
~Kerjasama~
Cyra dan Pras sepakat dengan pembagian tugas mereka dalam mengurus rumah, mulai dari mencuci baju dan piring, memasak, belanja, ngepel lantai, menyapu, bahkan sampai jam tidur mereka.
Mereka sengaja mengatur jam tidur agar tidak terlambat bekerja dan tetap bisa mengurus rumah bersama.
"Sapu di mana?" tanya Pras kepada Cyra yang sedang mencuci piring di dapur.
"Di teras depan mas, sama serokan sampahnya." Cyra memberitahukan posisi sapu dan serokan sampah kepada Pras.
Jam sudah menunjukkan jam enam pagi, mereka setelah mandi dan sarapan bersama langsung bergegas merapihkan rumah sesuai pembagian tugas, Cyra setiap pagi mendapat tugas mencuci piring, memasak nasi, memasak sarapan, semua tugas perdapuran.
Sedangkan Pras bertugas menyapu seluruh ruangan, mengelap meja makan, dan mengepel lantai, menyiram tanaman.
Semua pembagian sudah dibagi seadilnya, urusan dapur Cyra, urusan membersihkan rumah Pras, semua di pantau oleh Lasmi dan Bayu dari rekaman kamera CCTV.
Semua mereka rekam kecuali ruangan tidur dan juga ruangan keluarga, menurut kedua orang tua itu tempat itu adalah tempat intim bagi pasangan suami istri, mereka mengerti karena mereka sudah pernah merasakan bagaimana dimabuk cinta.
"Sudah selesai semua?" Pras menyeka keringat yang mengucur di dahi dan lehernya.
"Sudah selesai, aku ganti baju dulu, baru bersiap untuk pergi bekerja." Cyra langsung berlari kedalam kamar.
Pras memeriksa area dapur, kompor sudah padam, dia pun masuk ke dalam kamarnya.
"Aku mandi dulu, rasanya gerah setelah berolahraga." Pras masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Cyra ada di ruang ganti yang di dekat oleh sebuah tirai.
"Olah ... raga? kapan? sejak tadi bukannya dia di rumah dan beres-beres?!" Cyra menenggengkan kepalanya ke kanan.
__ADS_1
Dia bingung, Pras bilang habis berolah raga, sedangkan dia sedari tadi ada di rumah.
Cyra selesai mengenakan baju, dia keluar dari ruang ganti dan ternyata Pras juga keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melingkar di pinggangnya, membuat Cyra bisa melihat bagian atas tubuhnya yang sixpack bagaikan seorang atlet binaragawan.
Cyra bahkan tak bisa mengedipkan matanya, dia tidak bisa mengendalikan matanya yang terpesona dengan keindahan tubuh Pras.
"Aaaaaaah!" teriak Cyra yang terlambat.
"Teriaknya telat! udah puas mandangin tubuh orang baru teriak!" celetuk Pras sambil berlalu dan masuk ke dalam ruang ganti.
Cyra seketika kembali malu, dia benar-benar tidak bisa mengendalikan diri jika berada di sekitar Pras, dia tidak mengerti mengapa begitu, padahal dulu saat tumbuh benih-benih cinta diantara Cyra dan Ryan tidaklah begini rasanya.
"Cyra ... Cyra ... waraskan pikiranmu!" Cyra memukul-mukul kepalanya sendiri sambil merutuki dirinya.
Pras selesai dengan persiapan berangkat bekerja, dia menyusul Cyra yang sudah menunggunya di teras rumah, mereka akan berangkat bekerja bersama dan pulang bersama sesuai yang tertulis di dalam surat perjanjian.
Cyra masuk ke dalam mobil dan dia menekuk wajahnya masih merasa malu.
"Kenapa ditekuk begitu mukanya?" tanya Pras sambil terus menyetir mobilnya.
"Enggak apa!" jawab Cyra singkat.
"Malu karena abis liatin bodygoal suami sendiri?" ledek Pras.
"Iish ... siapa yang malu, ada juga mas kali yang malu!" ujar Cyra sambil menatap kearah Pras.
"Malu kenapa?" Pras membalas pandangan Cyra hingga kedua mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
"Malu karena mas, ngaku-ngaku abis oleh raga, padahal dari tadi di rumah ajah." Cibir cyra.
"Heiii ... kamu kira mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyapu, ngepel, mengelap meja itu pekerjaan yang ringan dan tidak mengeluarkan keringat?" ujar Pras diakhiri dengan pertanyaan.
"Hmmm ... Iyah, memang benar, tapi kapan kamu olahraganya?" tanya Cyra yang masih tak nyambung.
"Ya itu Cyra! olahraga, olahraga dengan cara merapihkan rumah, sama saja kan?!" ujar Pras berusaha membuat Cyra mengerti.
"Cih ... mana ada!" kesal Cyra dan membuang muka dari memandang Pras.
"Kamu berarti, kurang jauh mainnya! enggak tahu, kalau beres-beres rumah termasuk olahraga ringan?! hemm!" Pras memandang Cyra dan Cyra hanya bisa membisu kalah melawan kata-kata Pras.
Pras menyentuh kepala Cyra dan mengelus rambutnya, wajah Cyra seketika langsung merah dan segera dia menyembunyikannya dengan memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
.
.
terus ikuti kelanjutan kisah Cyra dan Pras, ada juga bumbu-bumbu dalam novel ini yaitu kisah cinta Jasmine dan Maxime.
.
.
.
. aku juga punya rekomendasi novel bagus untuk kalian semua.
__ADS_1