Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 14


__ADS_3

~Mencintai tapi tak dicintai~


Jessica masih terus mendekati Pras, selama tujuh tahun terakhir mereka seperti teman tapi mesra, seperti pacar tapi tanpa status, Jessica terus menunggu Pras untuk menyatakan cintanya, namun sayang hari-hari Pras selalu sibuk dengan belajar dan bekerja.


Jesica bahkan rela bekerja di dua tempat hanya untuk bisa terus berada di dekat Pras.


namun tetap hasilnya nol besar, dia sama sekali tak dilirik oleh Pras.


"Banyak hal yang sudah aku korbankan, demi terus berada di sampingmu!" bisik Jessica sambil memutar gelas yang ada di tangannya.


Kini Jesica berada di dalam clubs malam, Jessica duduk sendirian tanpa ada yang menemani, dia merasa lebih nyaman sendirian saat hatinya sedang tidak karuan.


"Aku merasa seperti wanita murahan, tapi aku rela jika itu bisa membuatmu mencintaiku! kamu mengajakku makan siang saja sudah bisa mengubah alur perasaanku!" bisiknya dengan meneguk minumannya.


Jessica sudah mulai mabuk, dia merasakan kepalanya pusing tapi dia tidak berhenti meneguk minuman yang sudah dia pesan.


"Nona, anda sudah sangat mabuk!" kata pelayan yang menghampiri.


Jessica tidak menghiraukan perkataan pelayan bar, dia terus saja meneguk minumannya yang kini sudah tinggal setetes, dia angkat botolnya dan dia menenggak sambil menggoyang botol minumannya yang sudah tak tersisa setetespun.


"Berikan aku satu botol lagi!" teriaknya dengan memaksakan diri dan akhirnya dia tak sadarkan diri.


Seseorang yang memperhatikan Jessica sejak awal masuk club, berjalan menuju bar, dia memastikan kondisi Jessica lalu membopongnya keluar club'.


Pria itu selama perjalanan menuju appartemen Jessica terus memandangi wanita itu, dia merasa iba karena Jessica harus menelan pil pahit lagi dalam kehidupannya, tapi kini tentang perjalanan cintanya yang tak semulus bayangan Jessica .


"Kenapa kamu harus seperti ini Jes?! aku tak tega melihatmu patah hati karena pria itu!" ujarnya sambil terus sesekali menoleh ke arah Jessica.

__ADS_1


"Praaas ... Praaaas" racaunya dalam kondisi tak sadarkan diri.


Cinta memang membuat seseorang menjadi kehilangan arah, cinta juga kerap kali membutakan hati nurani, padahal hakikatnya cinta itu sebuah keindahan, kebahagiaan, dan kelembutan namun cinta dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang menyeramkan, karena cemburu buta, patah hati, atau karena di khianati.


Manusia harus dapat mengendalikan cintanya yang bersemayam di dalam hati dengan cara berfikir dengan logikanya, bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, dan berusaha menjaga ritme emosi agar tidak meledak-ledak, dengan cara itulah cinta bisa membawa kebahagiaan dalam kehidupan.


******


"Selamat pagi semuanya!" Pras yang sampai di kantornya menyapa sebagian karyawan yang bekerja dibawah kepemimpinannya langsung.


"Pak, ini data Clien yang ada di Indonesia, mereka sedang mencari beberapa furniture untuk properti, di sini sudah saya catat mana yang untuk rumah renovasi dan mana yang untuk rumah dalam tahap pembangunan" jelas karyawan Pras.


"Simpan saja dulu di meja saya, setelah itu kamu bagikan roti ini kepada karyawan kita, pastikan semua kebagian, okeh!" Pras mengacungkan jari jempolnya.


Pras bukan hanya berperan sebagai seorang pemimpin yang bertugas mengawasi kinerja karyawannya, tapi Pras juga sangat peduli dengan kesehatan karyawannya, setiap pagi, dia akan membawakan sarapan untuk seluruh karyawan, agar mereka lebih giat bekerja dan kesehatan tetap terjaga.


Pras melihat senyum diwajah karyawannya dan dia juga mendengar ucapan terima kasih dari para karyawan, ada kepuasan tersendiri ketika saling berbagi dan saling memperhatikan, semua ini dia lakukan demi menjaga ikatan yang baik dengan karyawannya. bagi Pras karyawannya juga harta yang berharga dalam bisnisnya, tanpa mereka Pras tidak akan seperti saat ini.


"Semangat!" teriakan mereka melengking di telinga Pras dan membuat Pras bangga dengan semangat kerja mereka semua.


Pras terus berkutat dengan pekerjaannya, dia terus melihat kearah laptopnya tanpa dia sadari seseorang masuk ke dalam ruangannya.


"Kamu masih sibuk?" tanya Jessica


Jessica melangkahkan kakinya yang begitu indah menuju sofa yang terletak tak jauh dari meja kerja Pras, ruangan Pras sangat nyaman bagi Jessica, semua furniture yang ada di dalam ruangan adalah hasil kreasinya yang dia buat dengan penuh makna, setiap ukiran memiliki makna tersendiri untuk Jessica dan Pras menyukai hasil karyanya.


"Kamu masih sibuk?" tanya Jessica sekali lagi dan kini menyadarkan Pras.

__ADS_1


"Maaf aku tidak tau kamu ada di ruanganku?!" kata Pras dan Jessica hanya menanggapinya dengan senyuman pahit.


"Tadi kamu berkata apa?" tanya Pras kemudian.


"Tidak, lupakan saja, tidak perlu dibahas!" kata Jessica dengan sedikit merengutkan bibirnya.


Pras menjadi tidak enak hati, dia lalu menghentikan pekerjaannya yang sejak tadi menyita perhatiannya sampai tidak sadar kehadiran Jessica di ruangannya. Pras melihat kearah jam tangannya dan waktu sudah menunjukkan jam dua belas siang.


"Ya ampun, sudah jam dia belas, kenapa kamu tidak mengingatkanku?" tanya Pras dengan perasaan bersalahnya.


"Aku sudah menyapamu sejak masuk keruangan ini, tapi kamu ternyata lebih asyik dengan pekerjaanmu, jadi aku biarkan kami sejenak." kata Jessica dengan perkataan yang sedikit menyindir.


"Maaf, karena aku harus segera menyelesaikan pekerjaan di sini, jadi aku sampai terlalu fokus dan tidak sadar kamu ada di sini?!" kata Pras dengan menggaruk tengkuknya, menyembunyikan rasa bersalah.


"Tidak perlu minta maaf, aku yang salah karena tidak tau jam makan siangmu, aku kira jam makan siangmu sama dengan ku!" sindirnya lagi dengan lebih mendalam.


"Ya sudah, kita cari cafe sekitar kantor saja, aku tidak bisa terlalu lama juga meninggalkan kantor!" kata Pras menjadi salah tingkah.


"Kalau kamu sibuk, tunda saja makan siangnya,asih ada lain waktu," kata Jessica yang sudah mulai merasa terabaikan.


Pras semakin serba salah, tingkahnya menjadi seperti orang linglung, bahkan dia sampai menabrak kursinya saat akan meraih jas nya.


"Aaaaw, sakit" bisik Pras sambil menggosok-gosokkan kakinya.


melihat Pras seperti itu, Jessica rasanya ingin tertawa keras seperti dulu saat dirinya belum terlalu menyukai Pras. tapi kini dia hanya. Isa menyembunyikan tawanya, dia tidak mau Pras merasa dirinya mudah luluh dari kemarahan.


"Ayo, kita makan siang bersama!" kata Pras setelah kakinya sudah tidak terasa sakit lagi.

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari dalam ruangan dan berjalan berdampingan, setiap mata memandang akan mengagumi keduanya, sepasang manusia yang berbeda jenis, terlihat mereka begitu serasi, yang pria tampan, cerdas dan mapan, sedangkan yang wanita, cantik, cerdas dan mandiri, pasangan seperti itu sangatlah diidam-idamkan banyak para pasangan muda yang sedang mencari cinta.


Pras dan Jessica masuk kedalam mobil yang di miliki Pras, dan mereka menjauh dari kantor untuk pergi makan siang bersama, Pras ingin mengucapkan kata perpisahan kepada sahabatnya itu.


__ADS_2