
~Pertanyaan Yang Menjebak~
Setelah menikmati hari Sabtu yang panjang, kini pasangan suami istri ini akan menikmati hari Minggu mereka yang panjang. bagaimana kisah mereka hari ini?
Pras bangun lebih dulu dari Cyra, dia menyiapkan beberapa menu sarapan pagi dan membuat beberapa hiasan yang akan membuat suasana menjadi romantis.
Pras ingin mengungkapkan kembali perasaannya, dia ingin mengetahui apa jawaban yang akan Cyra berikan kepada dirinya sekarang.
selesai menyiapkan semuanya dan mendekor sesuai dengan keinginannya. Pras memastikan kembali tidak ada yang kurang.
Pras membuka pintu kamar dan masuk untuk membangunkan istrinya yang masih terlelap.
"Cyra, bangun sudah pagi. mandilah, aku ada kejutan," Pras berbisik.
Cyra mengubah posisi tidurnya dan tepat wajahnya berada di depan wajah Pras.
seketika Pras terkejut karena wajah mereka sangat dekat. rasanya ingin sekali dirinya mengecup bibir tipis milik istrinya.
"Cyra." Pras kembali berbisik.
Cyra membuka matanya perlahan dan samar-samar dia melihat wajah Pras dengan santai, tapi saat dia mulai melihat dengan jelas, dia mundur tiga puluh senti dari posisi sebelumnya.
Cyra langsung membekap mulutnya sendiri.
"tenang saja, aku tidak menciummu kok. belum waktunya. Sekarang cepat mandi, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita berdua." Pras keluar dari kamar.
Cyra masih dalam posisinya dia belum bergerak sedikitpun.
setelah Pras menutup pintu, wajah panik Cyra mulai diperlihatkan. dia mengipas-kipas wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.
"Hampir saja, Untung aku langsung sadar. Kalau tidak dia pasti akan berpikir aku sudah membuka hati."
Cyra kembali menampik perasaannya terhadap Pras yang sudah mulai tumbuh. Dirinya benar-benar belum menyadari sepenuhnya arti perasannya.
__ADS_1
Cyra turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
Kinan hari ini berniat berkunjung kerumah sepupunya, dia belum pernah sekalipun berkunjung. Jarwo dan Yuni juga berniat pergi ke sana.
"Kita jalan jam sepuluh, jangan terlambat. Nanti kesiangan." Yuni mengingatkan.
"Iyah, tenang saja Mih." Kinan menjawab pertanyaan Maminya.
Mereka bertiga ingin sekali pergi ke rumah Cyra sejak lama. Karena Jarwo banyak kesibukan jadi mereka menunda kunjungan.
Kinan berdandan dengan sangat rapih, dia berharap riasannya bisa membuat Pras jatuh cinta, lalu memutuskan untuk meninggalkan Cyra.
Kinan sangat bertekad untuk memiliki Pras.
"Kinan, dandan yang cantik dan wangi. Kali ini jangan melewatkan kesempatanmu. Kamu harus bisa membuatnya menjadi milikmu." Yuni mengingatkan kembali putrinya.
Sungguh keluarga yang tidak tahu diuntung, dulu di pungut oleh keluarga ayahnya Cyra, di beri kesempatan untuk mengelola usahanya, bahkan menjadi tangan kanan papanya Cyra.
Sekarang mereka berniat untuk merebut apa yang sudah menjadi milik Cyra lagi. Mereka ingin hidup enak tapi tidak mau berusaha lebih, sedangkan Cyra saja yang sudah memiliki suami mapan tetap mandiri.
Itulah mungkin bedanya orang yang berhati baik dengan berhati jahat. Orang jahat sering kali tidak puas dengan apa yang dimiliki dan selalu iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.
.
.
Cyra selesai mandi dan berpakaian, dia keluar kamar dan menuju ke ruang makan.
Dimeja makan sudah terdapat beberapa menu sarapan yang sangat menggiurkan.
__ADS_1
Cyra saja sudah dibuat tidak sabar untuk mencicipi hidangan di atas meja.
"Silahkan duduk, Tuan putriku." Pras menarik kursi dan Cyra duduk.
Pras duduk di hadapan Cyra, dia sudah menyiapkan diri jika istrinya kembali menolak
"Cyra, boleh aku bicara sesuatu sebelum kita sarapan?" tanya Pras.
"Boleh, ada apa?" tanya Cyra.
"Cyra, apa sekarang kamu sudah membuka hatimu untukku?" tanya Pras.
"Sudah, tapi ...,"
"Tidak perlu dijawab panjang lebar, cukup mengangguk dan menggeleng. Sebenarnya aku masih takut mendengar jawaban darimu."
"Aku mulai lagi pertanyaannya." Pras menarik napas.
"Cyra, Apa bisa kita mulai sedikit demi sedikit menjalin hubungan seperti suami istri?"
Cyra mengangguk, tapi kemudian menggeleng.
Pras mengartikan itu sebagai tanda Cyra sudah membuka diri.
"Cyra, aku minta kepadamu, untuk selalu memelukku saat kita tidur atau kamu yang aku peluk saat kita tidur."
Pertanyaan yang diajukan Pras sungguh menjebak Cyra. Dia dibuat pusing oleh Pras.
"Jika aku jawab aku yang peluk, dia akan menganggap aku menyukainya. Kalau aku jawab dia yang peluk, maka dia akan menganggap aku ingin di peluk. Pertanyaan macam apa itu? Apa dia sedang menjebak ku?"
Cyra tidak bisa memilih diantara keduanya. pikirannya kacau, dia tidak mau tersudutkan oleh situasi yang bisa dianggap kalau dirinya sebenarnya malu-malu tapi mau.
.
__ADS_1
.