Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 51


__ADS_3

~Tunas Pohon~


"Dengarkan aku Xa! aku tidak ingin memaksakan diriku untuk bertunangan dan yang nantinya akan membuatmu terluka!" tegas George kepada Alexa.


Alexa tetap tambeng, dia tetap ingin melaksanakan acara tunangan, dia percaya lambat laun jika terus bersama, George akan terbiasa dengan kehadirannya dan mulai membuka hati untuk Alexa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pras yang kembali dari kantor, langsung membersihkan diri, dia juga langsung menyiapkan makanan untuk dia dan Cyra, dengan tangan yang cekatan dia membuat sayur dan lauk. hari ini Pras membuat sayur sop dan juga ayam goreng plus sambal, dia sengaja membuat sambal untuk mengembalikan selera makan Cyra.


Pras menata makanan di atas meja makan, dia kemudian menyendok sedikit nasi, ayam dan semangkuk sop untuk dia bawa ke dalam kamar.


Pras membuka pintu kamarnya, dia menaruh makanan di atas nakas yang berada di samping tempat tidur mereka.


Pras kemudian membantu Cyra untuk duduk dan bersandar di headbad.


"Makan dulu." Pras mengangkat piring dan mulai menyuapi Cyra.


"Mau pakai sambal?" tanya Pras sambil menunjuk ke arah piring kecil berisikan sambal buatan dirinya sendiri.


Cyra mengangguk tanda menginginkan sambal buatan Pras.


Pra menyendok sedikit sambal dan kembali menyuapi Cyra.


Cyra makan dengan lahap, Pras sangat senang karena nafsu makan Cyra sudah kembali.

__ADS_1


setelah selesai menyuapi istrinya, Pras merapihkan semua bekas makan Cyra dan membawanya ke dapur.


"Pria itu, penuh kasih sayang, haruslah aku membuka hati untuknya?" batin Cyra yang mulai tersentuh dengan sikap Pras.


.


.


.


Kediaman Bayu dan Lasmi.


"Pak, katanya Cyra sakit, apa dia terlalu lelah ya? biasanya di rumah ini dia yang paling jarang sakit, malah seingat Ibu dia tidak pernah sakit salah satu tahun terkahir ini." Lasmi menunjukkan sikap cemasnya.


"Bu, jangan terlalu, cemas, biar mereka menyelesaikannya sendri, aku yakin Pras bisa menjaga istrinya dengan baik." Bayu menenangkan istrinya.


.


.


.


Pras saat sedang memeriksakan suhu butuh Cyra, tak sengaja dia terjatuh dan menindih tubuh Cyra, tubuh mereka saling berhemipit, bahkan bibir mereka juga, tanpa sadar Pras memberikan sebuah kecupan dan dia kembali sadarkan diri.


Pras keluar kamar mereka, kamar yang dindingnya terdapat setengah tembok dan setengah kaca, dengan gorden yang terbuka.

__ADS_1


Cyra di dalam merasakan sebuah debaran yang hebat.


Pras yang masih berdiri di depan kamarnya, melihat ke arah Cyra dari kaca, istrinya tampak sangat terkejut dengan kejadian beberapa menit yang lalu.


.


.


.


Beberapa hari terlewati, Cyra perlahan sudah sembuh setelah tiga hari berbaring di tempat tidur, dan izin bekerja.


Mereka berdua baru bersikap normal hari ini, setelah kejadian tempo hari membuat Cyra dan Pras saling terdiam tidak bertegur sapa.


"Maafkan aku, atas kejadian tempo hari, aku tidak sengaja melakukannya." Pras sangat merasa bersalah.


Setelah Cyra sehat, Pras meminta maaf, dan Cyra bersikap biasa saja.


"Tidak apa, anggap itu bonus kamu merawat aku selama sakit." kata Cyra.


"Kalau begitu, bolehkah kamu sakit lagi? biar aku bisa mendapatkannya lagi?" celetuk Pras.


"Enak saja!" Cyra menggetok Pras dengan centong sayur.


Cyra dan Pras saling tertawa, mereka sudah menghilangkan rasa canggung yang selama ini beberapa hari ini menjadi tembok penghalang diantara mereka berdua.

__ADS_1


Cyra memutuskan aktivitas memasaknya, sedangkan Pras kembali ke tugas awalnya, merepotkan meja makan.


__ADS_2