yain, Ley kangen!" ucap Rey yang kini sudah berada di gendongan pamannya.
"Uncle juga kangen banget sama Rey! Rey nakal nggak hari ini?" tanya Zain pada bocah laki-laki tampan itu.
"No uncle! Ley tadi belajal, belmain, bantu nenek belanja dan bobo ciang sambil mimim cucu cama nenek," jawab Rey dengan menghitung jari-jari kecilnya, sehingga membuat Zain begitu gemas.
Dia mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada keponakannya yang lucu itu sampai Rey merasa geli luar biasa dan menyuruh Zain menghentikan kejahilannya. Sedangkan Shafa dan Bu Farida ikut tersenyum melihat Rey yang begitu manja pada Zain, Shafa beruntung Zain sangat menyayangi putranya sehingga selama ini Rey tidak terus-menerus menanyakan daddy-nya.
***
Satu bulan telah berlalu, kini video klip terbaru Shafa telah muncul di layar kaca sebagai artis pendatang baru dari Asia. Lebih mudah baginya untuk dikenal karena dia berada dalam naungan label musik terkenal milik Robert Stewart.
Tak tanggung-tanggung, Robert mengiklankan lagu terbarunya di televisi, sosial media maupun di YouTube, hingga lagu terbaru Shafa pun semakin banyak dikenal orang, banyak para selebgram dan artis tik tok yang menggunakan lagu Shafa untuk konten video mereka, sehingga lagu itu pun dengan cepat booming.
__ADS_1
Beberapa radio lokal dan televisi swasta pun semakin banyak mengundangnya, semakin lama namanya pun semakin banyak dikenal orang di negara asing itu.
Tomy dan Barrack adalah pria-pria yang sibuk dan workaholic, waktu senggangnya pun dia habiskan di pondok pesantren milik Abah Ali untuk mendalami agamanya, sehingga sampai saat ini dia tidak tahu jika Shafa telah menjadi penyanyi dari Asia yang sudah terkenal di negeri orang.
Malam itu, Barrack sedang bersama Tomy lembur di kantor, dan dering ponselnya membuyarkan konsentrasi akan pekerjaannya.
"Ya.. Ada apa Ger?"
Barrack mengangkat telpon dari Gery sahabatnya.
"Eh kamu tahu nggak lagu yang lagi booming saat ini!" ucap Gery basa-basi.
"Apaan sih kamu! Nggak penting banget yang kamu ucapin, mana sempet aku liat lagu yang lagi booming! Ini aja aku masih di kantor!"
"Ck! Kamu ini benar-benar pekerja keras ya! Bentar aku kirimankan videonya,"
Gery menutup telponnya tanpa mendengar jawaban dari Barrack, sedangkan Barrack mendengus kesal, Gery menganggu pekerjaannya hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting.
"Kling!"
Kemudian notifikasi pesan What'sApp milik Barrack berbunyi, dan saat membukanya, terlihat Gery mengirimkan sebuah video yang Barrack sama sekali tidak minat untuk membukanya.
Dia mengaktifkan mode silent di ponselnya tanpa membuka video kiriman sahabatnya lalu menaruh ponselnya lagi di meja. Dia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya agar dia cepat pulang dan mengistirahatkan tubuh dan otaknya.
Tanpa sepengetahuan Barrack, selama satu bulan belakangan Myra dan Jason mengunjungi cucunya selama dua kali. Mereka begitu menyayangi cucu pertamanya itu dan mengajak cucunya jalan-jalan mengelilingi Kota London. Risty tidak tahu itu, karena Bu Farida memberikan syarat pada besannya agar mengembalikan cucunya sebelum Risty pulang dari kantornya dan besannya pun menyanggupi.
Myra dan Jason memang sengaja tidak menemui Risty dulu, karena mereka takut Risty melarang mereka menemui cucunya. Bu Farida telah bercerita jika Risty takut jika mereka akan membawa cucunya pulang ke Indonesia, jadi demi kenyamanan Risty, kedua mertuanya menahan diri untuk tidak menampakan diri didepan menantunya. Mereka ingin Barrack yang terlebih dahulu menyelesaikan semua masalahnya dengan sang istri, sehingga suatu hari nanti hubungan keluarga mereka membaik kembali.
Setelah dia memakai baju ternyamannya, dia berbaring untuk meluruskan punggungnya yang begitu kencang.
"Ughhh! Nyaman sekali rasanya!" gumam Barrack.
Dia mengambil ponselnya dan iseng-iseng membuka video yang Gery kirimkan. Saat video itu mulai terbuka, alangkah terkejutnya dia melihat siapa penyanyi cantik bersuara indah yang berada di sebuah video klip itu.
Rasa kantuk dan lelahnya pun langsung menguap tiba-tiba, dia segera menghubungi Tomy dan menyuruh Tomy agar Mark melacak semua informasi tentang Shafa, istri yang selama ini dia cari dan sangat dia rindukan.
Dalam hitungan menit semua informasi itu masuk ke email Barrack, termasuk video Shafa yang bernyanyi dengan ditemani putranya.
"Degg!!"
Jantung Barrack seolah berhenti berdetak saat matanya memandang video bocah laki-laki tampan yang begitu mirip dengannya.
Dia baru tahu namanya saat Mark mengirimkan akun sosial media milik Shafa yang terbaru.
"Namanya Reyhan Dave Hansel, namamu sangat bagus putraku, Daddy sangat merindukanmu," gumam Barrack dengan mata yang sudah berembun.
Ingin sekali dia memeluk dan menciumi seluruh tubuh putra kesayangannya itu, dia terus bersyukur dalam hatinya, setelah sekian lama dia mencari mereka akhirnya sebentar lagi Allah mempertemukan mereka.
__ADS_1
Tak ingin menunggu waktu lama, Barrack menghubungi Tomy agar memesan tiket ke Inggris besok pagi.
"Tidak bisa besok Boss!" keluh Tomy.
"Tidak bisa bagaimana? Apa kamu tidak lihat aku sudah menunggu hari ini sudah sangat lama Tom!" sahut Barrack dengan kesal.
"Lalu lembur kita tadi apa artinya Tuan muda! Boss kan tahu hari ini kita lembur mengejar deadline untuk materi besok kita meeting dengan orang penting, jika kita membatalkan sepihak maka kesepakatan yang bernilai triliunan akan melayang begitu saja Boss! Ingat nama Anda dan Tuan Besar juga di pertaruhan disini jika anda melakukan kesalahan!" ucap Tomy memperingatkan.
"S**l!" umpat Barrack.
Dia baru ingat jika pekerjaannya tidak bisa ia tinggalkan begitu saja, jika tidak mengingat orang penting yang akan mereka temui besok, mungkin malam ini Barrack akan langsung terbang ke Inggris menemui putranya. Tapi untuk saat ini dia hanya bisa menahan dan bersabar sedikit lagi.
"Sedikit lagi Rey! Daddy akan membawamu pulang! Tunggu daddy ya sayang," gumam Barrack setelah menutup sambungan teleponnya dengan Tomy.
Dia menjadikan foto putranya sebagai wallpaper ponselnya dan mendekap erat ponsel itu hingga dia tertidur.
***
Sedangkan di belahan dunia yang lain, seperti biasa Shafa berada di kantornya meeting bersama timnya untuk membicarakan pembuatan iklan suatu produk baru. Semua selalu terpukau dengan kecerdasan dan ide-ide brilian Shafa, dia sarjana lulusan hukum jadi semua kata-katanya begitu cerdas dan berbobot.
Saat telah menyelesaikan meetingnya, manager sekaligus asistennya memberikan jadwal show Shafa.
"Indonesia?" Shafa mengernyitkan dahinya menatap iPad yang disodorkan sang asisten.
"Benar Nona!"
"Apa aku juga terkenal di negara asalku? Sampai ada orang Indonesia yang bersedia merogoh koceknya sedikit dalam hanya untuk mengundangku di acaranya, padahal aku hanya artis pendatang baru," ucap Shafa sedikit heran.
"Aku tidak tahu soal itu Nona, sepertinya memang anda sudah banyak dikenal netizen Indonesia, karena lagu anda sering dijadikan konten para selegram dan beberapa artis tik tok Indonesia. Dan kabar baiknya, si pengundang sudah mengirimkan DP 75% dari fee anda,"
"Wow!!" seru Shafa berbinar takjub.
Biasanya dia hanya menerima DP 50% dari fee-nya tapi kali ini dia menerima DP lebih banyak, sungguh benar-benar sultan yang telah mengundangnya begitu pikirnya.
"Baiklah, persiapkan semuanya! Lusa kita akan berangkat. Aku juga akan menungaskan wakil CEO untuk menggantikanku selama aku di Indonesia." ucap Shafa pada wanita Alice itu.
"Baik Nona!" jawab Alice, sang manajer.
*
*
Hari dimana Shafa berangkat ke Indonesia telah tiba, dia memutuskan untuk mengajak Ibunya dan Rey dalam perjalanan show-nya kali ini. Dia tahu jika ibunya sangat merindukan negara asal mereka dan ingin sekali berkunjung di makam sang suami.
Jadi Shafa berencana akan menginap di Hotel yang tak jauh dari tempatnya mengisi acara dan akan mengunjungi makam ayahnya bersama putra dan ibunya.
Butuh beberapa jam, akhirnya mereka telah sampai di negara asal mereka, Rey begitu takjub dengan tempat baru dan terus berceloteh ria.
__ADS_1
"Welcome Indonecia!" seru Rey dengan bahagia.
Saat Shafa meninggalkan bandara untuk menuju hotel, tak disangka Barrack datang ke Bandara untuk pergi ke Inggris menyusul istri dan putranya, ditemani oleh asisten setianya.