Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 39


__ADS_3

~Tinggal berdua~


Cyra malah merasa canggung, karena dirumah ini hanya ada mereka berdua, dia tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Pras, dia merasa jadi salah tingkah, dia tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk menghindari pras.


setiap kali dia beranjak, maka Pras akan membuntutinya, karena jengah terus menerus dibuntuti, Cyra berhenti bergerak dan membalikkan badannya menatap tajam ke arah Pras.


"Kenapa harus terus mengikuti aku?!" kesal Cyra.


"Aku hanya takut." Pras sedikit mendelik


"Takut? hah, seorang pria dewasa sepertimu, takut di rumah sendiri?" tanya Cyra tak percaya.


"Aku bukan takut hantu!" jawab Pras.


"Tapi aku takut kamu pergi dari rumah ini dan meninggalkan diriku." Pras mengutarakan maksudnya.


Pras membuat wanita yang di hadapannya, tergagap dan tak bisa berkata sepatah katapun, melihat wajah Cyra yang salah tingkah, Pras merasa semakin puas.


Cyra langsung masuk ke dalam kamarnya, dia begitu malu karena pasti wajahnya memerah saat Pras mengatakan kata-kata itu.


"Lihat, dia mulai bertingkah laku sesuai dengan dugaan ku! Kau memang benar Ryan, dia mudah tersipu!" Pras mengingat perkataan Ryan adiknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam kamar, Cyra menyiram wajahnya dengan air agar tidak memerah lagi, wajahnya terasa menjadi panas, dia tidak bisa menghilangkan debaran di hatinya.


"Cyra! jangan kamu masuk dalam jebakan dirinya! kamu harus kuat, harus tetap teguh pendirian!" Cyra menyemangati dirinya sendiri, dan berusaha membangun kembali benteng dihatinya yang sudah sedikit runtuh tadi.

__ADS_1


Cyra membuka pintu kamar mandi, saat satu kakinya baru akan melangkah, dia dikagetkan dengan sosok tinggi dihadapannya.


Pras kini sudah berdiri di depan kamar mandi mereka, membuat Cyra kembali kikuk, namun dia berhasil melewati Pras dan meraih handuk kecil di jemuran handuk.


Cyra menyeka wajahnya dan Pras tetap berdiri tegak di sana.


"Mau masuk kamar mandi? atau mau jadi patung kamar mandi?" sewot Cyra sambil beralih naik ke atas kasur.


"Sebenarnya aku menunggu pujaan hatiku, tapi karena sepertinya dia tidak suka aku tunggu, terpaksa aku masuk ke kamar mandi!" ujar Pras


"Dasar! enggak jelas!" Cyra kembali sewot.


Pras masuk ke dalam kamar mandi sambil menahan tawa.


"Ini, orang ya, belum sehari pindah rumah, udah enggak jelas begini sikapnya, apalagi seminggu atau sebulan, bisa-bisa jadi enggak waras dia!" gerutu Cyra, yang kesal terhadap sikap Pras.


"Lebih baik, aku tidur saja." Cyra membenarkan posisi bantalnya, menarik selimut hingga menutupi lehernya.


"Aku harus menutupi seluruh tubuhku! aku tidak mau dia menyentuh kesucian yang selama ini aku jaga!" Cyra langsung terlelap.


Pras keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat ke arah kasur dan terkejut melihat Cyra yang sudah tertidur pulas.


"Anak ini, selalu cepat tertidur, tapi kenapa dia menutupi seluruh tubuhnya? membuat aku jadi kaget saja melihatnya!" Pras menghampiri sisi kasur yang ditempati Cyra.


"Walau sedang tertidur, wajah manis dan menggemaskan tetap melekat padanya, tidur yang lelap," Kata Pras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jasmine kembali ke kampusnya, setelah dua hari libur, karena dosen pembimbingnya sedang ada urusan ke luar kota.


"Sudah selesai bab tiganya?" tanya Max.


"Udah dong, tinggal di baca terus dikoreksi ajah sama dospem." Jasmine sangat percaya diri.


Sejak kuliah, Jasmine sangat jarang sekali mendapat nilai rendah, bahkan nilai nya hour semua A dan IPK nya di atas 4.50.


Jasmine salah seorang mahasiswi teladan, bahkan terpandai di fakultasnya. Jasmine terkenal ramah dan cantik mempesona. Maxim saja sahabatnya bisa begitu menaruh hati terhadap Jasmine, hanya saja dia belum bisa mengungkapkan isi hatinya.


"Setelah lulus, kita akan ambil jurusan sesuai dengan keahlian yang kita mau, aku ahli bedah jantung, sedangkan kamu dokter anak, pasti akan sulit untuk kita bertemu!" Max menggerakkan ujung sepatunya ditanah.


Melihat sikap sahabatnya, membuat Jasmine semakin geli, dia tertawa kecil dan sedikit berjalan ajak jauh dari max demi menertawakannya.


"Tidak perlu tertawa sembunyi-sembunyi," Max langsung mengejar Jasmine, Max menggelitik pinggang Jasmine hingga sahabatnya itu terpingkal-pingkal menahan rasa geli dan tawanya.


Mencintai seseorang dalam diam memang sulit, harus menyembunyikan perasaan, berpura-pura tidak begitu perduli, harus menyembunyikan rasa cemburu, tapi sampai saat ini Maxime masih bisa mengendalikannya.


.


.


.


Baca terus keseruan kisah cinta mereka semua,,, banyak kejutan di dalam cerita novel kali ini, giveaway bisa berubah sewaktu-waktu hadiahnya menjadi lebih bagus jika rating novel naik, dan pembaca setia melonjak, ingat no baca hanya scrol karena NT tidak menghitung itu.


baca juga novel karya temanku, pastinya seru banget.

__ADS_1



__ADS_2