
Barrack telah tiba di Apartemen Tomy, dengan tergesa-gesa dia memencet bel Apartemen Tomy, Tomy yang berada di dalam apartemen sangat kesal mendengar belnya berbunyi tanpa henti.
"Siapa sih yang pagi-pagi begini bertamu?! mengganggu orang tidur saja, apa dia tidak ada kerjaan lain? Mana mencet Bel tidak ada jedanya lagi," Tomy mengoceh sana sini mendengar Bel yang terus berbunyi.
"Tett.. Tett.. Tett.. Tett.. "
Bel berbunyi tanpa jeda.
"Iya sebentar! Sabar napa!" Tomy menyahuti dari dalam dengan kesal.
Kemudian Tomy membuka pintu apartemennya dan saat di akan mengoceh, dia diam seketika melihat bossnya yang tengah berdiri dihadapannya.
"Ada ap.. "
"Tom.. Mana kamar mandi? Cepat aku mau mandi! Tunjukan kamar mandimu!" ucap Barrack yang nyelonong masuk tanpa salam.
"Boss, aku kira anda sudah di Mansion, kenapa penampilan boss jadi seperti ini? " ucap Tomy sambil memandang bossnya dari atas sampai bawah.
Terlihat Barrack sangat acak-acakan seperti orang yang habis kerampokan.
"Sudah jangan banyak bertanya lagi! Aku mau mandi, aku butuh air untuk menyegarkan badan dan pikiranku, aku tidak mau terlihat acak-acakan didepan istriku," jawab Barrack.
Kemudian Tomy menunjukkan kamar mandinya dan menyiapkan bajunya untuk Barrack.
Setelah beberapa saat berlalu Barrack terlihat lebih segar dan kembali tampan hanya dengan memakai celana jeans, T-shirt berwarna hitam dan Jas Casual berwarna Abu milik Tomy. Untungnya ukuran mereka hampir sama walaupun agak pendek untuk ukuran Barrack yang Bule.
"Terimakasih Tom, nanti aku kembalikan bajumu, aku mau pergi dulu menemui istriku! Ohh ya jangan lupa jam 9 nanti kamu harus ke kantor! Jangan tidur terus-menerus! Cutimu sudah habis! Hari ini aku tidak ada kuliah nanti jam 12 aku susul ke kantor." ucap Barrack seolah seperti ibu yang mengomeli anaknya dan dia berlalu pergi meninggalkan Tomy yang cemberut.
"Dasar Bule labil! kukira hari ini bisa cuti sehari gara-gara lembur kemarin, Eh ternyata disuruh kerja lagi bagai Quda, Huffttt!" gumam Tomy dan berjalan malas-malasan menunju kamar mandi.
***
Barrack Telah tiba di Mansion, terlihat Mama Myra, Jessie dan Shafa sarapan bersama di meja makan, sedangkan Papa Jason berada di Luar Negri mengurus cabang perusahaan yang lain. Barrack berjalan ke arah meja makan dan Shafa menyambut suaminya dengan senyum termanisnya.
"Baby.. Aku sangat merindukanmu," ucap Barrack mencium singkat dahi istrinya.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang," ucap Shafa lalu mengambil tas kerja suaminya. Kemudian Barrack bergabung sarapan dengan mereka.
__ADS_1
"Semalam kamu tidak pulang Barra?" tanya Myra.
"Ada urusan dengan klien diluar kota mah, aku berangkat dengan Tomy saja tadi malam," jawab Barrack.
"Semua lancar kan sayang?"
"Alhamdulillah lancar mah,"
"Baguslah sayang, mama dan papa lihat Perusahaan sekarang semakin maju dan berkembang setelah di berada ditanganmu, direktur yang papa tunjuk sebelum kamu tidak memberikan kemajuan pada perusahaan kita Barra, aku bangga dengan pencapaianmu sekarang sayang, aku berharap kamu bisa mengembangkan cabang lain di luar kota nantinya,"
"Mama jangan Khawatir setelah lulus kuliah nanti, aku akan melebarkan sayapku, menjadi pengusaha muda yang sukses dan berpengaruh di negara ini," Ucap Barrack penuh yakin.
"Amiinnn.. " Ketiga wanita itu mengamini ucapan Barrack dan mereka tersenyum bersama.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Barrack dan Shafa naik ke kamarnya. Barrack dengan posesif memeluk dan menc*umi bagian belakang tubuh istrinya.
"Sayang, aku mencintaimu, aku sangat merindukanmu, aku tidak ingin jauh darimu lagi, aku tidak ingin kamu meninggalkanku, apa kamu merasakan yang aku rasakan juga sayang?" ucap Barrack dengan terus memeluk tubuh istrinya.
"Apa yang kamu rasanya, aku lebih merasakan itu sayang, kenapa masih bertanya?! Aku yang terlalu mencintaimu sayang, apalagi yang kamu ragukan? Hah?!" ucap Shafa kemudian membalikkan tubuhkan dan berhadapan dengan suaminya.
Barrack sangat bahagia sekali mendengar ungkapan cinta istrinya yang begitu besar, apakah setelah istrinya tahu kesalahannya dia bisa memaafkannya? Dia tidak mau ditinggalkan dan dibenci istrinya saat istrinya tidak bisa menerima itu semua. Dia terlalu mencintai istrinya. Dia tidak berani mengungkapkan kebenarannya, tapi dia juga merasa sangat bersalah karena menyembunyikan kesalahan fatal dari istrinya padahal mereka sudah berjanji akan selalu terbuka satu sama lain.
Barrack menc*um m*sra istrinya dan Shafa pun membalas c*uman suaminya. Semakin lama c*uman itu semakin panas, Barrack melepaskan baju istrinya perlahan dengan terus menc*umi istrinya.
Dia ingin berc*nta dengan istrinya saat itu juga dan berharap sentuhan istrinya menghapus jejak wanita lain dalam tubuhnya. Tapi saat Shafa akan membuka Jas miliknya tiba-tiba dia sadar di tubuhnya saat ini penuh dengan kissmark dari Jenny, tidak mungkin dia melakukannya sekarang. Barrack tidak ingin istrinya tahu ada yang menyentuhnya selain istrinya.
"Aduhh sayang, Maaf aku lupa! Ada meeting dengan beberapa divisi perusahaan," ucap Barrack tergesa-gesa mencari baju kerjanya dan berlari kecil ke kamar mandi.
Sebenarnya dia akan ke perusahaan pukul 12.00 siang nanti padahal ini masih pukul 10.00 pagi tapi kalau dia terus-terusan dirumah, dia tidak akan bisa mengendalikan n*fsunya dihadapan istrinya.
Shafa yang melihat suaminya tergesa-gesa dan menghentikan sentuhannya hanya bisa cemberut. Dia sedikit heran, tumben sekali suaminya itu menunda untuk menyentuhnya padahal biasanya suaminya tidak tahu waktu dan tempat. Tapi dia mencoba tidak berfikir macam-macam, mungkin saja suaminya itu memang sudah terlambat untuk meeting.
"Kenapa menyiapkan baju sendiri sayang? Kan biasanya aku meyiapkan?" ucap Shafa berkacak pinggang sambil melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
"Aku lupa sayang, aku tadi hanya reflek saja, lagipula sekali-kali mengambil sendiri kan tidak masalah," ujar Barrack dan Shafa membantu merapikan dasi milik suaminya.
"Ohh iya.. Hari ini kegiatanmu apa sayang? Apa kamu mau makan malam di luar denganku nanti malam?"
__ADS_1
"Aku masih mengerjakan skripsi hari ini sayang, besok sudah harus selesai," ucap Shafa yang terlihat lelah.
"Semangat Baby, sebentar lagi kelulusan sudah didepan mata aku ikut senang, aku sendiri masih mengerjakan 50 persen, waktuku tersita untuk pekerjaan bagaimana bisa menyelesaikan tepat waktu, semoga tahun ini kita bisa sama-sama lulus ya sayang,"
"Amiiinnn Ya Allah.. Nanti aku bantu mengerjakan milikmu sayang, aku bantu dikit-dikit ya walaupun aku tidak terlalu mengerti bisnis," ucap Shafa yang terkekeh.
"Iya baby, terimakasih! Aku berangkat dulu ya sayang, love you Baby," ucap Barrack mencium singkat istrinya dan berlalu pergi. Dan Shafa kembali melanjutkan Tugas Skripsinya.
Barrack melajukan mobilnya ke Perusahaan, mungkin dengan bekerja pikirannya yang kacau bisa teralihkan. Lalu beberapa saat kemudian dia telah sampai di Kantornya.
"Selamat siang boss! Katanya mau kesini jam 12 boss, kok malah brangkat lebih awal? Apa sudah rindu denganku boss? Atau dirumah lagi dicuekin Nona muda?" ucap Tomy yang terkekeh menggoda bossnya.
"Semakin lama kau sangat menyebalkan Tom! Carilah pacar sana biar kamu tidak mengangguku terus! Hari ini aku sedang malas meladenimu, sudah kau siapkan berkas yang akan aku tanda tangani?"
"Sudah boss, saya juga ingin punya pacar boss tapi kemarin sewaktu dari Bali, tidak ada wanita yang mau kuajak pulang boss," ucap Tomy tersenyum nyengir.
"Dibawa pulang lalu dit*duri saja dan tidak dinikahi! Mimpi saja sana!" cibir Barrack lalu duduk dan membuka Laptopnya.
Kemudian mereka melanjutkan pekerjaan mereka di kantor.
***
Malam pun telah tiba kini Barrack dan Shafa sudah bersiap pergi dinner romantis di restoran terkenal. Saat sampai disana Barrack memberikan kejutan sebuah kalung yang indah dan buket bunga mawar merah pada Shafa. Shafa Tersenyum bahagia melihat suaminya yang semakin romantis itu.
"Terimakasih atas hadiahnya sayang, memangnya hari ini, ada hari spesial apa sayang?" Tanya Shafa sedikit heran dengan Barrack yang tiba-tiba mengajaknya dinner dan memberikan hadiah perhiasan untuknya.
"Tidak ada hari spesial sayang, tapi anggap saja hari ini kita sedang merayakan Aniversary pernikahan kita yang belum sempat kita rayakan, Ya.. Walaupun sudah lewat dua bulan lalu, I love you so much Baby," Ucap Barrack kemudian mengecup tangan istrinya penuh mesra.
"I love you too my prince,"
Kemudian mereka melanjutkan makan malam romantis mereka dengan perasaan penuh cinta dan bahagia.
Saat waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, mereka segera kembali ke Mansion mereka. Ketika tiba di Parkiran mobil seseorang penuh luka dengan banyak darah menabrak mereka dari belakang.
"Woyyy, apa-apaan kau ini!" sontak Barrack menoleh dan berteriak penuh emosi.
Dia melihat wajah laki-laki yang menabraknya itu sepertinya tidak asing baginya.
__ADS_1
"Kak Emir! Apa yang terjadi kak?! Kenapa kakak penuh luka dan banyak berdarah begini?" tanya Shafa penuh Khawatir.
Dia langsung mengenali Emir walaupun Emir sudah babak belur dan penuh luka.