Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 43


__ADS_3

~Alexa~


Dikediaman keluarga Henri, Alex menentang rencana papinya untuk menjodohkan Alexa dengan George, karena dia tahu betul karakter sahabatnya, jika sekali cinta akan tetap cinta selamanya, tidak mungkin mudah berubah.


"Pih! aku begini, karena aku sayang dengan, Xa! dia adikku, saudara ku satu-satunya, aku tidak ingin dia terluka!" teriak Alex.


"Kakak tidak sayang kepada ku!" Alexa mulai mengerucutkan bibirnya dan mengklaim bahwa Alex tidak sayang kepada dirinya.


"Alexa! aku yakin, kamu tahu perasaan George untuk siapa! kenapa kamu malah melakukan hal konyol ini? kamu bilang aku tidak sayang kepadamu! justru dirimu sendirilah yang tidak sayang dengan dirimu sendiri!" Alex menunjuk kearah Alexa, membuat Alexa menaruh kedua telapak tangannya di wajahnya dan menangis kencang.


Alexa tidak terima, kakaknya bicara sangat lantang kepadanya dan terang-terangan menentang perjodohan ini.


"Aku! akan tetap mengejar cintanya, hanya dengan cara ini, aku bisa mengikatnya dan berusaha mengubah hatinya!" teriak Alexa dengan cepat sebelum Alex keluar dari rumah orang tua mereka.


"Terserah kepada mu! aku sudah memperingatkan, jika kamu ingin terluka dalam, jalani sesuka hatimu!" kecam Alex yang kecewa dengan sikap kekanak-kanakan adiknya.


Marry menguatkan putrinya, dalam hati terdalam dia juga tak rela, tapi mau bagaimana, anak yang berwajah cantik selembut salju, membuatnya harus melakukan apa permintaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pras kembali ke kantornya, setelah singgah sejenak dari rumah orang tuanya.


"Pras, ada email masuk, mereka ingin bertemu segera." Jessica memberikan informasi.


"Atur pertemuannya hari ini, aku ingin segera bertemu dengan mereka juga." Pras membuka laptopnya.


Jessica kecewa, karena sekarang sahabatnya itu jarang menatap wajahnya saat sedang bicara dengan dirinya.


"Jess, nanti temani aku bertemu dengan mereka." pinta Pras.


"Sorry, Pras, ada tugas lain menanti diriku, aku harus menyelesaikan beberapa design yang diingkan oleh klien kita yang lain," jawab Jessica.


"Semangat!" Pras melihat ke arah Jessica sambil menyemangatinya.


Jessica hanya tersenyum tipis, tidak ingin perasaannya terlihat jelas oleh Pras.


Melihat Jessica, masih menyisakan rasa bersalah di hatinya, tapi dia sadar, lambat laun Jessica bisa merelakan dirinya dan membuka hatinya untuk pria lain.


"Aku berdoa yang terbaik untuk hidupmu, Jess." Pras melihat ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tap Tap Tap


Suara sepatu yang terhentak keras terdengar, membuat yang mendengar suaranya tahu, orang itu sedang dalam suasana hati yang kesal.

__ADS_1


"Pasti, Pak George sedang kesal," celetuk staff yang sedang bergunjing tentang George.


"Shhhhut, pelankan suara mu!" bisik staff lain yang menjadi lawan bicara.


Mereka kini melihat Sang CEO melintas di sekitar mereka, wajah mereka berubah menjadi terkesima, dengan wajah George yang mengernyitkan dahinya membuat pria itu terlihat sangat berwibawa dan begitu tampan.


Mereka mengepalkan tangan dan menaruhnya di depan bibir, menunjukkan mereka begitu kagum dengan aura yang di keluarkan oleh George.


Saat mereka tengah memandangi George, tiba-tiba seorang wanita berlari kencang dan menyusul George.


Mereka saling bertemu di persimpangan, membuat mereka yang melihat menjadi penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan pria tampan dan gadis cantik.


"Itu, Alexa kan? dia kalau tidak salah adik dari Pak Alex, dia juga merupakan Brand Ambassador dari hotel kita, kan?" tanyanya.


"Iyah, benar, apa mereka sedang bicara mengenai kerjasama lagi, ya?" tanya yang lainnya.


"Heem ... Hemm"


Suara lain terdengar ditelinga mereka, dan membuat mereka menjadi ketakutan, mereka takut ketahuan sedang bergunjing tentang pemilik hotel.


"Cyra!" mereka bernafas lega karena Cyra yang menegur mereka.


"Ada apa sih?" tanya Cyra sambil berjinjit ingin melihat apa yang mereka semua sedang lihat.


"Itu Pak George, sama Bu Alexa, sedang bicara berdua." beritahu mereka kepada Cyra.


"Karena mereka sangat serasi." bisik salah satu dari mereka.


Cyra melihat dengan jelas George dan juga Alexa.


"Apa, mungkin, wanita ini yang menjadi inspirasi, dari warna baju dan juga menu hotel?" Cyra bertanya-tanya penuh selidik sambil terus melihat ke arah mereka berdua.


"Sudah, bubar, nanti ketahuan, dia bisa marah besar lagi!" Cyra memperingati mereka semua.


Mereka kemudian bubar dari menonton George dan Alexa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kita, bicara di ruangan ku saja," ajak George kepada Alexa.


Alexa yang menggenakan hak heels setinggi lima sentimeter, membuatnya kesulitan untuk mengikuti langkah George yang cepat dan lebar.


"Tunggu!" teriak Alexa namun diacuhkan oleh George.


mereka berdua sampai di ruangan George, dan George menutup pintu setelah Alexa masuk dan duduk di sofa.

__ADS_1


George juga ikut duduk di sofa, tepatnya di depan Alexa.


Jantung Alexa berdegup kencang, rasanya jantungnya akan copot, melihat tatapan tajam yang dilayangkan George kepada dirinya.


"Alexa!" panggil George dan diangguki gadis yang usianya dibawahnya tiga tahun.


"Dengarkan aku!" ujar George.


"Kenapa kamu, menerima perjodohan ini?" tanya George penuh selidik.


"Karena, kedua orang tuaku, yang telah menetukannya!" jawab Alexa yang sudah jelas berbohong.


Alexa sengaja menjawab pertanyaannya George dengan kebohongan, jika dia bilang karena cinta kepada George, sudah sangat jelas akan langsung dieliminasi dengan sekali hempasan saja.


"Xa, aku sudah menganggap mu, seperti adikku sendiri, aku tidak bisa menerima perjodohan kita!" tolak George sampai dirinya berdiri tegak, tak habis pikir merasa di tusuk dari belakang oleh kakeknya sendiri.


"Apa Alex tahu, sebelumnya?" tanya George dan dijawab oleh gelengan kepala oleh Alexa.


"Dia baru tahu kemarin, dia sangat menentang perjodohan ini, dia tidak mau kita menikah." jawab Alexa kali ini dengan jujur, karena dia tidak mau kalau persahabatan Alex dan George merenggang.


"Itu sudah pasti, dia tahu wanita yang aku sangat cintai, dia bahkan bilang tidak mau kau menjadi terluka, karena aku tidak mudah merubah arah hatiku!" George berkata dengan tegas.


Alexa hanya bisa diam, hatinya begitu perih menerima kenyataan dan mendengar langsung dari pria yang dia cintai, bahwa pria itu tidak akan pernah memutar balik arah hatinya.


"Kau tahu Alexa?!, perahu yang sudah mempunyai tujuan, tidak mungkin memutar balik perahunya begitu saja, dia akan terus berjuang agar hasil yang dia dapatkan sesuai dengan keinginannya!" ujar George sekali lagi memberikan penegasan tentang hatinya.


"Aku, pun, sama Kak! aku tidak akan memutar balik perahuku, hanya karena penolakan dari dirimu! aku sama sepertimu, akan memperjuangkan cintaku, hingga sampai tujuan itu tercapai dan hidup bahagia!" batin Alexa, wanita yang tak akan menyerah dengan cintanya.


"Kembalilah, kerumahnya, kita bicarakan ini lain kali, aku sangat sedang tidak berselera membahas lebih panjang urusan ini," kata George sambil bertolak pinggang dan jalan menuju meja kerjanya.


Alexa langsung keluar dari ruangan George, dia sudah membulatkan tekadnya, untuk merebut dan mengubah arah haluan perahu yang menolak ditumpanginya.


.


.


.


.Terus simak kisah cinta tiga pria dan tiga wanita ini hanya di Suami Kedua...


.


.


.baca juga novel keren karya temanku

__ADS_1



__ADS_2