
~Kenyataan yang terungkap~
Cyra menjelaskan semua yang dia dengar dari Kinan. Dia memberitahukan Darius kalau keluarga Kinan yang selama ini berhutang kepada keluarga Pras. Sedangkan keluarganya yang harus menanggung beban hutang itu.
Pernyataan Cyra membuat terkejut kedua orang tua Pras Cyra juga menceritakan kenapa dirinya bisa banyak luka.
"Itu semua karena dia sangat menyukai dirimu."
Cyra menitikkan air matanya. Dia bercerita sambil membayangkan kembali apa yang dia alami hari itu.
"Maafkan aku. semua itu karena diriku." Pras ikut menangis.
"Bukan salahmu, Mas. Ini semua karena keputusanku tentang pernikahan kita." Cyra menghapus air matanya.
"Keputusan? keputusan apa?" tanya Pras.
"Keputusan untuk mempertahankan mu dan juga rumah tangga kita. Aku tidak bisa melepasmu karena kamu adalah suamiku. Aku tidak bisa melepas pernikahanku karena ini adalah hidupku." Cyra bicara sambil menyentuh pipi suaminya.
Pras langsung menyambut tangan istrinya dan menempelkannya di bibirnya. dia mengecup berulang kali telapak tangan istrinya sambil terharu mendengar apa yang diucapkan Cyra.
Dia tidak menyangka kalau Cyra akan mempertahankan dirinya dan juga pernikahan mereka. Dia tidak menyangka ternyata Cyra sudah menyimpan rasa untuknya.
"Aku mencintaimu, Mas. Aku tidak mungkin melepaskan laki-laki yang juga begitu mencintaiku." Cyra kembali bicara.
Dengar ucapan Cyra. Pras langsung bangun dan memeluk perlahan tubuh istrinya yang masih penuh luka.
__ADS_1
"Terima kasih telah mencintaiku. terima kasih telah bertahan untukku."
Hari ini semua perasaan itu tertumpah'kan dan tersampaikan kepada mereka yang tepat mendapatkannya.
Pras masih tidak menyangka ternyata benar kata orang, dibalik musibah akan selalu ada hikmah.
Pras berjanji kepada dirinya akan lebih menjaga dan melindungi istrinya. Hal ini hanya akan terjadi sekali seumur hidup mereka.
.
.
Lima hari sudah Cyra berbaring di tempat tidur klinik yang menjadi tempat pertolongan pertamanya.
"Semoga lekas pulih kembali seperti sedia kala ya." Dokter sudah memperbolehkan Cyra pulang ke rumah.
"Aku akan selalu menjagamu." janji Pras.
"terima kasih Mas, kamu sudah mau menungguku. Mau bersabar bersama orang yang begitu keras kepala sepertiku." Cyra.
"Aku pasti akan selalu menunggumu. Aku tahu kamu pasti akan berusaha menumbuhkan perasaan itu. Ryan sudah memberitahukan semuanya tentangmu. Dia menuliskan buku harian untukku. Agar bisa bersabar dengan sikapmu." Pras menyentuh pangkal hidung Cyra.
.
.
__ADS_1
Semua sibuk di rumah Cyra dan Pras. Jasmin, Jessica, Maxim dan kedua orang tua Pras. Bersiap untuk menyambut kepulangan Cyra dari klinik.
"Ayo cepat. Jangan bersantai. sebentar lagi mereka akan sampai di rumah." seru Lasmi.
"Bi, masakannya sudah siap belum?" teriak Lasmi penuh semangat.
"Sudah." bibi dari dapur menyahut sembari berteriak.
Lasmi sangat sibuk dengan persiapan penyambutan kepulangan Cyra. Lasmi sangat bersemangat hingga dia tidak sabar untuk melihat menantunya pulang.
Suara mobil Pras terdengar jelas di telinga wanita paruh baya itu. Dengan cepat dia meminta semuanya berkumpul.
Pras dan Cyra tiba di pintu rumah dan membukanya.
"Surprise."
Mereka serempak bicara dan membunyikan terompet.
Cyra sangat terkejut ternyata kepulangannya di sambut oleh keluarga yang selama ini dia anggap tidak menyayanginya.
"Sayang, selamat datang." Lasmi mengecup kening menantu perempuannya.
"Bu. Terima kasih."
Suasana haru kembali tergambar jelas. Cyra tidak tahu harus berkata apa. Dia sangat bersyukur memiliki keluarga lagi. Dengan kasih sayang yang Lasmi dan Bayu berikan kepadanya, seakan menggantikan sosok orang tua yang sudah lama tidak ada dalam hidupnya.
__ADS_1
Kini keluarga mereka kembali utuh. penuh cinta dan kasih sayang. Jasmine dengan Maxim juga terlihat semakin dekat saja.