Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
31.Pesta


__ADS_3

"Wahh bagus.. Sebentar lagi kelulusan sudah didepan mata nona, semoga dimudahkan sampai kelulusan nanti dan sukses kedepannya," ucap Emir mendoakan Shafa.


"Terimakasih doa tulus anda Kak, apa kakak juga masih kuliah?" tanya Shafa.


"Saya sudah lulus kuliah nona dan sekarang bekerja di Perusahaan Advertising," jawab Emir.


"Wahhh hebat sekali! Sepertinya menyenangkan bisa berbagi pengalaman kerja dengan anda Kak, tapi maaf saya harus pamit pergi dulu karena ada beberapa pekerjaan menanti," ucap Shafa yang akan pamit pergi.


"Baiklah nona, senang berjumpa dan ngobrol bersama anda, semoga lain kali kita bisa bertemu lagi,"


"Baik kak, Sampai jumpa lagi.. Bye!" pamit Shafa kemudian berlalu pergi.


Shafa keasyikan memilih buku di toko tadi sampai lupa dengan pekerjaannya di cafe. Sore ini ada putri salah satu pengusaha kaya yang akan merayakan ulang tahun di cafe milik Kak Anggie dan Shafa yang akan mengisi acara tersebut.


Shafa melajukan mobilnya ke salon untuk menata rambutnya agar terlihat cantik dan Fresh. Dia memakai sepatu higheels silver dan dress cantik berwarna mocca kombinasi dengan Gold. Terlihat cantik dan imut dengan gaya khasnya ala artis Korea, lalu di bergegas menuju Cafe.


Sore itu Cafe terlihat sangat indah dan glamor dengan nuansa serba gold, Shafa berjalan masuk ke Cafe dengan ceria dan menyapa semua karyawan dan Kak Anggie yang sedang mondar-mandir sibuk disana. Semua terpana melihat kecantikan Shafa.


*Shafa Adzania dengan Gaun cantiknya.



"Wahhh.. Wahhh, Bidadari turun dari mana ini?! Bisa-bisa semua pengunjung cuma fokus melihat penyanyinya dari pada yang punya acara," Kak Anggie menggoda Shafa.


"Bidadari turun dari Jonggol Kak!" Shafa malah terkekeh.


"Kakak ini berlebihan memujinya, pastinya banyak yang lebih cantik kali ini karena undangannya dari kalangan putri pengusaha kaya,"


Beberapa saat kemudian Cafe terlihat sangat ramai. Aracelly Geasilva, Putri dari Pengusaha kaya yang sedang berulangtahun telah datang dan menyambut sebagian undangan juga tiba disana.


***


Dikantor Barrack, ketiga sahabatnya mendatangi Barrack disana.


"Barra, ayo bersiaplah kita akan berangkat sekarang!" ucap Gery yang tak sabar.


"Aku tidak mau! Apa kau tidak lihat pekerjaanku masih banyak!" ujar Barrack yang terlihat sibuk didepan laptopnya.


"Kan ada Tomy, serahkan saja sama Tomy, kau ini tidak bisa diajak senang sedikit, kita juga sudah lama tidak jalan bareng," sahut Ken.


"Memangnya kita mau kemana? Pasti kalian mengajakku melakukan yang tidak-tidak!"


"Sudahlah ayo berangkat! Jangan kebanyakan tanya kau Tuan Arogan! Ini sudah aku siapkan baju untukmu sesuai dengan seleramu," paksa Gery sembari menyerahkan paperbag yang bertuliskan merk terkenal.


"Kenapa kalian memaksaku ikut, aku tidak suka pergi ke acara yang tidak ada untungnya buatku," ucap Barrack yang masih saja tak bergeming dari tempat duduknya.


"Lagipula aku belum ijin istriku untuk ikut, sepertinya dia sedang sibuk karena sedang mengisi acara juga, sebaiknya aku di.. "


"Heh!?"


Belum Barrack menyelesaikan ucapannya, Gery sudah menariknya dari kursinya dan memasukkan Barrack ke kamar mandi agar dia mengganti bajunya. James dan Ken hanya tertawa melihat Gery yang sudah habis kesabaran.


"Dasar Suami takut istri! Prince Bucin!" ejek James.


Mau tidak mau Barrack ikut dengan ketiga sahabatnya itu, dia tidak tau pasti akan diajak kemana karena dia tidak begitu peduli.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di Cafe yang tidak asing buat mereka. Barrack melihat dengan heran.


"Kenapa kita malah kesini? Apa kalian mau aku melihat istriku mengisi acara disini?" tanya Barrack.


"Hari ini Aracelly Putri dari Pemilik Angkasa Raya Grup sedang berulangtahun, kita semua diundang kesini dan undangan pada Gery tapi ditujukan untuk kita berempat, makanya Gery sangat memaksamu untuk ikut," Ken menjelaskan.

__ADS_1


"Cihhh! Pantas saja dia sangat bersemangat, ternyata gadis incarannya yang sedang berulangtahun," cibir Barrack.


"Setidaknya dia menemukan jodoh yang tepat Barra, sama-sama Sang Cassanova!" ejek James.


"Ahhh terserah kalian saja, yang penting dia cantik dan kuat dir*nj*ng," Gery tersenyum nakal dan menaik turunkan alisnya.


"Dasar otak mesuummm!" seru ketiga sahabatnya bersamaan.


Mereka berempat memasuki Cafe bersama. Mata Barrack langsung tertuju pada satu arah, yaitu panggung live music yang biasa Shafa bernyanyi. Dia belum melihat istrinya disana. Hanya terlihat band pembuka dengan vocalis laki-laki menyambut tamu undangan.


Aracelly menyambut kedatangan keempat laki-laki tampan itu dengan wajah ceria dan senyum menggodanya. Dia memakai mini dress berwarna gold dengan riasan sedikit mencolok, terlihat cantik dan menggoda.


"Happy Birthday Nona Ara, seperti biasa kamu terlihat sangat cantik dan s*xy sampai aku lupa untuk berkedip saat melihatmu," gombal Gery lalu mencium punggung tangan dan pipi kanan kiri Aracelly.


Seketika Aracelly berbinar sangat bahagia dan pipinya bersemu merah mendengar pujian Si Tampan Gery. Dan Gery menyerahkan sebuah buket bunga beserta kado untuk wanita cantik itu.


Beda Halnya dengan ketiga temannya yang terlihat muak mendengar gombalan Sang Cassanova, dan ketiganya juga memberi ucapan ulangtahun kepada Aracelly.


Terlihat beberapa wanita salah tingkah dan memandang dengan tatapan memuja pada keempatnya laki-laki tampan itu. Siapa yang tidak mengenal Barrack and the genk, putra dari 4 pemilik perusahaan terbesar. Semua wanita berlomba-lomba mencari perhatian pada mereka.


Tak Barrack sadari ada seorang wanita cantik berpakaian sexy sedang bersama teman-teman sosialitanya juga memperhatikannya dari pojok ruangan cafe itu.


Wanita itu adalah Si Model cantik Jennifer Amelia mantan kekasih Barrack. Dia ingin sekali menghampiri Barrack tapi dia akan lebih malu jika Barrack menolak kehadirannya di depan orang-orang kalangan atas. Dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk mendekati laki-laki yang sangat dia puja.


Dan di Backstage terlihat Shafa dan anggota bandnya yang lain kebingungan, salah satu pemain gitarnya sedang bolak-balik ke kamar mandi. Perutnya sedang bermasalah dan sepertinya dia tidak sanggup mengiringi Shafa bernyanyi diatas panggung.


Sedangkan dia tidak mempersiapkan cadangan pemain lain.


"Sebenarnya apa saja sih yang kamu makan Fino, sampai kamu bolak-balik ke kamar kecil?" tanya Shafa pada Sang gitaris bernama Fino itu.


"Sumpah aku tidak makan apapun Shafa, aku tadi cuma minum minuman yang kamu pesan tadi, niatnya mau ngerjain biar kamunya marah, ehh malah aku kena s*al!"


Shafa dan teman-temannya terlihat tertawa sekaligus kasihan melihat Fino. Mereka menduga seseorang sengaja memberi obat pencahar agar Shafa tidak bisa tampil hari ini. Dan s*alnya malah Fino yang terkena sasaran.


"Baiklah Genks! Tidak masalah, biar aku bernyanyi sambil bawa gitar saja!" ucap Shafa bersemangat. Dan semua bersiap naik ke panggung untuk menghibur tamu undangan.


Lalu petikan gitar dari si cantik Shafa pun di mulai..


🎼🎼 Walaupun diri ini menyukaimu


Kamu s'perti tak tertarik kepadaku


Siap patah hati kesekian kalinya


Yeah, yeah, yeah!


Ketika kulihat di sekelilingku


Ternyata banyak sekali gadis yang cantik


Bunga yang tak benar tidak akan disadari


Yeah, yeah, yeah!


Saat ku melamun terdengar music mengalun di Cafetaria


Tanpa sadar, kuikuti iramanya


Dan ujung jari pun mulai bergerak


Perasaanku ini tak dapat berhenti

__ADS_1


Come on, come on, come on, come on, baby!


Tolong, ramalkanlah


Yang mencinta, Fortune Cookie


Masa depan tidak akan seburuk itu


Hey, hey, hey!


Mengembangkan senyuman 'kan membawa keberuntungan


Fortune Cookie berbentuk hati


Nasib lebih baiklah dari hari ini


Hey, hey, hey!


Hey, hey, hey! 🎼🎼


Semua mata tertuju pada gadis cantik dengan gitarnya diatas panggung, suaranya dan gayanya menyita perhatian tamu undangan disana. Lagu berjudul "Fortune Cookie" dari JKT48 itu membuat tamu undangan tersenyum bahagia dan ikut bergoyang ringan mengikuti alunan lagu.


"Selamat malam saya ucapkan kepada Nona Aracelly dan semua tamu undangan, Happy birthday Nona Aracelly semoga anda panjang umur dan semakin sukses kedepannya," ucap Shafa menyambut para tamu dan mengucapkan doa tulusnya kepada Aracelly.


Terlihat Aracelly tersenyum bahagia mendengar sambutan dan doa dari Shafa, Aracelly melipat tangannya sembari mengangguk kearah Shafa.


"Saya mewakili Nona Aracelly mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dan memberi doa tulus pada Nona, selamat menikmati jamuan dari kami,"


Kemudian Shafa melanjutkan bernyanyi beberapa lagu lagi dan beberapa putri pengusaha kaya lainnya juga ikut bernyanyi dan bergoyang ke atas panggung dengan gembira.


Tanpa disadari laki-laki yang dicintainya melihatnya dengan rasa kagum dan memuji kecantikannya dalam hati. Dia merasa semakin jatuh cinta pada kucing kecilnya itu.


"Barrack lihat istrimu penampilannya sangat luar biasa! Dia menjadi buah bibir para putra pengusaha kaya, aku yakin sebentar lagi banyak yang akan mendekatinya," James menggoda Barrack.


"Ciiihhh! Suruh saja mereka mengubur mimpi mereka dalam-dalam! Sebelum mereka mendekat, mereka akan tahu dengan siapa mereka akan berhadapan!" ucap Barrack dengan sombong.


"Sudah Bucin, posesif lagi!" ejek Ken.


"Tunggu sampai kau merasakannya juga Ken, dan aku tidak akan berhenti mengataimu juga!" ucap Barrack lalu mengambil Wine yang berada di meja.


"Cihhh.. Tidak akan aku sepertimu Barra!" balas Ken dengan yakin.


Terlihat Barrack bertabrakan dengan wanita dan menumpahkan winenya di baju dan belahan dada wanita itu dan spontan Barrack mengambil tisu lalu mengusap baju wanita itu.


"Maaf.. Maafkan aku Nona,"


"Tidak apa-apa sayang, aku rindu dengan sentuhanmu," ucap wanita itu.


Saat mendengar suara yang tidak asing ditelinganya sontak Barrack memandang wanita di depannya.


"Jenny!" Barrack kaget melihat Jenny juga disitu.


"Iya kekasihku, aku disini juga.. Senang sekali berjumpa denganmu lagi! Apa kamu tidak merindukan bibirku yang manis ini sayang?" ucap Jenny dengan senyuman menggoda dan mengusap bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Jangan bicara begitu Jenny, kita hanya berteman sekarang, tolong jaga sikapmu didepan umum!" Barrack memperingati, lalu melangkah pergi tapi Jenny malah memegang tangannya agar Barrack tidak pergi.


"Jangan tinggalkan aku dulu sayang, harusnya kita melepaskan kerinduan kita dulu,"


Tak disadari dari atas panggung, sang penyanyi cantik itu memperhatikan interaksi suami dan mantan kekasihnya dengan rasa geram luar biasa.


"Sepertinya Si ular betina mulai beraksi lagi, lihat saja aku tidak akan membiarkan dia menggoda suamiku lagi, Dasar J****g!" Ucap Shafa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2