Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 10


__ADS_3

~Bagaimana Aku Bangkit dari Rasa Sakit?~


Acara adat sudah selesai dilaksanakan, semua para tamu yang hadir satu persatu berpamitan.


Cyra dan Pras berdiri berdampingan di dekat kedua orang tua Pras untuk memberikan sebuah cendramata kepada para tamu.


Kinan melihat mereka berdua dikejauhan bersama dengan kedua orang tuanya.


"Aku benci sekali melihat mereka berdiri berdekatan!" oceh Kinan.


"Apa kamu sudah memberitahukan Cyra?" tanya Jarwo kepada istrinya.


"Tentu, sudah, setelah acara pernikahan, Cyra pasti akan melakukan apa saja agar dirinya terlepas dari keluarga ini!" kata Yuni yang menjawab pertanyaan suaminya.


"Tenanglah sayang, giliranmu nanti akan tiba!" senyum Jarwo masih sambil memperhatikan mereka semua.


"Ayo, kita berpamitan," ajah Yuni.


Mereka bertiga berjalan menuju di mana Bayu dan Lasmi berdiri, tanpa rasa malu mereka menyerobot tamu lain yang hendak berpamitan pulang juga.


"Maaf ya, kamu buru-buru," bisik Yuni kepada orang yang diserobotnya.


Lasmi hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan keluarga Jarwo, keluarga yang sebenarnya bukanlah paman kandung dari Cyra, dia dulu adalah seorang anak yang di ambil dari panti asuhan oleh kakek Cyra dan dibesarkan, keluarga Cyra memberinya sebuah posisi sebagai manager keuangan, sedangkan ayah Cyra sebagai direktur utama.


"Mba, kita pamit pulang ya," kata Yuni dengan wajah palsunya yang berpura-pura manis dihadapan Lasmi dan Bayu.


"Hati-hati dijalan Mba, nanti kami akan memberitahukan, tanggal pernikahannya," kata Lasmi sambil memberikan cenderamata kepada mereka.


"Minta satu lagi ya!" kata Yuni tanpa malu.


Cenderamata yang mereka bagikan adalah sebuah lilin Aromaterapi yang dipesan khusus dari Australia oleh Pras, dengan level merk terkenal.


"Silahkan," Lasmi memberikan satu lagi.


"Tante, aku pamit dulu ya, Tante yang sehat terus, jangan lupa makan, kapan-kapan aku mau ajak Tante buat nyalon bareng." Kinan berusaha menarik simpatik Lasmi, agar Lasmi berpikir dia adalah seorang wanita yang perhatian.


"ya! Nanti, kapan waktu ada senggang, kita kesalon bareng." Lasmi sangat enggan menimpali perkataan mereka.

__ADS_1


Keluarga Paman Cyra selesai berpamitan, dan mereka kembali meladeni beberapa tamu yang akan pulang.


"Maaf ya jeng, tadi dia buru-buru." Lasmi merasa tidak enak hati kepada tamu lain karena kelakuan keluarga Jarwo.


Aula sudah kosong, semua tamu sudah berpamitan pulang, kini hanya ada keluarga Prawiro yang akan membahas tanggal pernikahan Pras dan Cyra.


"Kita bahas dulu, tanggal pernikahan, kalian kembalilah, ini urusan para orang tua." Bayu tidak memperkenankan mereka yang masih muda ikut dalam pembicaraan para tetua.


Cyra yang merasa dirinya memang tidak dibutuhkan, langsung lari keluar, Cyra hendak mengambil kembali ransel yang dia simpan diantara pepohonan, dihalaman depan.


Pras memperhatikan gerak-gerik Cyra, dia senyum-senyum sendiri ketika melihat Cyra kebingungan.


"Kamu mencari ransel?" tanya Pras kepada Cyra yang tengah sibuk mencari.


Cyra menghentikan pencariannya dan berdiri menatap bingung kearah Pras.


"Kenapa dia tau? apa dia memergokiku?" Cyra bertanya kepada dirinya sendiri.


"Aku sudah menyimpan kembali tas ranselmu dikamar, apa kamu mau kabur?" tanya Pras.


"Tidak! aku tidak lagi berencana kabur." Tak sengaja Cyra mengakui rencananya.


"Terima kasih, seharusnya kamu beritahu sejak awal! agar aku tidak perlu mencarinya!" Cyra melanglang pergi menghindari Pras.


namun sayang, baru satu langkah, Pras langsung menahan Cyra pergi, dia melingkarkan tangannya di pinggang Cyra yang saat itu posisi mereka sling berdekatan, Pras menarik tubuh Cyra dan kini mereka saling berhadapan.


"Aku akan pergi ke Australia selama lima hari, jagalah dirimu, jangan macam-macam, aku tau kamu menyayangi keluarga ini, hanya saja orang tuaku terlalu keras kepadamu" Pras menempelkan keningnya dengan kening Cyra, sehingga kini posisi Pras agak sedikit menunduk karena dia lebih tinggi dari Cyra.


"mulai sekarang, kembalilah tata hatimu, aku tidak memintamu melupakan Ryan, aku hanya meminta kamu memberikan sedikit ruang untukku, dihatimu." Pras menunjuk dan menempelkan jarinya tepat di dada Cyra.


Pras melepaskan Cyra, dengan cepat Cyra lari meninggalkan Pras yang masih memperhatikannya.


Braaak !!!


Pintu kamar sedikit dibanting oleh Cyra, dia berlari ke kasur dan melemparkan tubuhnya, posisi Cyra saat ini sedang tengkurap di atas kasur, dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan.


"Dengan mudahnya dia bilang, aku untuk menata hati, dan memberikan ruang untuknya!"

__ADS_1


Cyra untuk kesekian kalinya merasa semua orang tak mengerti perasaannya, bagi Cyra kini bukan masalah pernikahannya, tapi masalahnya dia tidak bisa menikah lagi, Ryan mengisi penuh hatinya bahkan terkadang membuat hatinya terasa sesak.


"Semua tidak ada yang mau mengerti! bahkan dia sebagai seorang kakak dari adik yang statusnya adalah suami ku, meski adiknya telah tiada, seharusnya dia berusaha untuk menentang pernikahan ini!" kecamnya.


Cyra benar-benar tidak habis fikir, mengapa keluarga ini membuat sebuah tradisi yang sangat konyol, menikahkan anaknya dengan menantunya ketika anaknya meninggal dunia, dan jika bercerai maka menantu wanita akan ditendang tanpa harta sepeserpun dan jika punya anak, maka hak asuh sang anak jatuh ke tangan mereka.


*****


"Pras, kami semua sudah memutuskan kapan kamu akan menikah" kata Bayu dengan menepuk pundak Pras dan mengajaknya duduk bersama.


"Duduklah," kata Bayu


"Kalian, akan menikah tanggal Dua puluh dua April," kata Bayu.


"Baik Pak, lusa aku akan segera berangkat ke Australia dan menyelesaikan semuanya segera!" Pras menyetujui penentuan tanggal.


"Tidak perlu terburu-buru, Ibu dan Bapak yang akan mempersiapkan semuanya, jadi selesaikanlah semuanya dengan baik dan rapih, kami harap kamu bisa memindahkan kantor pusatmu ke Indonesia." Harap Lasmi.


"Aku janji Bu, aku akan mengurusnya, lagi pula, aku nanti akan memiliki istri, jadi tidak mungkin aku terus meninggalkannya," jelas Pras.


Jasmine yang mendengarkan keputusan kedua orang tuanya, merasa dirinya juga takut, jika suatu hari nanti, dia akan mengalami hal yang sama seperti Cyra, itulah sebabnya Jasmine belum menjalin hubungan dengan pria manapun.


Jasmine memang belum pernah mendengar, desas desus perjodohan untuk keturunan perempuan, dia hanya tau tradisi untuk keturunan laki-laki saja, tapi bukan berarti tidak ada tradisi tersembunyi.


Pras menatap Jasmin yang duduk sambil menekuk wajahnya, terlihat jelas kekhawatiran diwajah adiknya.


"Pak, Bu, aku izin kembali ke ruanganku dan aku ingin mengajak Jasmine"


Jasmin langsung menoleh dan menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan kakaknya.


Jasmine mengembangkan senyumnya dan berdiri bersiap mengikuti kakaknya.


*****


Kinan yang sejak diperjalanan hanya diam saja, bahkan saat mereka sampai di rumah pun, Kinan masih tidak bersuara.


"Kamu kenapa?" tanya Jarwo ketika mereka sudah di dalam rumah.

__ADS_1


"Aku merasa, Kak Pras menyimpan perasaan kepada Cyra," tebak Kinan.


"Tidak mungkin! mereka baru bertemu sekarang ini!" kata Yuni tidak membenarkan praduga putrinya.


__ADS_2