Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)

Suami Kedua (Tradisi Keluarga Suamiku)
SK Part 62


__ADS_3

~Tamu Tak Diundang~


Cyra tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Pras. Dia hanya bisa membisu.


"Kamu tidak mau menjawab?" tanya Pras.


"Tentu saja. Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan itu. semua jawaban menguntungkan dirimu." Protesnya.


"Menguntungkan hanya untukku?" tanya Pras dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Dengar ini untuk kebaikan kita berdua. Jika Ibu dan Bapak tahu kalau hubungan kita tidak ada kemajuan. Kita akan kembali tinggal di rumah mereka. Kamu akan diminta berhenti dari pekerjaanmu." Pras menyadarkan Cyra.


Cyra masih tetap tidak bisa menjawabnya. Dia pasti akan merasa tidak nyaman jika tidur dengan cara berpelukan.


"Terserah kamu saja." Kesalnya.


"Kalau begitu. Aku akan memelukmu." Pras memilih.


"Lihat kamu mengambil keuntungan." Cyra tidak terima.


"Ya kalau begitu, kamu yang memelukku." Pras mengubah pilihannya.


"Aah, terserah saja. Semua menguntungkan Mas Pras. Pilih saja sesuai pilihanmu."


Cyra hendak bangkit dari duduknya. Namun, Pesan menahannya.


"Duduk." Pinta Pras.


Cyra kembali duduk di kursinya. Dia kembali melihat ke arah Pras.


"Maafkan aku. Dengarkan aku sekarang, ini pertanyaan terakhir yang akan menentukan hubungan kita ke depannya." Pras berubah menjadi sangat serius.


Cyra menjadi sangat gugup melihat ekspresi suaminya yang sangat serius.

__ADS_1


Pras kembali menarik napas sebelum memulai pembicaraannya.


"Cyra, Aku mencintaimu. Apakah kamu mau menerima cintaku?" tanya Pras sambil memegang erat kedua tangan Cyra.


Cyra menjadi kaku. Bibirnya Kelu dan dia tidak bisa menjawab satu patah katapun.


"Cyra, hubungan kita tergantung jawabanmu. Aku tidak mau memaksamu hidup denganku jika memang kamu tidak menginginkannya." Pras seakan tengah berputus asa.


"Mas, aku boleh bertanya?" kata Cyra yang bukan menjawab malah ingin bertanya.


"Silahkan."


"Mas, sejak kapan kamu mencintaiku?" tanya Cyra.


"Sejak Ryan selalu bercerita tentangmu. Dia seakan sudah mempersiapkan dirimu untukku. Dia sepanjang kami bicara, dia hanya membahas tentangmu. Di saat itu aku merasa tertarik dan selalu mendengarkan apa yang Ryan ceritakan." Cerita Pras.


"Kamu yakin itu cinta?" tanya Cyra lagi.


"Aku yakin. Karena memang itu adalah cinta. Aku bahkan selalu ingin melihat dirimu. Kamu yang sejak awal dipersiapkan untukku, tapi aku yang tidak bisa meninggalkan kuliah serta Bisnisku selama di Australia. Membuatmu harus mengenal sosok Ryan terlebih dahulu. Aku berterima kasih kepadamu Cyra. Kamu telah memberikan cinta di sisa umur adikku." Pras berkaca-kaca.


Cyra menghapus air matanya dan menghela napas untuk mengatur emosinya.


"Mas, aku akan menerimamu. Aku akan membuka hatiku dan belajar mencintaimu. Aku akan mempertahankan rumah tangga ini." Cyra menangis.


Pras langsung bangun dari duduknya. Dia menghampiri Cyra dan langsung memeluk wanita yang begitu dia cintai. Pras menenangkan hati istrinya agar tidak lagi menangis.


"Mulai sekarang. Buatlah hari-hari kita penuh cinta." Pras menangkup wajah Cyra dengan kedua tangannya lalu mengecup kening istrinya.


Pras menghapus air mata Cyra. " Jangan menangis lagi. Cantikmu nanti berkurang." Goda Pras.


Cyra tersenyum dan tersipu malu. Mereka kembali berpelukan. Kehangatan mungkin akan segera terjalin seiring waktu saat hati mereka yang saling memberi cinta.


Pras mengurai pelukannya dia ingin mengecup istrinya lagi, tapi suara bel berbunyi. Tamu yang tak diharapkan merusak momen mereka yang hampir saja akan menjadi momen romantis.

__ADS_1


"Apa Alexa?" tanya Pras.


"Tidak, dia bilang akan kembali Minggu depan." Cyra bicara dan menghapus sisa-sisa air matanya.


"Aku lihat dulu ke depan." Pras berdiri dan berjalan ke ruang depan.


Pras membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya dia melihat rombongan sirkus datang ke rumahnya.


"Pras, apa kabar? Tante sekeluarga minta maaf baru bisa berkunjung." Yuni basa basi.


"Silahkan masuk, Om, Tante, Kinan." Pras menyingkir dari pintu dan berjalan menuju ruang tamu.


"Wah bagus juga ya rumah kalian." Puji Jarwo yang melihat ruang tamu.


"Duduk dulu. Saya panggilkan Cyra." Pras langsung menemui Cyra yang masih duduk di ruang makan.


Keluarga Jarwo melihat sekitar ruang tamu.


"Harusnya yang dipajang di sana foto aku dan Mas Pras, bukan dengan Cyra." Kinan melihat foto yang terpajang di dinding ruang tamu.


"Jangan kencang-kencang, nanti mereka dengar. Rencana kita bisa berantakan. Bersabarlah sebentar lagi." Yuni menenangkan putrinya.


.


.


Pras menemui Cyra yang masih duduk.


"Siapa, Mas?" tanya Cyra saat melihat Pras datang.


"Ada Om Jarwo dan juga keluarganya." Pras menghampiri Cyra.


"Oh ya? Alhamdulillah akhirnya mereka bisa datang ke rumah kita. Aku sudah kangen banget sama mereka." Cyra dengan semangat langsung beranjak dari duduknya dan menemui keluarga Omnya.

__ADS_1


"Cyra, andai kamu menyadari. Sudah pasti kamu tidak akan gembira menyambut kehadiran mereka. Kamu memang polos." Pras langsung menyusul istrinya.



__ADS_2