
~Sahabat dekat~
Pras memulai pertemuan pertamanya setelah kembali ke Australia, semua rekan kerjanya merasa lega dengan kembalinya Pras.
Pras memimpin meeting hari ini dan dia memberitahukan kepada semua yang hadir tentang keputusannya yang akan memindahkan kantor pusat KDF ( Kreatif Design Furniture) ke Jakarta-Indonesia.
Beberapa orang berdecak tak setuju, namun di sisi lain beberapa karyawan yang memang asalnya dari Indonesia merasa itu adalah keputusan yang baik, mereka bisa membantu Pras untuk membuka kantor pusat di sana dan di Austria akan dijadikan kantor cabang.
"Sebagai pemimpin KDF, saya ingin mengumumkan, bahwa setiap kantor cabang akan memiliki kepala cabang yang mengatur berjalannya kantor" kata Pras.
Semua yang ada di ruangan ini menjadi menduga-duga, siapa kira-kira yang akan di berikan tanggung jawab sebagai kepala cabang KDF.
"Kepala cabang KDF Australia adalah, Jesica! berikan tepuk tangan yang meriah dan saya mohon kalian membantunya untuk memajukan cabang KDF pertama" lanjut Pras.
__ADS_1
Jesica merasa tersanjung diberikan kepercayaan memegang kantor cabang oleh Pras, dia merasa Pras semakin percaya kepadanya dan Pras yang tersenyum, membuat hati Jesica semakin melambung tinggi karena kebahagiaan.
Setelah semua pekerjaan selesai, Pras langsung bergegas menuju appartemennya yang letaknya tak begitu jauh dari kantornya.
"Aku harus bergegas, aku tidak mau Cyra sendirian dirumah Bapak, Bapak terlalu keras dan aku khawatir Cyra semakin tertekan" ujar Pras sambil melajukan mobilnya.
"Hei, anak nakal! mau kemana kamu?" tanya Jessica yang mengikuti mobil Pras dari belakang .
Pras yang fokus menyetir, memperlambat gerakan mobilnya, dia tidak mau hari pertamanya kembali, harus di ganggu oleh seorang petugas lalu lintas karena meladeni Jesica.
Jessica seorang wanita cantik, dengan tubuh yang menarik, membuat setiap mata yang melihatnya tak dapat berkedip, dari ujung rambut sampai ujung kaki semua sangat terlihat sempurna sebagai seorang perempuan, ditambah lagi Jesica terlahir sebagai seorang wanita yang pintar, membuat semua wanita tereliminasi dengan kesempurnaan yang dimilikinya.
Jessica mengenal Pras saat mereka duduk di bangku kuliah, mengambil fakultas yang sama, memiliki visi misi yang sama dan sama-sama murid yang berbakat, membuatnya dengan Pras sangat akrab.
__ADS_1
Hubungan mereka terkadang ditafsirkan sebagai hubungan sepasang kekasih yang sangat serasi tengah dimabuk cinta, ada yang melihat mereka seperti kakak beradik karena sering bercanda bersama, dan mereka sangat terlihat seperti partner kerja yang saling mengisi kekurangan satu sama lain.
Dari semua tanggapan yang benar hanya ada satu, yaitu mereka sepasang teman yang di dalamnya terdapat pengkhianatan karena Jesica begitu menyukai Pras, sedangkan dalam persahabatan yang dia bangun selama ini, tidak boleh ada cinta diantara merek semua.
"Ada apa?" teriak Pras
"Aku ingin jalan-jalan bersamamu sebelum kamu meninggalkan kota ini begitu saja?" Jessica gantian berteriak.
"Aku sedang terburu-buru, nanti saja!" teriakan penolakan nyaring terdengar di telinga Jessica.
Jessicae memarkir mobilnya di tempat yang sedikit sepi dan aman, dia menangis setelah mendengar perkataan Cyra.
Jesica memukul stir mobilnya beberapa kali untuk melupakan amarah yang sudah terbakar di hatinya begitu lama.
__ADS_1
"Masih belum berubah!" gumamnya