
~Membuka Hati~
Dalam perjalanan pulangnya, Cyra terus memikirkan apa yang dia lakukan tadi. Dia menawarkan bantuan untuk Alexa, dia berusaha membuat George menerima Alexa, tapi apa yang dia lakukan untuk rumah tangganya? Dia belum mulai membuka hatinya, dia berjanji akan membuka hati namun, hatinya masih terkunci sampai detik ini.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Pras sambil menyetir mobilnya.
"Tidak, hanya saja. aku mengundang Alexa untuk memori ke rumah kita besok." Cyra bercerita.
"Alexa? Wanita yang tadi menghinamu? Why?" Pras merasa tak percaya.
"Ingin saja. Aku pernah berada di posisinya, tidak di sukai calon suamiku tapi tetap aku nikahi dia, hanya saja aku dan Ryan sama-sama menerima pernikahan itu, sehingga tidak butuh waktu lama untuk jatuh cinta," tutur Cyra.
"Mas, terima kasih."
"Untuk?"
"Kamu telah datang tepat pada waktunya tadi. Kamu juga membelaku, itu sangat keren." Cyra mengangkat kedua ibu jarinya.
"Really?" Pras tidak percaya kalau istrinya memujinya untuk perbuatan tadi.
"Kamu sangat keren. Tak tak tak. dia langsung gagu karena serangan mu." Cyra kembali memuji.
"Apa kamu suka saat aku terlihat keren?" tanya Pras.
"Aku suka.* Jujur Cyra.
__ADS_1
mendengar perkataan jujur istrinya, betapa bahagianya dia. Pras terus memandangi wajah istrinya.
"Bukalah hatimu untukku." Pras langsung bicara.
"Aku akan berusaha, aku akan mencintaimu, seperti aku mencintai Ryan tapi dengan cara yang berbeda." Cyra membalas pandangan suaminya.
Pras semakin yakin, istrinya sudah nampak semakin dewasa sekarang. dia sudah mulai melunak belakangan ini. Cyra sudah mulai mau tertawa bersamanya.
"Boleh kita punya panggilan khusus?" tanya Pras
"Panggil khusus? Apa kita ABG?" tanya Cyra.
"Bukannya, panggilan sayang itu penting untuk seseorang yang sedang menjalin hubungan?" tanya Pras sambil menepikan mobilnya.
Pras membuka sabuk pengamannya dan dengan cepat menempelkan bibirnya di bibir Cyra, wanita dengan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi itu langsung terkesiap mendapat serangan dari suaminya.
Pras mulai menyerbu Cyra dengan ciuman panasnya, karena terhanyut dan sudah lama tidak mendapatkan kissing beberapa bulan ini. Cyra begitu bersemangat membalas pagutan suaminya dan Pras melepasnya.
"Maafkan aku." Pras berpura-pura malu.
"Ti-tidak apa." gugupnya.
"Apa bisa kita lakukan ini sehari sekali? Untuk simulasi dan untuk membuat kita semakin dekat," ujarnya.
"Kamu yakin?" tanya Cyra.
__ADS_1
"100% yakin. kita bisa mengetahui apakah hati kita berdebar untuk orang itu, jika benar itu artinya ada cinta dihatinya.
Cyra mengangguk malu. Dia sebenarnya tidak ingin melakukannya, tapi dia harus bersiap untuk menjadi istri seutuhnya.
Cyra sudah menyadari bahwa Pras adalah pria terbaik. Dia selalu menjaga Cyra, Pras juga telah menjaga dirinya saat sakit.
"Kamu yakin akan membantu anak nakal itu?" tanya Pras.
"Aku akan membantunya. aku yakin George suka. karena yang aku dengar tadi ternyata George mengenalku saat kami sekolah SMA, dia makan di restoran yang ibuku bangun. dia menyukai masakan mamiku." cerita Cyra.
"Mendengar ceritanya membuat aku iri. Kerena dia mengenalmu lebih dulu dari pada aku."
Pras menunjukkan raut wajah cemburunya.
"Kenapa harus cemburu? Aku bahkan tidak mengingat dirinya, sampai Alexa memberitahukan tentang dia." jelas Alexa.
Pras kembali mengemudikan mobilnya, mereka akan melanjutkan obrolan mereka di rumah.
Pras senang Cyra tidak menolaknya tadi.
.
.
Maaf aku baru update lagi.
__ADS_1