
~Kejutan~
Jarak antara Australia dan Indonesia adalah 3.457 km, 2.148 mil, 1.867 mil laut. Jarak yang dihitung antara pusat geografis Australia dan Indonesia. Waktu tempuh Australia dan Indonesia menggunakan Pesawat terbang, kurang lebih hampir delapan jam penerbangan.
Pras duduk berdampingan dengan Jessica, mereka akan pergi ke Indonesia berdua, Pras membutuhkan Jessica untuk membuka kantor pusat untuk perusahaan Furniturnya, Pras sengaja mengajak Jessica karena, dia akan sibuk dengan pernikahan, sedangkan dia harus cepat membuka kantornya dan merekrut pekerja untuk membantunya disana.
"Aku percayakan, pendirian perusahaan baruku kepadamu, tunjukkan kinerjamu, dan aku akan dengan bangga memperkenalkanmu kepada keluargaku nanti," ucapnya.
Jessica menerima tawaran dan ajakan Pras terbang dan menetap sementara di Jakarta, untuk membangun bisnis baru yang akan menajdi kantor pusat bisnis mereka, bukan semata hanya karena bisnis, tapi dia ingin mengenal keluarga Pras, dia ingin harapan kecil dihatinya bisa berubah menjadi harapan besar.
Keluarga Pras tidak ada yang tahu kalau dia akan pulang secepat ini, empat hari sudah Pras di Australia dan sore harinya dia langsung terbang ke Jakarta bersama Jessica.
"Aku sudah menyiapkan Hotel untukmu tinggal, aku pastikan hotel itu nyaman untukmu dan kamu akan suka dengan pemandangan yang terlihat dari sana," Pras sudah sangat memperisapkan segalanya untuk Jessica, pria yang sigap dan dapat melangkah lebih awal itu juga salah satu yang membuat Jessica sangat mencintainya.
"Terima kasih, kamu memang selalu bisa aku andalkan," kata Jessica dan mulai meejamkan matanya.
Jessica memejamkan matanya bukan untuk tidur, melainkan untuk tidak melanjutkan pembicaraan mereka, Jessica akan semakin terluka ketika Pras selalu memperhatikannya dengan sangat namun tidak mengerti sama sekali perasaannya.
Indonesia dini hari, Pesawat mendarat dibandara Soekarno-Hatta, Pras membangunkan Jessica dan mereka bersiap untuk turun dari pesawat yang mereka tumpangi.
Jessica baru pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia, karena dia selalu tak punya waktu untuk jalan-jalan atau sekedar berlibur sejenak, dia harus terus berjuang demi kemapanan hiudpnya.
"Ini, negaramu?" tanyanya.
"Benar, Ini Indonesia, mungkin, kamu dulu hanya bisa melihatnya lewat siaran televisi, sekarang, welcome to Indonesia." Pras menyambut Jessica meski mereka datang bersama.
Pras mengantar Jessica ke hotel tempat sementaranya tinggal, Pras tidak sabar untuk sampai ke rumahnya untuk bertemu keluarganya dan juga Cyra wanita yang sudah di rindukannya.
__ADS_1
"Kita, sudah sampai, masuklah ke dalam, aku sudah mendaftarkan namamu, aku tidak bisa mengantarmu masuk, aku harus segera pulang, sampai berjumpa lagi lusa." Pras menutup kaca mobil taksi dan Jessica hanya bisa melihatnya pergi, Jessica melangkah masuk ke dalam hotel dengan hati yang hampa, besar harapannya agar bisa mencapai keinginannya selama di Indonesia.
*****
Pras sampai di rumah kedua orang tuanya, para penjaga yang melihatnya langsung membuka pintu dan menyambut kedatangan Pras yang begitu tiba-tiba, tidak seperti biasanya pras pulang dini hari dan tidak memberi kabar keluarganya.
"Sehat Pak?" tanyanya kepada dua satpam yang sedang berjaga.
"Sehat Den, tumben Den kok pulang mendadak?" tanyanya sambil membuka pintu pagar.
"Iyah Pak, mau kasih kejutan buat Bapak dan Ibu." Pras berlalu.
Pras masuk ke dalam rumahnya dan semua gelap, semua orang sudah tertidur lelap dan dia masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
"Pasti mereka besok terkejut melihatku sudah di rumah," kata Pras sambil merebahkan badannya dan terlelap.
*****
Pras mengintip dari dalam kamarnya, dia berdiri dibalik pintu yang terbuka sedikit, Pras memperhatikan keluarganya yang sudah bangundan mulai mengerjakan aktivitas sehari-hari mereka, tapi sayang Cyra tidak terlihat.
"Apa dia masih tidur? Tapi menurut cerita Ryan, Cyra akan bangun subuh dan membuatkan mereka semua sarapan pagi, apa dia mengurung diri lagi?" Pras bertanya-tanya.
Pras menutup pintu kamarnya dan bersiap untuk keluar kamar mengejutkan semua anggota keluarganya, Pras mengambil bingkisan yang dia bawa sebagai oleh-oleh, dia mengambil satu kotak dan memperhatikannya.
"Semoga kamu suka dengan hadiah pilihanku untukmu!" gumampras sambil menimang-nimang kotaknya dan menaruhnya kembali di dalam bingkisan.
Pras membuka pintu perlahan dan dia siap keluar kamarnya, dia melangkah dan melihat semua anggota keluarga sudah duduk di bangkunya masing-masing, terkecuali Cyra yang masih belum dia lihat.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya" sapanya ketika sampai di ruang makan.
Lasmi menoleh dan dia tekejut putra asulungnya sudah berada di rumahnya.
"Pras, ini serius kamu sudah pulang, kan? Ini bukan mimpi, kan?" Lasmi menyentuh pipinya tidak percaya dan Pras mengangguk.
Lasmi yang senang melihat putranya sudah berada dirumah, langsung terperanjat dari bangkunya dan memeluk serta menciumi pipi Pras bergantian.
"Ya, ampun, Nak, Ibu senang sekali kamu sudah sampai di rumah." Lasmi memandang Pras lekat, penuh kerinduan.
"Kenapa kamu tidak kabarin kami, biar Bapak dan Ibu, bisa menjemputmu." Bayu beranjak dan memeluk Pras.
"Aku ingin berikan kejutan untuk kalian semua," Pras bicara sambil matanya mencari sesuatu.
"Mba Cyra masih di dapur, tenang dua hari ini dia sedang sibuk mencoba jenis masakan baru setiap kali sarapan pagi."Celetuk Jasmine yang tau gelagat kakaknya.
Pras tak bisa lagi menyembunyikan rasa sukanya terhadap Cyra di hadapan keluarganya, Pras sangat tidak bisa lagi berpura-pura kali ini., rona wajahnya sudah tak bisa disembunyikan semua sudah tau tingkat rasa sukanya kepada Cyra.
"Dia sedang rajin sekali, setiap hari sudah bangun jam empat subuh, dan membuat menu masakan untuk kita, Ibu juga tidak tau ada apa." Lasmi kembali duduk.
"Mba Cyra bahkan membeli bahan maskannya sendir, mungkin dia sedang bersiap untuk menjadi istri yang lebih baik lagi, sepertinya aku juga harus belajar." Jasmine mendelik.
"Auuuw," teriak Jasmin dan mengelus kepalanya.
Pras memukul kepala Jasmine dengan sendok yang sedang dikepalanya, dia memukul kecil ke kepala adiknya, meski dia tau pukulannya tidak keras tapi tetap saja Jasmine mengerang kesakitan mencari perhatian.
"Jahat banget sih, pokoknya sebagai gantinya, Mas Pras harus ajak aku jalan-jalan cari makanan, oh ya Mas, apa yang ada di dalam paper bag itu?" tanya Jasmine sambil melirik ke tempat di mana bingkisan itu tersimpan.
__ADS_1
"Nanti Mas, akan beri tahukan, sekarang lebih baik kamu diam saja," pinta Pras sambil mengusel-usel kepala adiknya.
Pras senang sekali berbuat jahil terhadap Jasmine, bahkan ketika Jasmin kecil sering di jadikan mainan olehnya dan juga Ryan, kenangan yang masih lekat diingatan Pras, kenangan yang takkan dia bisa lupakan, indah dan saat itu ryan belum terlalu parah sakitnya sehingga mereka masih bisa bermain bersama.