
~Sisi lain~
Cyra mulai kehilangan kesadarannya. Itu membuat Kinan senang dengan kondisi ini.
Kinan membawa Cyra ke sebuah tempat yang sangat sepi. Kinan membawa Cyra ke pabrik kosong. Kinan memapah sepupunya dan mendudukkannya di sebuah kursi yang sudah tersedia.
"Cyra ... Cyra. Kamu sangat mudah dibohongi. Kamu dan Bapakmu sama-sama mudah terjebak."
Kinan mengikat tubuh Cyra di kursi. Kinan melakukan aksinya seorang diri. Dia mengetahui kondisi dan lokasi pabrik karena mendengar obrolan papanya dengan seseorang di telepon.
"Untung aku mendengar apa yang Papi bicarakan semalam. Sehingga aku bisa menggunakan tempat ini untuk menyiksamu Cyra." Kinan mengeluarkan sebilah pisau kecil dan meletakkan pandangannya di sana.
Rencana Kinan sudah sangat matang dan terencana. Dia bahkan tidak takut untuk menyakiti sepupunya.
Cyra yang sudah pingsan selama satu jam. Mulai sadarkan diri. Dia perlahan mengumpulkan nyawanya dan mengedarkan pandangannya.
"Dimana aku?" katanya saat matanya sudah melihat dengan jelas.
Cyra tertuju pada sebuah kursi yang diduduki oleh wanita yang dia sangat kenal.
"Kinan." Panggilnya.
__ADS_1
"Kinan ... Kenapa kita di sini? Apa kita dalam bahaya? Kinan, apa kamu baik-baik saja?" Cyra masih sempat mengkhawatirkan sepupunya.
Kinan berdiri dan tertawa lepas. Tawanya begitu menyeramkan sebagai seorang wanita yang Cyra kenal sangat manis dan baik hati.
"Cyra ... Cyra, harusnya pertanyaan itu kamu tujukan untuk dirimu sendiri." Kinan berjalan menghampiri.
Cyra menjadi merinding melihat perubahan sepupunya. Dia tidak tahu kenapa sepupunya menjadi sangat menyeramkan seperti ini.
"Cyra, kamu tidak perlu bingung. Ini adalah sosok yang sebenarnya di dalam diriku. Aku bisa bersikap kejam kepada siapapun jika dia menjadi penghalang jalanku." Kinan melotot kearah Cyra dan mendekatkan pisau yang dia pegang ke pipi mulus Cyra.
"Kamu kenapa Kinan? Kenapa kamu berubah begini? Kamu pasti sudah dipengaruhi atau jangan-jangan ada orang yang mencuci otakmu." Cyra masih belum percaya.
Kinan kembali tertawa kencang. Tawanya tidak akan didengar siapapun karena lokasi pabrik sangat menjorok ke dalam.
"Cyra, kamu tahu kenapa aku selalu baik kepadamu selama ini?" tanya Kinan.
"Karena kamu memang sepupuku yang baik hati," jawab
Kinan kembali menyeringai. "Cyra, ternyata kamu memang bodoh sekali. Aku baik kepadamu dulu, karena kedua orang tuaku yang memintanya. Agar aku mendapatkan kepercayaanmu dan juga bapakmu. Agar Papiku bisa mendapatkan jabatan tinggi di perusahaan keluargamu," tutur Kinan.
Kinan membongkar semua kebusukan keluarganya.
__ADS_1
"Lalu, kenapa kamu sekarang malah mengikatku?" tanya Cyra.
"Itu karena kamu sudah mendapatkan hati seseorang yang seharusnya sejak awal menjadi milikku!" Kinan sangat emosi.
Cyra tidak menyangka kalau sepupunya akan se-menyeramkan ini.
"Apa maksudnya?" tanya Cyra yang masih tidak mengerti.
"Pras, dia seharusnya menikah denganku. Namun semua tidak sesuai rencana. keluargamu yang terlilit hutang harus menjualnya kepada keluarganya untuk dijadikan istri anak keduanya. Aku tidak tahu kalau dalam keluarga mereka ada tradisi seperti itu, tapi saat suamimu meninggal. Seseorang berbicara tentang tradisi dan aku terkejut." Kinan kembali menuturkan apa yang dia ketahui.
"Jadi kamu memperlakukan aku seperti ini hanya karena itu?" tanya Cyra.
"Hanya katamu? Hatiku sakit Cyra melihat ya tersenyum dan selalu mengutarakan cintanya denganmu meski bukan lewat kata-kata.
"Aku mau kamu melepaskannya dan merelakannya untukku."
"Apa kamu bersedia?"
.
.
__ADS_1
Jawaban apa yang akan diberikan oleh Cyra?