Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 73


__ADS_3

~Terharu~


Lasmi dan Bayu kembali ke rumah sakit setelah mendengar menantunya sudah sadarkan diri.


Lasmi yang sudah berada di dalam ruangan Cyra dengan cepat memeluk tubuh menantunya perlahan.


"Cyra. Terima kasih karena sudah kembali." Lasmi menitikkan air matanya.


Cyra terkejut melihat ibu mertuanya sangat mengkhawatirkan dirinya. terlihat jelas kalau Lasmi begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Cyra, maafkan ibu. selama ini ibu selalu merundung dirimu dan selalu saja bersikap kasar. Padahal ada alasan dibalik itu semua..Ibu melakukan itu agar kamu memiliki pertahanan diri. tidak mudah terbawa arus dan tidak mudah percaya kepada orang lain. seperti ibu dulu." Lasmi mengelus lembut wajah menantunya.


"Bu, ceritakan nanti saja. dia baru sadar. jangan sampai dia lelah dan kepikiran dengan cerita kita." Bayu tersenyum.


Baru hari ini Bayu begitu terlihat ramah kepada dirinya. baru kali ini bapak mertuanya begitu lembut dan tersenyum kepadanya.


Cyra sangat bersyukur kini. Ternyata ada rahasia besar mengapa kedua mertuanya memperlakukannya dengan tidak adil.


"Cyra. Ada George, Alex dan Alexa mengunjungimu." Pras membawa ketiganya masuk.


"Kami keluar dulu. tolong jangan terlalu lama. takut Cyra lelah." Bayu menepuk pundak George.


George, Alexa dan Alex memandang Cyra.


Pipi yang di perban, tangan yang diperban dan ada luka perut juga. Sungguh kondisi yang sangat memprihatinkan.


"Cyra." Panggil Alexa kepada temannya.

__ADS_1


Mereka kini sudah berteman meski belum akrab. Cyra mengembangkan senyumannya dan Alexa menyambutnya dengan tetesan air mata.


"Siapa yang tega melakukan ini kepadamu?" lirih Alexa.


"Jangan menangis. Aku baik-baik saja. untuk siapa pelakunya. akan di urus oleh suami dan keluarga." Cyra masih belum bisa tersenyum lebar.


Wajahnya masih sangat perih jika di gerakkan. Jadi dia hanya bisa bicara pelan.


George yang tidak tega melihat orang yang dicintainya memiliki banyak luka dan sangat menyakitkan mengetahui Cyra harus mengalami hal tragis ini.


George keluar dari ruangan Cyra. Saat dia keluar, George bertemu dengan keluarga dari pihak suami Cyra.


"Mas, aku, kak Jessica dan Maxim. akan pergi ke pabrik kosong itu. kamu akan mencari bukti kejahatannya."


Mendengar ucapan Jasmine. George langsung menghampiri gadis itu.


"Tidak jauh dari sini. Di belakang ruko-ruko jalan angkasa raya." Jessica memberitahukan patokan letak pabrik kosong.


"Jalan angkasa raya. tunggu aku rasa seseorang familiar dengan kondisi di sana."


George kembali masuk ke dalam ruangan Cyra dan menarik Alex keluar.


"Dia familiar dengan tempat itu. karena dia salah satu pemilik pabrik kosong di sana." kata George.


Alex kebingungan, dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sahabatnya.


"Pabrik kosong? ada apa memangnya" tanya Alex.

__ADS_1


"Cyra dianiaya di sana. Kami harus mendapatkan bukti ya agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal." Jasmine begitu gemas rasanya.


Alex kini mengerti. "Kalau begitu, tunjukkan dimana pabrik kosongnya. kebetulan aku kenal beberapa pemilik di sana," kata Alex.


"Aku akan tunjukkan jalannya." Jessica sudah sangat tidak sabar.


"Tunggu Maxim dulu. kita kesana dengan satu mobil saja." Usul Jasmine.


"Kamu benar. pakai satu mobil membuat kita semua lebih aman. Aku titip adikku di sini, nanti akan aku jemput lagi." Alex menitikkan Alexa kepada Pras.


.


.


Yuni sedang sibuk di dapur. Saat dia hendak menyajikan makanan. Ponselnya berdering. seseorang memberitahukan kondisi Cyra dan Yuni terkejut.


"Kinan ... Kinan." teriaknya.


"Ada apa sih mih?" tanya Kinan setelah menghadap ibunya.


"katanya Cyra mengalami penganiayaan dan sekarang berada di klinik. Kinan ayo kita ke sana, meski dia kita benci, tapi kita harus tetap kesana untuk meyakinkan kalau kita menyayangi dirinya.


Kinan langsung ketakutan. "Bagaiman a bisa dia selamat dengan kondisi sekarat seperti itu?" Kinan mulai pucat.


Kinan langsung berlari meninggalkan ibunya.


"Kinan, kamu mau kemana? ayo kita pergi " Ajak Yuni, tapi sayang tak didengar putrinya.

__ADS_1


__ADS_2