Suami Aroganku Cinta Pertamaku

Suami Aroganku Cinta Pertamaku
26.J&J part 2


__ADS_3

Jessie mengejar James ke parkiran dia berniat mengucapkan terimakasih pada James.


"Kak James, terimakasih sudah membelaku didepan b*debah itu." ucap Jessie dengan tulus dan tersenyum.


"Tidak apa-apa Jessie, kamu adalah adik sahabatku, sudah sepantasnya aku menjagamu." kata James membalas senyuman Jessie.


Jessie semakin terpukau melihat laki-laki tampan itu, wajahnya seperti artis Korea tampan dan senyumannya membuat yang melihat tak ingin mengalihkan pandangan, seketika jantungnya berdetak kencang melihat James yang tersenyum manis.


"Ohh Tuhan.. Kak James kenapa aku baru sadar dia sangat tampan, dia sangat gentleman sekali, sepertinya aku mulai jatuh cinta padanya." Jessie berkata dalam hatinya.


Jangan lupa menghalu ya readers kesayangan! hihihi..



illustrasi author : JAMES ANANTHA RAJA


"Kak, boleh aku ikut kak James pergi? Kemanapun aku ingin ikut." pinta Jessie.


"Tapi aku sedang tidak kemana-mana Jessie, aku hanya mau pulang ke Apartemenku, weekend sangat cocok untukku bermalas-malasan."


"Baiklah aku pulang dulu Jessie, sampai jumpa." pamit James.


James berjalan ke arah kursi kemudinya, dengan kecepatan kilat Jessie sudah berada di kursi depan sebelah kursi kemudi.


Saat James masuk dan duduk dikursinya dia kaget melihat Jessie sudah duduk disebelahnya dan tersenyum.


"Jessie, Kamu serius mau ikut ke Apartemenku?" ucap James penuh heran.


"Ijinkan aku ikut kak James, aku sedang patah hati kak, aku bosan di rumah dan lagipula di rumah sedang tidak ada orang, semua pada pergi." Jessie memelas.


"Lalu mobilmu bagaimana?" tanya James.


"Aku tidak membawa mobil hari ini kak, aku tadi naik taksi online." Jessie tersenyum nyengir kuda.


James hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Jessie.


"Baiklah, aku akan mengajakmu ke Apartemenku." lalu James mulai melajukan mobil sportnya.


Dan Jessie terlihat sangat senang, dia ingin mengetahui keseharian laki-laki yang tiba-tiba membuatnya jatuh cinta itu.


Setelah beberapa menit berlalu kini James dan Jessie berada di apartemen James. Tidak terlalu besar tapi terlihat sangat rapi dan bersih.



Jessie tampak berfikir kalau dia tinggal disini pasti sangat nyaman dan betah karena selama ini dia hanya tinggal di mansionnya yang besar dengan banyak pelayan.


"Duduklah Jessie, aku akan membuatkanmu minum." suruh James.


Jessie tersenyum mengangguk dan duduk di sofa milik James. Dia memperhatikan James yang sedang membuatkannya minum. Dia terpesona apapun yang James lakukan dan tiba-tiba berkhayal James menjadi suaminya.


Dia tersenyum sendiri dan membayangkan mereka bahagia hidup di Apartemen itu berdua, saling bercanda dan mengucapkan kata-kata romantis seperti drama-drama korea yang selama ini dia lihat.


Lalu James datang membawa nampan berisi minuman dan membuyarkan khayalannya.

__ADS_1


"Jessie, apa yang sedang kamu fikirkan sampai kamu senyum-senyum sendiri seperti itu? Atau jangan-jangan kamu ketempelan jin penunggu disini," James bergidik ngeri.


"Iihhh.. Menyebalkan, enak saja mengataiku ketempelan hantu, aku hanya teringat ekspresi ketakutan si David kampret itu saat aku sebutkan siapa Kak James," kata Jessie yang berpura-pura.


"Wah benarkah?"


Jessie mengangguk tersenyum.


"Seharusnya kakak masih disana untuk melihat ekspresi bocah sombong itu,"


"Memangnya kamu sendiri bukan bocah? Kamu saja masih kelas tiga SMA," ejek James.


Jessie cemberut mendengar James yang mengatainya bocah.


"Bocah-bocah gini aku bisa bikin Kak James keenakan tau!" kata Jessie dan menjulurkan lidahnya.


Sontak James melotot dan kaget dengan ucapan Jessie, ucapannya seperti wanita dewasa yang sedang menggoda kekasihnya.


"Kamu itu kebanyakan nonton drama korea Jessie, sampai-sampai otakmu jadi mesum begini! Berhentilah menonton film seperti itu, itu tidak baik untuk otakmu." James mencibir.


Jessie cemberut dan semakin kesal dengan ucapan James. Dia kesal kenapa James selalu menganggapnya anak kecil padahal usia mereka hanya beda 3 tahun.


"Memangnya wanita seperti apa yang Kak James sukai?" tanya Jessie penasaran.


"Kenapa kamu tiba-tiba tanya seperti itu? Apa pentingnya untukmu bocah!" ucap James lalu mengacak gemas rambut Jessie.


"Jawab saja kak, apa susahnya sih!" Jessie merajuk dan membenarkan rambutnya yang berantakan.


"Hmmm, aku suka wanita yang lebih dewasa, cantik, elegan dan tidak banyak bicara,"


illustrasi author : Renata Fransisca Joseph



Kekasih James bernama Renata Fransisca Joseph, Dia sangat cantik, dewasa dan menawan. Usia Renata lebih tua 6 tahun dibandingkan James. Wanita itu membuat James tergila-gila padanya. Tapi sayangnya sampai sekarang hubungannya dengan Renata ditentang Ayah James karena perbedaan keyakinan. James dan Renata menjalani hubungan diam-diam tanpa keluarganya tahu.


Jessie sedikit cemburu mendengar kriteria wanita yang James sukai, sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang masih kekanak-kanakan dan sangat manja.


"Memangnya kak James punya pacar?" tanya Jessie lagi.


"Punya, dia wanita yang seperti aku katakan tadi." ucap James enteng sambil meminum kopinya.


"Tinggalkan pacar kakak itu! Ayo kita menikah saja!" pinta Jessie yang tiba-tiba dan membuat James tersedak minumannya.


"Uhuukk.. Uhuuukk.. "


James terbatuk-batuk tersedak minumannya.


"Pelan-pelan Kak James," ucap Jessie yang menepuk-nepuk punggung James.


"Leluconmu itu sangat tidak lucu Jessie! Aku sangat mencintai kekasihku, mana mungkin aku meninggalkannya!" balas James dengan kesal.


"Aku tidak sedang membuat lelucon Kak James, aku ingin menjadi istri Kak James." Jessie menatap James dengan serius.

__ADS_1


"Maafkan aku Jessie, kamu benar-benar bukan kriteria wanita idamanku, kamu sudah kuanggap seperti adikku juga, Bagaimana mungkin seorang kakak akan menikahi adiknya sendiri?"


Jessie sangat terluka mendengar penolakan James walaupun dia tau dari awal akan ditolak tapi tetap saja hatinya sakit. Apalagi selama ini hubungan mereka tidak terlalu dekat.


"Aku yakin suatu saat Kak James akan mencintaiku, aku akan berusaha menjadi wanita yang seperti kak James mau."


"Percaya diri sekali kamu gadis kecil, sudahlah lupakan rasa sukamu yang sesaat itu kepadaku, aku yakin mungkin kamu hanya kagum kepadaku. "


"Lagipula kamu saja belum lulus SMA sudah berfikir untuk menikah, lanjutkan kuliahmu dan jadilah wanita yang sukses, kelak semua pria akan berebut mendekatimu." ucap James dengan bijak.


James mengakui kalau Jessie adalah wanita yang cantik, parasnya yang blasteran memiliki nilai tersendiri dimatanya, tapi itu tidak membuat James mencintai gadis itu. James malah hanya menganggap Jessie seperti adiknya sendiri.


illustrasi author : Jessica Aira Hansel



Jessie hanya terdiam mendengar penuturan James, dia tidak tau berbuat apa agar James jatuh cinta kepada. Karena selama ini Jessie jarang jatuh cinta duluan, dia yang selalu duluan dikejar-kejar laki-laki dan akhirnya terlena dengan rayuan gombal laki-laki yang mendekatinya.


"Sudahlah lupakan Jessie, ayo kita main game online, daripada kamu memikirkan hal yang berat-berat lebih baik kamu menyembuhkan hatimu yang sedang patah hati itu dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan." ucap James untuk mencairkan ketegangan mereka.


Jessie mencoba tersenyum dan bersikap biasa lagi, dia hanya bisa menahan perasaannya. Akhirnya mereka menghabiskan waktu mereka untuk mabar game online sampai sore menjelang.


"Krukkk.. Krukkk.."


Terdengar perut Jessie berbunyi saat mereka sedang asik mabar.


James memandang Jessie yang tersenyum lucu, dia malu kenapa perutnya sudah minta diisi lagi padahal 3 jam lalu dia sudah makan di cafe.


"Lapar lagi?" tanya James.


"Ehh anu.. Aku.." Jessie malu mengakuinya.


"Baiklah aku akan membuatkanmu mie goreng ya, apa kamu mau makan mie instan Jessie?" tawar James.


Jessie mengangguk tersenyum.


"Ayo aku bantu kak."


"Baiklah ayo kita buat bersama."


Lalu mereka kompak membuat mie goreng dengan tambahan sayur, telur, sosis dan bumbu lainnya yang ada di lemari es.


Jessie yang usil menggoda James mengoleskan sedikit saos sambal di hidung James dan James kaget lalu membalas keusilan Jessie lalu mereka saling balas terus dan sesekali tertawa terbahak-bahak bersama, terlihat baju Jessie dan James juga kotor karena kelakuan mereka.


Akhirnya makanan mereka telah siap dan mereka makan mie goreng bersama. James yang tampan dan terlihat dewasa ternyata memiliki sisi kekanak-kanakan juga, tapi hal itu membuat Jessie semakin menyukainya dan semakin terobsesi mendapatkan laki-laki itu.


Sebelum Jessie diantar James pulang, dia mandi dan meminjam kaos milik James karena bajunya sudah sangat kotor karena main-mainnya di dapur tadi.


Setelah sampai di mansionnya Jessie berterimakasih kepada James karena menemaninya seharian dan James pamit pulang kepada Jessie dan kembali ke Apartemennya.


Jessie melihat rumahnya terlihat sepi, sepertinya kakak dan kakak ipar kesayangannya itu sedang menghabiskan waktu berdua dan kedua orangtuanya tidak tau kemana mereka pergi.


Dengan malas Jessie melangkahkan kakinya ke lantai atas di kamarnya. Hatinya kembali hampa dan sedih. Hanya bersama Shafa dan James saja membuat suasana hatinya bahagia.

__ADS_1


Pelariannya sekarang hanya game online dan drama-drama Korea favoritnya. Jessie memikirkan cara bagaimana dia memiliki James, apapun dia akan lakukan asal dia bersama James. Jessie membayangkan kegiatan dirumah James sambil tersenyum sendiri.


__ADS_2