
~Benih yang tumbuh perlahan~
Pras dan Cyra pergi berbelanja kesebuah supermarket, hari ini mereka hendak berbelanja keperluan untuk satu minggu, karena mereka sibuk bekerja, jadi mengharuskan mereka menimbun makanan di kulkas.
Cyra dan Pras masuk ke dalam supermarket, Cyra mulai mencari-cari makanan yang diperlukan selama satu minggu yang bisa tahan lama.
"Kamu mau aku masakin apa Mas?" tanya Cyra kepada Pras.
"Apa saja yang kamu buat, pasti aku makan kok," kata Pras sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau kayak gitu, aku yang pilih bahan makanan semuanya ya," ujar Cyra sambil mulai memasukkan, satu persatu bahan makanan ke dalam keranjang mereka.
Mulai dari tahu sawi, ayam, ikan, margarin dan beberapa makanan lainnya yang bisa memungkinkan Cyra masak dengan praktis, karena setelah pulang bekerja pasti dia juga akan merasa lelah, jadi dia memilih memasak menu yang bisa dimasak dengan cepat.
__ADS_1
"Perlu jamur?" tanya Pras sambil memegang jamur.
"Boleh masukkan saja," kata Cyra.
Mereka berdua satu jam berkeliling di antara menu-menu masakan, selama di dalam supermarket mereka sangat terlihat seperti pasangan suami istri lainnya, hanya saja mereka tidak berjalan bergandengan, seperti yang terlihat di kebanyakan pusat perbelanjaan.
Setelah mereka selesai berbelanja Pras dan Cyra mengantri di kasir, seketika Cyra merasa kepalanya pusing, Pras melihat gelagat cyra yang berbeda, kemudian dia memegang kening Cyra, untuk mengetahui suhu tubuh istrinya.
"Aku tidak tahu, tapi kepalaku pusing," Cyra bicara dengan nada lemas.
"Kalau begitu setelah kita belanja, kita pulang ke rumah, aku akan memeriksa mu menggunakan termometer di rumah," kata Pras yang kemudian mengambil alih keranjang belanjaan mereka, dan membiarkan Cyra duduk di bangku tunggu.
Selang tak berapa lama, mereka sudah sampai di depan rumah. Pras mendahulukan Cyra untuk masuk ke dalam rumah, sambil memapahnya.
__ADS_1
Pras memapah Cyra karena istrinya sudah merasa lemas dan semakin pusing kepalanya, setelah masuk dalam rumah Pras membantu Cyra masuk ke dalam kamar, dia membaringkan Cyra di atas ranjang tempat tidur.
"Tunggu sebentar di sini, aku rapikan dulu barang belanjaan kita, baru setelah itu aku akan mengobati mu," kata Pras sambil berlari secepat mungkin untuk merapihkan barang belanjaan mereka.
Saat Pras membawa barang belanjaan ke dapur, dia melihat jam dinding di dapur jam sudah menunjukkan pukul Dua belas siang, dengan cepat Pras mengambil nasi di dalam penghangat nasi, lalu merebusnya dengan air yang cukup banyak agar bisa menjadi bubur, dia juga memberikan parutan jagung, bawang merah, bawang putih, serta parutan wortel dan memasukkan penyedap didalamnya, lalu dia rebus sampai matang dan menjadi bubur.
"Dimakan dulu buburnya," kata Pras sambil membantu Cyra untuk duduk, Pras menyuapi Cyra, dia disuapi sambil menatap ke arah Pras yang dengan sigap membuat bubur dan menyiapkan obat untuk dirinya.
"Makan yang banyak, jangan buat aku sedih melihatmu sakit seperti ini," kata Pras sampai terus menyuapi.
Cyra mengangguk lemah, dia tak percaya kalau Pras akan begitu perhatian kepadanya.
"Begitu besarkah cintamu kepadaku Mas? padahal aku selalu menolak mu, Aku bahkan terkadang bersikap kekanak-kanakan yang membuatmu mungkinlah jengkel dan juga enggan kepadaku, tapi kau selalu terus membuktikan bahwa kau benar-benar mencintaiku," Batin Cyra sambil terus menelan bubur.
__ADS_1