Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 30


__ADS_3

~ George ~


"Hai! Cyra!" panggil George.


Cyra dan George berdiri berhadapan, pria itu tersenyum tipis kepadanya.


"Dia adalah Cyra, calon koki senior di restoran hotel!" George langsung memperkenalkan Cyra kepada resepsionis yang sempat menatap tidak suka ke arah Cyra.


"Selamat datang, Bu Cheft" sapa mereka dengan wajah kaku.


"Mari Cyra, kita ke ruangan ku, kamu tidak perlu banyak berkenalan dengan orang di sini, karena dengan sendirinya kamu akan terkenal! melalui ucapan mereka!" sindir George.


Setelah perkenalan, George mengajak Cyra ke ruangannya, dua resepsionis itu memandang ke arah George, mereka terkejut, karena bossnya tahu kelakukan mereka.


"Duuuh! kayaknya, si boss tau deh kalo kita sering ngegosip!" ujarnya sambil menggerak-gerakkan tangannya tak menentu, sangking ketakutannya.


"Apaan sih! enggak usah lebay deh! udah biasa ajah, enggak perlu ketakutan begitu!" santai temannya.


"Sebenernya, aku juga takut!" batinnya menciut.


*****


Cyra duduk di sofa yang ada di ruang tamu, di dalam ruang kerja George.


Alex, masih terus memperhatikan Cyra, dia tak henti mengagumi wanita yang selama ini hanya dia dengar ceritanya dari George.


"Kalo ceweknya cantik dan berkharisma kayak begini sih, semua cowok rela ngantri buat dia!" Alex memuji Cyra dalam benaknya.


Cyra yang sadar sejak tadi di perhatikan terus oleh Alex, mulai merasa risih, dia tidak tahu mengapa Alex terus memperhatikan dirinya.


"Lex!" panggil George dengan berbisik dan menyenggol kaki Alex.


Alex tersadar dari lamunannya, dia kini sudah mendapatkan jawaban tentang perasaan sahabatnya, dia juga sudah meneliti sifat Cyra secara pemikirannya.


"Cyra! kamu sudah siap bekerja?" tanya George.


George memberikan sebuah map kepada Cyra.


"Jika kamu sudah siap! maka isilah form ini, aku akan mengajukannya dan besok kamu sudah bisa mulai bekerja!" George memberikan Cyra waktu untuk berpikir.


"Aku sudah memikirkannya, aku siap bekerja di sini." Cyra mengambil map-nya,


Cyra membaca setiap detail isi dari perjanjian kerja, kemudian setelah mengerti isi dari perjanjian kerja, dia langsung mengisinya lengkap, tulisan indah dan rapih tertuang di atas kertas, goresan yang sangat indah bagi George yang mengagumi Cyra.


"Saya sudah selesai mengisinya, saya harap bisa bekerjasama dengan baik dan saya bisa memberikan yang terbaik untuk hotel TB ini!" Cyra mengulurkan tangannya dan menjabat tangan dengan George.

__ADS_1


"Kalau begitu, saya akan mengajak kamu untuk berkeliling sekitar hotel. banyak tempat yang harus kamu ketahui," kata George.


Cyra senang sekali, akhirnya dia sekarang memiliki pekerjaan, meski berawal dari trainer online, sekarang Cyra bisa ikut bergabung dengan koki hotel yang kemampuannya sangat handal.


Cyra, George dan Alex, berkeliling hotel, terutama ke tempat utama Cyra bekerja.


kriiing kriiiing


suara ponsel Cyra berdering. Cyra bingung mau mengangkat teleponnya atau tidak, karena dia merasa tidak enak hati kepada George dan Alex.


"Angkat saja, siapa tahu penting, tapi untuk kedepannya, tolong informasikan melalui sosmed, kalau kamu bekerja dan hubungi di luar jam kerja!" tegas George.


ketegasan yang di perlihatkan oleh George, menandakan dirinya profesional dalam bekerja, tidak mencampur adukkan permasalahan hati di tempat kerja.


( Percakapan via ponsel)


"Hallo!" Cyra mengangkat telepon yang berasal dari Pras.


"Kamu sudah selesai? atau langsung bekerja?" Pras bertanya kepada Cyra.


"Aku masih bekerja, nanti jika sudah selesai akan aku kabari!" Cyra menutup ponselnya.


*****


"Cyra! Cyra?" telepon sudah di tutup oleh Cyra.


"Aku akan bicara denganmu, sepulang dari kantor!" ujar Pras, dan meneruskan pekerjaannya.


tok tok tok


suara pintu ruangan Pras diketuk oleh seseorang dari luar.


"Masuk!" Pras mengizinkan masuk.


"Pak, Pras!" Jessica, masuk kedalam ruangan Pras


"Kamu sudah lebih baik?" tanya Pras ketika tahu temannya yang masuk.


"Sudah baik? maksudnya? aku tidak kenapa-kenapa?!" Jessica mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, jika kamu tidak berkenan aku bertanya!" ucap Pras.


Jessica menunduk, betapa malunya dia setelah mengingat kelakuannya malam itu, meracau tak jelas sampai menyatakan perasaannya kepada Pras saat mabuk berat.


"Aku yakin kamu sudah tahu, aku hanya bisa bilang, aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir!" Jessica mencoba menjawab namun tetap menyembunyikan rasa malunya.

__ADS_1


Pras mengerti Jessica tidak ingin membahasnya, tapi dia harus menegaskan tentang perasaannya kepada Jessica.


"Maafkan aku! aku tidak tahu, kalau kamu menyimpan perasaan sedalam itu kepadaku! aku pikir dengan aku selalu menolak dan sedikit menghindar dari mu, itu bisa mengurangi rasa sukamu kepadaku!" Pras bicara tanpa kontak mata sedikitpun kepada Jessica.


"Jadi, selama ini, kamu tahu?" tanya Jessica.


"Hmm ... aku mengetahuinya!" jawab Pras tanpa ragu.


Pras tidak mau pekerjaannya dengan Jessica terhambat hanya karena perasaan mereka yang bertolak belakang.


"Tidak semua perasaan bisa terbalas!" kata Pras kepada Jessica lagi.


"Bukannya, perasaanmu, juga tidak terbalaskan? lalu kenapa kamu memilihnya, kamu bahkan mengejarnya, berharap dengan usahamu, dia bisa mencintaimu! tidak bisakah aku juga melakukan hal yang sama?" Jessica mulai tidak terima dengan pernyataan dari Pras.


"Kasus kita berbeda, aku pria, seorang pria memilih, bukan di pilih, sedangkan wanita itu dipilih, bukan memilih! itulah takdir!" Pras kembali menegaskan posisinya.


"lalu, kenapa, selama ini kamu selalu memberikan perhatian kepadaku? kamu tahu, perhatian itu sangatlah berharga untukku! membuat hatiku semakin ingin memiliki dirimu!" Jessica mulai menangis.


Pras menghentikan aktivitasnya, dia menutup dokumen yang sejak tadi sedang dia baca dan tanda tangani.


"Jess! bukankah, sebagai seorang teman, wajar jika harus saling support? membantu? tapi semua itu jangan diartikan dengan rasa suka!" Pras kembali menunjukkan sikap tegasnya.


"Aku tahu Pras, semua itu tidak bisa diartikan sebagai rasa suka, tapi! hati ini tidak bisa menolak rasa cinta yang hadir tanpa permisi! cinta ini hadir dan memilih kamu untuk singgah di hatiku!" Jessica semakin menangis.


Pras semakin tidak bisa mengendalikan Jessica, dia baru kali ini melihat keras kepalanya Jessica, tidak bisa di bujuk dan tidak mau melepaskan Pras.


"Aku akan tetap mencintaimu! aku akan tetap disisimu! jangan takut! aku takkan mengganggu rumah tanggamu, meski hati ini rasanya ingin menghancurkan pernikahan kalian dan juga wanita itu!" Jessica langsung pergi keluar ruangan Pras dan terus menangis.


*****


Cyra selesai berkeliling di sekitar hotel, beberapa bunga juga di tanam di taman yang mengelilingi hot, bunga yang cantik, bunga yang bermekaran dan membuat asri pemandangan hotel.


"Sangat cantik tamannya!" kata Cyra mengagumi keindahan taman hotel.


"taman itu sengaja dibuat, untuk mengingatkanku, kepada sosok wanita yang aku cintai." George melihat ke arah luar jendela.


"Sosok wanita yang, sangat sabar dan cantik, aku jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama." George sedikit bercerita tentang wanita yang dulu ditemuinya.


.


.


.


.hai teman-teman, baca terus novelku sampai tamat.

__ADS_1


ooh iya, baca juga novel karya temanku, dijamin seru.



__ADS_2