
Dalam rentang waktu satu tahun ini, Jessie masih sering mengunjungi Bu Nadia, mama James di mansionnya, mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk sekedar jalan-jalan, nyalon atau makan di restoran favorit mereka. Keduanya sudah seperti mama mertua dan menantu yang sungguhan, padahal James saja belum menyetujui perjodohan ini.
Seperti saat ini, kedua wanita beda generasi ini sedang berada di Mall untuk shopping bersama.
"Tante, sepertinya minggu depan aku nggak bisa menemani tante lagi seperti biasanya.."
Belum Jessie menyelesaikan kalimatnya, Bu Nadia tiba-tiba panik dan terkejut.
"Nggak bisa menemani bagaimana Jessie? Memangnya kamu mau kemana? Terus nanti yang nemenin tante siapa? Kalo tante kangen apa masih bisa ketemu sama kamu?" tanya Bu Nadia memberondong pertanyaan pada Jessica.
"Astaghfirullah Tante, Jessie kan nggak pergi jauh. Minggu depan aku sudah magang di sebuah perusahaan Tante, jadi mungkin waktunya tidak bisa sesantai sekarang. Tapi aku usahakan jika ada waktu luang aku akan berkunjungi tante lagi,"
"Iya sayang tante nggak apa-apa, tante cuma takut aja kamu ninggalin tante ketempat jauh. Eh by the way, apa kamu udah dapet tempat magang Jessie?"
Jessie membalas pertanyaan Bu Nadia hanya dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya udah, kalau gitu kamu siapkan saja semua persyaratan magangnya dan anter ke rumah Tante nanti!" ucap Bu Nadia tersenyum penuh arti.
"Ini maksudnya apa Tante?" tanya Jessie.
"Tante mau carikan kamu perusahaan besar buat magang biar kamu nggak susah-susah cari, teman-teman sosialita Tante kan istri dari para dari pemilik perusahaan besar, jadi serahkan semua sama Tante sayang,"
"Wahh terimakasih banyak Tante sayang," Jessie memeluk Bu Nadia dengan binar bahagia.
Sepulang dari jalan-jalan bersama Bu Nadia, Jessica pun mulai sibuk membuat proposal dan persyaratan lain untuk pengajuan magangnya. Dan keesokan paginya sebelum dia berangkat kuliah dia mampir ke mansion Bu Nadia untuk menyerahkan proposal yang telah diminta wanita paruh baya itu.
***
Selang beberapa hari telah berlalu, Jessie menerima telepon dari sebuah perusahaan, salah satu pegawai perusahaan itu mengatakan jika pengajuan magang Jessica sudah di terima dan mulai senin depan dia sudah bisa masuk ke perusahaan tempatnya magang nanti. Sontak Jessie pun sangat bahagia, dia tidak harus repot-repot mencari tempat magangnya sendiri.
Hari Senin pun telah tiba, pagi itu Jessie sudah memakai setelan kerja yang terlihat pas dan cantik ditubuhnya dan rambut panjangnya pun ikat bagai ekor kuda.
"Selamat pagi kak," sapa Jessie kepada resepsionis.
"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya si resepsionis.
"Maaf saya adalah mahasiswa yang mau magang disini, kemarin saya diberitahu agar menemui Pak Fino terlebih dahulu, apa beliau ada sudah datang?" tanya Jessie.
"Sepertinya sudah, tadi beliau juga berpesan agar kakak langsung naik ke lantai 5 untuk menemui beliau, silahkan naik lift karyawan, liftnya sebelah situ!"
"Baik, terimakasih kak."
Tanpa banyak bertanya lagi, Jessie naik lantai 5 dan kebetulan Pak Fino sedang berada di luar ruangannya.
"Selamat pagi pak.." sapa Jessie pada pria muda bernama Fino itu.
"Iya selamat pagi," balasnya.
"Saya ingin bertemu dengan Pak Fino, apa bisa anda tunjukan ruangan beliau?" tanya Jessie.
"Kenalkan saya yang bernama Fino, ini nona Jessica Aira Hansel kan?" tebak Fino mengulurkan tangannya, dia langsung bisa mengenali gadis berwajah bule itu.
"Ah benar Pak, saya Jessica. Mahasiswa yang akan magang disini, mohon bimbingannya Pak Fino!" Jessie tersenyum manis dan mengulurkan tangannya.
"Duh cantiknya kamu Jessica, sayang sekali kamu sudah ada pemiliknya," ucap Fino dalam hati.
"Baiklah Jessica, mari ikut saya! Nanti saya tunjukkan ruangan kamu dan apa saja tugas kamu," ajak Fino
"Baik Pak Fino," jawab Jessie yang berjalan mengikuti Fino dari belakang.
__ADS_1
Fino membawa Jessie ke sebuah ruangan yang berada tepat didepan ruangan khusus CEO.
"Ceklek!"
"Ini ruangan kamu Jessica, jabatan kamu adalah sekretaris pengganti sementara. Karena sekretaris lama sedang cuti untuk beberapa bulan jadi semua tugas sekretaris lama akan berpindah padamu,"
"Ta.. tapi saya belum berpengalaman menjadi sekretaris Pak Fino, saya sendiri baru mau magang bagaimana bisa saya mengemban tugas besar ini. Saya takut, saya tidak bisa mengerjakan dengan baik," ucap Jessie tampak gugup.
"Kamu jangan khawatir Jessica, sekretaris disini ada 3 orang termasuk kamu, jadi kamu bisa belajar bersama mereka. Sekretaris satu bernama Kinan dan sekretaris dua bernama Desy, sebentar lagi mereka juga akan datang, jadi silahkan beradaptasi dengan ruangan kamu dan pelajari berkas-berkas perusahaan terlebih dahulu,"
"Baik Pak,"
Fino pun meninggalkan ruangan Jessie dan dia mulai mempelajari berkas-berkas dan semua tugasnya.
Selang beberapa menit terdengar dua orang wanita sedang berbicara dari luar lalu masuk kedalam ruangan sekretaris.
"Ceklek!"
"Wow ada bule disini!," seru salah satu wanita yang baru masuk tadi.
"Nggak usah katro deh kamu!"
"Hallo kak, kenalkan saya Jessica, panggil saya Jessie aja. Saya mahasiswi yang akan magang disini, mohon bimbingannya ya kak!" ucap Jessie tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Oh jadi kamu anak magang yang akan menggantikan tugas sekretaris 3, kenapa sih nggak aku aja yang jadi sekretaris 3 kenapa malah anak magang yang belum berpengalaman." ucap Desy mendengus kesal.
"Ya udahlah ya, berarti belum rejeki kita!" sahut Kinan.
Sedangkan Jessie tidak begitu mengerti dengan ucapan mereka, dia jadi berfikir apa ada perbedaan tugas setiap sekretaris.
"Oh iya aku Desy, sekretaris dua," Desy menyambut uluran tangan Jessie.
"Terimakasih banyak Kak Desy, Kak Kinan,"
Jessie bisa bernafas lega karena teman-teman barunya begitu ramah padanya.
Desy dan Kinan pun mulai mengajari tugas sekretaris kepada Jessie, dia juga tak malu bertanya pada kedua teman barunya jika ada yang tidak dia mengerti.
"Kak maaf kalau aku lancang bertanya, memangnya tugas sekretaris tiga berbeda dengan sekretaris satu dan dua?" tanya Jessie dengan hati-hati.
"Sekretaris tiga itu tugasnya menemani Boss dan asistennya saat ada tugas diluar kantor yang berhubungan dengan pekerjaan. Jadi semua pasti menginginkan posisi menjadi sekretaris 3 karena akan lebih dekat dengan duo tampan di perusahaan ini, termasuk kami berdua!" ucap Desy menjelaskan.
"Oh jadi begitu," ucap Jessie.
"Ceklek!"
Pembicaraan ketiganya pun terhenti karena Pak Fino masuk kedalam ruangan mereka.
"Ada apa Pak Fino? Masa pagi-pagi udah kangen aja sama aku!" goda Desy dengan senyuman nakalnya.
"Des, jaga sikapmu! Ini masih jam kerja!" ucap Fino memperingati.
"Jadi kalau diluar jam kerja, boleh donk kita kangen-kangenan diluar," kini Desy mengigit bulpennya tanda dia sangat gemas dengan pria tampan didepannya itu.
Desy dan Fino memang memiliki hubungan spesial diluar pekerjaan, tapi Fino hanya menjadikan Desy sebagai partner bersenang-senangnya.
"Desy Silviana Sari!" geram Fino.
"Upss! Ampun Pak Asisten ganteng!" Desy berpura-pura menutup mulutnya.
__ADS_1
"Jessica, ayo ikut saya! Saya akan memperkenalkanmu dengan atasan kami," ucap Fino pada Jessie.
"Baik Pak," Jessie pun mengangguk dan mengikuti Fino dari belakang.
Fino membawa Jessie masuk kedalam ruangan CEO Perusahaan besar itu lalu memperkenalkan Jessie kepada sang atasan.
Terlihat sang atasan membalikkan kursinya kebelakang dan tengah sibuk dengan beberapa berkas ditangannya.
"Boss, ini mahasiswi yang akan magang disini untuk menggantikan tugas sekretaris tiga," ucap Fino pada sang atasan.
Sedangkan Jessie begitu penasaran seperti apa Boss didepannya itu.
Saat sang atasan membalikkan kursinya, alangkah terkejutnya Jessie dan pria itu.
"Jessie!"
"Kak James!" seru keduanya bersamaan.
Sedangkan Fino hanya menahan tawanya melihat keduanya sama-sama terkejut.
"Bagaimana bisa kamu magang disini Jessie?"
"Bagaimana juga kakak berada di perusahaan ini?"
"Ini perusahaanku sendiri, apa kau lupa King J corp," ucap James dengan enteng.
"Astaga, kenapa Bu Nadia nggak bilang? Dia hanya menyuruhku membuat proposal tapi tanpa nama perusahaan karena beliau sendiri bilang yang akan mengisi nama perusahaan di persyaratan milikku." ucap Jessica mengatakan sebenarnya.
"Oh jadi ini rencana mama! Ck, Ibu ratu selalu sesukanya!" ucap James dengan kesal.
James tahu jika mamanya ingin membuatnya lebih dekat dengan Jessie.
"Sudah Boss ikuti saja kemauan Baginda Ratu daripada Boss kena masalah," ucap Fino terkekeh.
Fino adalah asisten pribadi James.
"Baiklah kamu kembali bekerja sana! Nanti kalau ada perlu aku panggil lagi," ucap James dengan datar pada Jessie.
"Baik Pak James, terimakasih sudah memberi kesempatan saya magang disini, saya permisi kembali ke ruangan saya dulu!" ucap Jessie dengan bahasa formal.
"Hmm!"
Jessie pun keluar dari ruangan James dan kembali ke ruangannya.
"Eh Boss pasti seneng nih dapat sekretaris baru, cantik lagi, awas jatuh cinta nanti Boss,." goda Fino.
"Masih bocah, bukan seleraku!" ucap James tak peduli.
James berfikir untuk membuat Jessie tak betah di perusahaannya, agar rencana mamanya gagal.
Selama satu minggu ini, pekerjaan Jessie sangat baik, dia cepat dalam belajar hal baru, karena dia termasuk mahasiswi yang cerdas.
Pagi itu, Fino meminta ijin pada James kalau dia tidak bisa masuk kerja karena sakit, padahal hari ini mereka harus meeting dengan kliennya dari perusahaan lain. Jadi mau tidak mau James meminta Jessie menemaninya untuk bertemu di sebuah hotel. Awalnya semua berjalan lancar tapi saat James meminta berkas yang dia suruh bawa tadi, Jessie malah lupa tidak membawanya.
Dan seketika James sangat malu pada kliennya, karena kesalahan Jessie. Berkali-kali dia meminta maaf dan pada akhirnya mereka sepakat akan mengatur ulang jadwal pertemuan mereka karena sang klien akan berangkat ke luar kota hari itu juga.
Dan setelah itu mereka mengakhiri meeting mereka yang gagal.
"Apa kau tahu karena kecerobohanmu kontrak senilai ratusan milyar itu terancam melayang begitu saja?! Kalau kau tidak bisa bekerja pergi saja dari perusahaanku! Cari saja perusahaan lain! Jangan hanya bisanya bikin kekacauan saja!" ucap James dengan kemarahannya.
__ADS_1