
~Seakan Semesta Mendukung~
Cyra masih memikirkan apa yang dibicarakan oleh ibu mertuanya tadi, dia merasa dirinya terlalu direndahkan sebagai seorang wanita.
"Aku bahkan tidak pernah sedikitpun meminta kepada kalian! aku juga selalu berusaha memberikan yang terbaik demi rumah tanggaku dengan Ryan, menikah dengan pria yang usianya tidak akan lama, mengidap sakit berkepanjangan, membuat hati ini semakin hancur, tapi mereka malah memperlakukanku seperti ini!"
Cyra yang masih bersedih hati, dengan tubuh yang lemas berusaha berdiri dan melangkah, kan, kakinya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Pras. Cyra saat ini sendirian di dalam kamar, Pras sedang keluar menemui ibunya.
*****
Jessica berada di sebuah club malam terkenal di Jakarta, dia meneguk banyak minuman beralkohol.
"Hanya minuman ini, yang mengerti dan menemani kesendirianku!" Jessica memandang gelas ditangannya sambil mengayun pelan.
Jessica sangat patah hati, Pras sekarang lebih banyak di samping Cyra, sedangkan dia terus sibuk, untuk membantu Pras mendirikan perusahaan baru dijakarta.
"Cyra! apa bagusnya dirimu! bahkan dari segi penampilan dan juga wajah! aku menang, apalagi masalah pekerjaan! lewaaat!" Jessica terus membanding-bandingkan dirinya dengan Cyra.
Dari segi manapun memang Jessica lebih unggul dari Cyra, pendidikan, pekerjaan, profesionalisme, kecantikan, dan body.
Jessica terus meneguk minumannya sampai botol-botol minuman berbaris di atas meja bar, sampai pada akhirnya dia menjadi mabuk, pikirannya sudah melayang, tubuhnya sudah lunglai bahkan untuk berdiri, dia tidak sanggup lagi.
"Jess!" Pras tiba tepat waktu, dia menangkap tubuh Jessica.
Pras mendapat panggilan telepon dari seorang pelayan bar dari ponsel Jessica yang tidak terkunci layar ponselnya, sehingga Pras langsung menyusul Jessica ke club malam.
"Jessica ... Jessica! sadar Jess!" Pras menepuk-nepuk pipi Jessica agar sadarkan diri.
Jessica membuka matanya dan melihat wajah pria yang begitu dia cintai.
"Pras! kamu datang? Pras jangan pergi! aku membutuhkan dirimu! aku cinta kepadamu!" Jessica mengakui perasaannya kepada Pras dikala mabuk.
"maafkan aku Jess, aku tidak bermaksud untuk membuatmu jatuh cinta, aku tidak bisa membalas perasaanmu!" Pras memapah tubuh Jessica.
Ada perasaan bersalah dihatinya, dia tidak menyangka Jessica akan sangat hancur, Pras sejak awal memang hanya berniat untuk berteman dengan Jessica, dan awalnya memang Jessica lah yang mendekatkan dirinya kepada Pras.
Pras membawa Jessica kembali ke hotel yang disewa oleh Pras untuk tempat tinggal sementara Jessica.
sesampainya di hotel, Pras membaringkan tubuh Jessica di atas kasur, dia juga menyiapkan beberapa hal untuk Jessica, lalu dia bersiap pulang kembali ke rumahnya.
Pras menutup pintu kamar Jessica, dia sudah memastikan saat Jessica bangun, kondisinya akan baik-baik saja.
"Bangkitlah Jess, aku tau kamu wanita kuat! jangan terjebak dalam cinta yang semu!" ujar Pras sambil menatap pintu kamar hotel Jessica.
Pras melangkahkan kakinya untuk keluar dari hotel dan langsung mengendarai mobilnya menuju rumah.
__ADS_1
*****
"Besok wanita itu akan mulai bekerja denganmu?" tanya Alex kepada George.
"Hmm ... aku memberikan penawaran yang bagus untuknya!" kata Gorge sambil tersenyum.
"Kamu terlihat sangat tertarik kepadanya?!" tanya Alex dengan sedikit menyeringai
Alex dan George, berteman baik, mereka sama-sama memiliki perusahaan, tapi bergerak di bidang yang berbeda, George di perhotelan dan juga kuliner, sedangkan Alex bergerak di bidang jasa packaging.
"Sejak aku melihatnya, dan mencoba masakan buatannya, itu tidak pernah bisa dilupakan cita rasa masakannya," kata George sambil terus tersenyum.
"tidak bisa melupakan, cita rasa masakannya apa, orangnya?" Alex mulai menggoda sahabatnya, dan melempar gulungan kertas kearah George.
George berhasil menghindar dan mereka berdua saling tertawa, Alex tahu, kalau sahabatnya sedang jatuh cinta, jatuh cinta untuk pertama kali dalam hidup George.
mendengar percakapan George dan alex, membuat Alexa merasa memiliki saingan, membuat dirinya marah karena George menyukai seorang wanita.
*****
Pras sampai dirumahnya, dia langsung masuk ke dalam kamar, dilihatnya Cyra sudah tertidur pulas, dia membersihkan diri di kamar mandi, Pras merenung di dalam sana, Pras masih memikirkan Jessica yang dilihatnya begitu rapuh, wanita yang selama ini mampu berjuang sendirian demi masa depan, ternyata begitu rapuh karena perasaan cinta.
"Aku, tidak bisa membantumu mengobati luka itu, karena aku bukan pria yang tepat untukmu! kamu bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dariku, lebih mapan, dan bisa memberikan kebahagiaan." Pras bicara sambil melihat parasnya di cermin.
persahabatan yang Pras jalin selama ini, tidak pernah ada rasa cinta dihatinya, dia memang sangat perhatian terhadap Jessica, tapi ternyata perhatian-perhatian kecil itu menimbulkan ke salah pahaman yang besar, membuat hubungan persahabatan ini menjadi sedikit canggung.
*****
"Jam sepuluh pagi?!" Jessica langsung bangun
"Akkh." Jessica memegang kepalanya sebelah, terasa sakit dan berputar.
"Aku ... aku di kamar hotel?" herannya.
Jessica mengingat kembali kejadian semalam, seharusnya dia berada di club malam, potongan ingatan kejadian semalam, muncul satu persatu.
"Pras!" teriaknya.
*****
"Uhuk!" Pras tersedak.
"Pelan-pelan, makannya, makan bubur kok bisa tersedak!" Lasmi menyodorkan gelas berisi air putih kepada Pras.
"Cyra, hari ini kamu sudah mulai masuk bekerja?!" tanya Lasmi.
__ADS_1
"Iyah, Bu." Cyra menoleh.
"kalau bekerja yang serius, jangan kebanyakan melamun, kerjanya yang bener, sarapan yang banyak, biar enggak pingsan!" perkataan Lasmi mungkin bagi Cyra terdengar omelan atau bentuk tidak suka Lasmi kepada Cyra.
Pras yang mengerti ibunya, tersenyum, dia sangat merasa, ibunya begitu perhatian kepada Cyra, sayang ibu dan bapaknya masih tidak mau terang-terangan menunjukkan kasih sayang mereka.
"Mba Cyra kerja? wajah selamat ya, selamat juga karena Bapak dan Ibu, merestui kakak, bekerja! konon kalau orang tua merestui, perjalanan kita akan semakin lancar!" Jasmine terus mengoceh, tanpa sadar bapak dan ibunya menatap tajam kearahnya.
Pras melihat pemandangan itu menjadi tertawa tapi sembunyi-sembunyi. dia mengulum senyum, dia tidak menyangka, kalau Jasmine juga mengerti maksud dibalik nada bicara ibunya yang ketus.
******
Cyra sampai di sebuah hotel bintang lima bernama TB Hotel, hotel dengan fasilitas mewah dan juga lengkap, membuat banyak pengunjung memilih untuk menginap di sana.
Cyra masuk ke dalam hotel dan langsung menemui pihak resepsionis.
"Permisi, saya mau bertemu dengan George ... maaf maksud saya Pak George." Cyra merevisi ucapannya.
resepsionis itu melihat kearahnya dengan pandangan yang tidak suka.
"Sudah ada janji?" tanya salah satu wanita yang berada di balik meja resepsionis.
"Sudah, saya sudah ada janji dengan Pak George, kami sepakat bertemu hari ini di hotel!" jelas Cyra.
"maaf! tapi pak George, sedang tidak ada di tempat," jawabnya dengan sangat ketus.
"Aku di sini!" teriak George sambil melambaikan tangan.
Alex yang berada di samping George, memperhatikan Cyra dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"*Pantas saja dia suka! wanita ini unik dan sangat cantik, meski hanya merias tipis wajahnya!" kagum Alex, sambil menggosok-gosok bibir bawahnya dengan jari telunjuknya.
.
.
.
hai hai hai readers,,, terimakasih sudah membaca karya The biggest, semoga kita semua selalu sehat dan jangan lupa favoritkan setiap novelku!
.
.
.baca juga novel karya teman othor, dijamin seru*.
__ADS_1