
~Makan Malam Berdua~
Cyra masih menginap di hotel, kedua mertuanya memesan hotel untuknya dan Pras menginap selama empat hari tiga malam, membuat Cyra harus terjebak di dalam kamar hotel sedangkan Pras pergi menikmati suasana.
Cyra tidak bisa ikut menikmati suasana bersama Pras, meski dia ingin, tapi pekerjaannya lebih penting dari sekedar berjalan menikmati pemandangan.
"Hallo Cyra!" sapa beberapa peserta yang sudah masuk dalam aplikasi Boom.
Boom adalah aplikasi yang bisa mengumpulkan beberapa orang dan mereka akan saling menyapa lewat video melalui ponsel, laptop atau notebook.
Haura memulai aktivitas mengajarnya sebagai seorang kreator menu masakan, bahkan George akan merekomendasikan dirinya menjadi senior koki di restoran hotelnya, jika Cyra mau bekerja offline.
Sebelum Cyra melakukan prosesi pernikahan, dia beberapa kali mencoba untuk membuat sebuah menu baru yaitu soft tart, kue ulang tahun yang di dihiasi dengan krim dan berbagai macam topping, sehingga membuat soft startnya menjadi sangat cantik. soft tart adalah kue tart yang sangat lembut beraroma coklat dan lumer di mulut sehingga yang memakannya akan meminta lagi lagi Dan lagi.
"Terima kasih untuk hari ini, kita praktek pembuatan soft tart, adakan satu minggu lagi" kata Cyra
"Good bye Cyra," kata para peserta dengan melambaikan tangan dan boom selesai.
Cyra meregangkan tubuhnya, ia begitu lelah, karena setengah hari ini menghabiskan waktunya di atas kasur, sambil melakukan boom dan mendekorasi untuk soft tart.
Cyra sangat senang karena hari ini, ia bisa kembali beraktifitas seperti biasanya dan tiba-tiba satu pesan masuk ke akunnya.
"Syukurlah! gaji pertamaku sudah masuk, aku sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan perusahaan George." Cyra menengadahkan kedua tangannya.
Pras masuk ke dalam kamar dan melihat wajah Cyra, sangat senang sekali, Pras ingin bertanya tapi dia takut Cyra tidak ingin diganggu.
"Mau makan malam bersamaku?" Cyra tiba-tiba mengajak bicara Pras.
"Aku?" tanya Pras yang tak menyangka Cyra akan mengajaknya makan malam.
"Hmmm... kamu, siapa lagi? memang ada orang lain selain kita di kamar ini?" ujar Cyra yang membuat Pras tersenyum tak menyangka.
"Baiklah! aku akan ikut, aku akan traktir!" kata Pras.
"No! aku yang akan traktir! lalu kita akan bicara serius berdua!" kata Cyra
seketika senyuman yang mengembang penuh di wajah Pras langsung pergi, Pras merasa ada sesuatu hal yang tidak baik jika Cyra mengajaknya bicara serius.
"Apa dia akan membuat kesepakatan denganku? seperti di novel-novel yang pernah aku baca?" Pras mulai mengembangkan imajinasinya sendiri
Sedangkan Cyra masih sibuk dengan ponselnya dan juga buku gambarnya.
"Kamu sangat suka menggambar?" tanya Pras.
"Kita akan bahas itu nanti, setelah makan malam!" kata Cyra yang membuat Pras semakin penasaran.
__ADS_1
*****
"bagaimana keadaan Cyra dan Pras ya Bu?" tanya Bayu kepada istrinya ketika dia menaiki kasur.
"Semoga baik-baik saja ya, Pak, ibu mau momong cucu!" kata Lasmi sambil membayangkan dirinya menimang seorang cucu yang menggemaskan dan cantik.
khayalan Lasmi on.
"Cucu Eyang, yang gemas, harum sekali" Lasmi menimang cucunya dan menyanyikannya lagu timang-timang.
Lasmi sangat senang memiliki seorang cucu perempuan yang sangat cantik.
"Bu! Bapak juga mau gendong!" rengek Bayu saat menghampiri Lasmi dan sang cucu.
"Aaaah! Bapak ganggu ajah!" kesal Lasmi sambil membawa cucunya masuk ke dalam rumah.
Khayalan off.
"Bu! Bu ... kenapa diem sih!" tegur Bayu.
Lamunan Lasmi buyar karena diganggu oleh Bayu, Lasmi mengerucutkan bibirnya dan langsung membalikkan badan, memunggungi suaminya.
"Bu! kenapa sih? kok jadi ngambek sama bapak!" kata Bayu tak mengerti dengan sikap istrinya.
*****
Pras berjalan di samping Cyra, mereka masuk ke dalam lift, saat pintu lift terbuka ada beberapa rombongan mahasiswa magang menyerbu lift, membuat Cyra dan Pras harus berhimpitan di dalam lift, Pras menjaga Cyra, kini bagian tubuh depan mereka saling menyentuh, Cyra dapat merasakan debaran jantung Pras, begitu juga dengan Pras yang bisa merasakan debaran jantung Cyra, membuat mereka saling berpandangan.
Cyra mulai risih dan dia mulai terlihat kikuk dengan keadaan.
"Come on, Cyra! jangan salah tingkah!" batin Cyra sambil menundukkan wajahnya.
Ting
Pintu lift terbuka, mereka yang berdiri di bagian depan langsung keluar sedangkan Cyra dan Pras yang berdiri dibagikan belakang harus menunggu giliran.
setelah semua keluar dari lift, Cyra dan Pras saling berpandangan.
"Ladies first!" Pras mempersilahkan Cyra keluar lift.
setelah Cyra keluar, Pras pun keluar dari lift dan mereka masuk ke dalam restoran.
"Selamat datang" sambut pelayan restoran.
"Silahkan duduk, dan ini buku menunya." pelayan itu menyodorkan buku menu kepada Cyra.
__ADS_1
"Aku pesan beef steak, pakai French fries dan minumnya lemonade, itu saja." Cyra lalu memberikan buku menu kepada Pras.
"Samakan saja menunya." Pras mengembalikan buku menunya.
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Pras.
"Nanti saja! selesai makan, nanti makan malam ku menjadi tidak menyenangkan!" bisik Cyra sambil menaruh satu tangannya di samping bibirnya.
Pras sebenarnya ingin tertawa karena melihat wajah lucu Cyra, tapi Pras menahannya, dia tidak ingin merusak suasana hati istrinya yang sedang baik.
Makan malam tiba, pelayan menghidangkannya di atas meja makan mereka.
Pras dan Cyra menyantap makan malam mereka masing-masing, Cyra sangat menikmati makan malamnya, hingga terlihat ekspresi senangnya, Pras seakan sudah kenyang, hanya dengan melihat wajah Cyra yang begitu ekspresif malam ini.
"Apa yang membuatmu sangat senang?" tanya Pras sambil menyuap makanannya.
"Karena aku, berada diluar rumah keluargamu! aku bisa melakukan hal yang aku inginkan!" kata Cyra sambil terus mengunyah dan bicara tanpa menatap Pras.
"Apa kamu ingin, kita tinggal berdua saja?" tanya Pras.
""Berdua? serius? pisah rumah?" rentetan pertanyaan diajukan Cyra.
"Tidak! tidak mungkin hal itu terjadi!" sangkal Cyra kemudia.
Cyra tidak yakin, mereka akan bisa hidup berdua saja di dalam satu atap, karena dia tahu betul bagaimana sikap kedua mertuanya, yang ingin terus berkumpul dengan anak-anaknya dalam satu rumah.
"Kalau aku bisa mewujudkannya! apa kamu bisa menerima pernikahan kita?" tanya Pras.
"Aku sangat tahu sifat mertuaku! jadi kamu coba saja! jika berhasil kita sepakat!" kata Cyra masih tidak menghiraukan Pras.
Pras menjadi tertawa kecil, wanita yang ada di hadapannya, kita bisa masuk kedalam genggamannya.
"Aku akan mewujudkannya, demi melihat berbagai ekspresi di wajah cantikmu!" Pras memandang wajah Cyra sebelum kembali menikmati makan malamnya.
"Cepat selesaikan makan malamnya! aku mau bicara serius berdua denganmu!" kata Cyra menyudahi makan malamnya.
.
.
.
.
hi guys baca juga karya ku,, fantasi romance
__ADS_1